Tips Mendapatkan Modal untuk Usaha Termasuk UMKM

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 28 November 2021
Dibaca Normal 2 menit
Permodalan usaha dapat diakses dengan berbagai cara, mulai dari memakai tabungan pribadi sampai mengajukan kredit ke bank.
tirto.id - Modal usaha bukanlah faktor satu-satunya dalam merintis usaha. Faktor modal memiliki sifat lebih fleksibel dalam mendukung bisnis. Sebab, beberapa model bisnis bisa dilakukan dengan modal sangat minim, seperti menjadi reseller hingga dropshipper.

Kendati demikian, modal akan menjadi penting ketika bisnis mulai berkembang atau ingin melakukan ekspansi usaha. Hanya saja, modal usaha tidak melulu harus ditempuh dengan meminjam uang di bank. Ada berbagai cara untuk menambah permodalan.

Berikut ini beragam cara untuk mendapatkan modal usaha:

1. Tabungan pribadi

Modal usaha paling cepat didapat berasal dari tabungan pribadi. Jika jumlahnya memadai untuk dipakai berbinis, maka dapat dimaksimalkan untuk mengoperasikan usaha. Selain itu, penggunaan modal ini tidak perlu merisaukan harus mengembalikan atau membayar bunga.

2. Pinjaman dari keluarga atau teman

Keluarga dan teman bisa menjadi pihak kedua yang bisa membantu untuk mengakses permodalan karena lebih fleksibel dalam pengembalian. Kendati akan bertransaksi dengan orang terdekat, pastikan ada perjanjian antara kedua belah pihak untuk menghindari kemungkinan terburuk di masa depan. Pinjaman perlu dibuat skema yang profesional seperti jumlah dana, batas pengembalian, hingga keuntungan yang akan dibagi.

3. Menjual aset

Aset yang dimiliki dapat dijadikan sarana untuk menambah modal usaha. Contoh aset tersebut antara lain properti, perhiasan, barang elektronik, dan barang berharga lainnya. Sebelum menjual aset, pastikan telah memiliki perhitungan untung dan rugi.

4. Mendapatkan rekan bisnis

Modal usaha bisa didapatkan melalui penggabungan dua kekuatan sekaligus dengan menggandeng rekan kerja. Modal dapat ditanggung bersama untuk memajukan bisnis.

5. Memanfaatkan modal dari konsumen

Strategi ini menjalankan bisnis dengan modal yang sangat murah. Sebab, modal usaha diambil dari pembayaran konsumen. Penjual akan mengeluarkan modal setelah mendapatkan pembayaran dari konsumen.

Contoh transaksi ini adalah sistem pre-order, jasa titip, dropship, hingga reseller. Saat konsumen membeli, mereka akan membayar senilai harga barang dan ongkos kirim. Setelah pembayaran diterima, penjual tinggal membayar ke pemasok stok barang dan barang dikirim ke konsumen.

6. Pinjaman online

Saat ini marak aplikasi ponsel pintar yang menyediakan jasa pinjaman online. Persyaratan lebih mudah dan uang juga cepat cair. Namun, pastikan memiliki jasa pinjaman online yang legal, kredibel, dan terdaftar di OJK.

7. Gadai aset

Selain menjual aset, mendapatkan modal usaha juga bisa dengan menggadai aset ke perusahaan gadai. Jaminannya dapat berupa emas, BPKB, dan benda berharga lainnya. Aset masih bisa ditebus di kemudian hari saat sudah sanggup untuk melunasi.

Pastikan pula memilih perusahaan gadai yang kredibel dan diawasi OJK. Cermati pula saat menentukan tenor karena perusahaan gadai umumnya tidak punya tenor panjang.

8. Mengajukan kredit di bank atau lembaga keuangan

Cara ini sering ditempuh banyak pebisnis untuk memperoleh uang segar untuk modal usaha. Bank dan lembaga keuangan berlomba-lomba dalam penyaluran kredit dengan bunga yang kompetitif. Dengan agunan yang tidak berat, makin mengiurkan untuk mengajukan kredit di sana.

Di samping itu, pemerintah juga tidak jarang menggelontorkan program khusus untuk memberi bantuan modal bagi UKM dan UMKM. Mengutip situs Kementerian Keuangan, sekor bisnis di Indonesia masih didominasi UMKM yang jumlahnya 99,9 persen dari total 64,2 juta unit usaha. Dan, UMKM sangat terdampak dengan adanya wabah pandemi Covid- 19.


Syarat KUR Mikro di BRI 2021

Sepanjang tahun 2021, pemerintah memiliki target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 285 triliun. Mengutip rilis pers KemenkopUKM, hingga 3 November 2021 jumlah KUR yang sudah disalurkan mencapai Rp 237,08 triliun atau setara 83,19 persen dari target. Jumlah debitur yang telah dibantu ada 6,28 juta orang.

Penyaluran ini terdiri dari empat kategori yaitu KUR Mikro, KUR Kecil/Khusus, KUR Super Mikro, KUR Penempatan TKI. Sementara itu, salah satu bank yang turut menyalurkan KUR Mikro bagi UMKM adalah BRI. KUR Mikro bahkan dapat diberikan tanpa memberikan agunan.

Jumlah maksimal pinjaman KUR Mikro adalah Rp 50 juta. Suku bunga yang diterapkan adalah 6 persen per tahun. Unit-unit BRI terdekat dapat melayani pengajuan kredit ini.

Hal yang terkait dengan ketentuan, syarat debitur, dan syarat dokumen untuk pengajuan KUR Mikro di BRI sebagai berikut:


1. Ketentuan KUR Mikro BRI

  • Plafon maksimal Rp50 juta
  • Jangka waktu Kredit Modal Kerja (KMK) selama 3 tahun
  • Jangka waktu Kredit Investasi (KI) selama 5 tahun.
  • Agunan tidak diwajibkan.


2. Syarat Debitur

  • WNI dan wajib punya NIK dengan melampirkan e-KTP atau surat keterangan pembuatan e-KTP.
  • Punya usaha yang telah berjalan minimal selama 6 bulan.
  • Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan.
  • Diperbolehkan memiliki Kredit Kepemilikan Rumah, Kredit Kepemilikan Kendaraan, Kredit dengan jaminan SK Pensiun, Kartu Kredit dan Resi Gudang dengan kolektibilitas lancar.

3. Syarat Dokumen

  • Fotokopi e-KTP dan KK
  • Fotokopi Surat Nikah (bagi yang telah menikah)
  • Surat Izin Usaha


Baca juga artikel terkait UMKM atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight