Tips Memilih Produk Asuransi Kesehatan yang Tepat menurut OJK

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 21 Februari 2020
Dibaca Normal 3 menit
Sebelum memutuskan untuk menggunakan produk asuransi kesehatan, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa poin yang disarankan OJK
tirto.id - Untuk menjamin keberlangsungan finansial, banyak orang memilih menanamkan uangnya pada perusahaan-perusahaan asuransi salah satunya adalah asuransi kesehatan.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, setiap orang akan meminimalkan risiko yang akan terjadi di masa depan terlebih pada resiko finansial.

Dilansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asuransi kesehatan akan memberikan uang pengganti untuk setiap biaya pengobatan. Biaya tersebut pada umumnya meliputi biaya perawatan di rumah sakit, biaya pembedahan, hingga biaya obat-obatan.

Terdapat banyak sekali perusahaan asuransi yang menawarkan jasa asuransi kesehatan. Sebelum memutuskan untuk menggunakan produk asuransi kesehatan, ada baiknya bagi Anda untuk memperhatikan beberapa poin seperti disarankan oleh OJK seperti:

· Surat penawaran dari perusahaan
· Memastikan agen yang bersertifikat
· SPPA (Surat Permintaan Penutupan Asuransi)
· Memastikan data-data dalam SPPA telah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya
· Membaca kontrak/polis secara seksama dan menanyakan ke agen/perusahaan jika terdapat keraguan atas kondisi polis.
· Meminta perubahan (endorsement) jika terdapat kesalahan data dalam polis yang diberikan.
· Metoda klaim yang ditawarkan seperti reimbursement, provider, hingga managed care

Berbicara mengenai asuransi kesehatan, masyarakat Indonesia memiliki asuransi kesehatan yang dijamin oleh pemerintah yaitu BPJS Kesehatan.

Dengan adanya BPJS Kesehatan tersebut, setiap masyarakat akan mendapatkan manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.

Namun jika Anda telah memiliki asuransi kesehatan BPJS Kesehatan, perlukah memiliki asuransi kesehatan yang lain?

Freddy Pielor, praktisi keuangan dan asuransi, mengatakan setiap orang masih membutuhkan proteksi lain guna menutupi kebutuhan yang tidak bisa dijamin oleh BPJS Kesehatan dilansir dari laman OJK.

Pasalnya, seluruh perseta BPJS harus menanggung kekurangan apabila terjadi kelebihan klaim (excess claim) dari yang telah ditetapkan.

Dengan membeli polis asuransi, setidaknya Anda akan bernapas lega sebab akan mendapatkan biaya pertanggungan yang setimpal dengan yang Anda iurkan pada perusahaan asuransi.

Sementara secara umum, Anda juga perlu memperhatikan berbagai aspek dari sebuah perusahaan asuransi sebelum memilihnya sebagai peminimalisir resiko Anda. Berikut adalah tips untuk memilih perusahaan dan produk asuransi yang tepat bagi Anda dari laman Prudential:

1. Perhatikan kredibilitas perusahaan asuransi

Saat ini sudah banyak sekali perusahaan Asuransi yang bisa dipilih. Tapi, masing-masing perusahaan asuransi tersebut memiliki kredibilitas yang berbeda-beda. Perlu diingat juga, kalau asuransi merupakan perjanjian jangka panjang. Maka, sangat penting untuk memperhatikan kredibilitas perusahaan asuransi yang dipilih.

Cobalah untuk cari tahu soal sistem pengaturan keuangan dan klaim yang diterapkan. Selain itu perlu juga cari tahu apakah perusahaan asuransi tersebut pernah mengalami masalah atau tidak. Anda bisa memanfaatkan laporan keuangan melalui media massa maupun internet dan lainnnya. Perlu juga melihat peringkat serta ratingnya. Pastikan juga jika perusahaan Asuransi Jiwa tersebut sudah terdaftar menjadi keanggotaan AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia).



2. Pilih sesuai kebutuhan Anda

Cara memilih Asuransi Jiwa yang tepat selanjutnya adalah perlu disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Saat Anda berkonsultasi pada pihak Asuransi, biasanya beberapa perusahaan asuransi akan memberikan penawaran kepada Anda lebih dari satu produk dengan memberikan gambaran dan penjelasan keuntungan masing-masing.

Oleh karena itu, Anda harus cermat memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda. Perlu juga diperhatikan risiko yang Tertanggung misalnya, penyakit kritis yang mungkin akan dapat terjadi, biaya pendidikan anak, atau jaminan hari tua.


3. Baca isi polis dengan teliti

Tak jarang saat sudah merasa cocok dengan produk Asuransi Jiwa yang ditawarkan, Anda tidak dengan cermat memeriksa setiap ketentuan yang ada di Polis Asuransi Jiwa. Hal ini tentu berisiko membuat Anda mengalami hal-hal di luar prediksi.

Pahami secara detail poin yang ada pada polis khususnya tentang ketentuan klaim Asuransi Jiwa dan besaran premi yang akan dibayarkan tiap bulan. Bila ada poin yang kurang dimengerti, sebaiknya tanyakan langsung pada pihak asuransi tersebut.


4. Cermati pelayanan yang diberikan

Pelayanan yang diberikan juga menjadi salah satu cara memilih Asuransi Jiwa yang tepat. Pilihlah perusahaan asuransi yang memberikan pelayanan lebih, misalnya menyediakan layanan customer 24 jam setiap hari. Layanan ini sangat membantu Anda di kemudian hari jika memerlukan informasi mengenai detail produk Asuransi Jiwa kapan saja.

Pahami juga rumah sakit mana saja yang bekerjasama dengan perusahaan Asuransi Jiwa tersebut, cara klaim yang diterapkan, berapa lama klaim akan dibayar, dan lain sebagainya.


Tidak hanya itu, OJK menyarankan Anda melalui lamannya untuk memilih perusahaan yang memiliki kekuatan keuangan yang cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dari Risk Base Capital minimal 120 persen. Tidak hanya itu, pastikan pula kondisi aset dan kewajibannya yang dapat diketahui lewat laporan neraca keuangan yang dipublikasikan di media.

Pada neraca keuangan dapat dilihat juga keuntungan perusahaan setiap tahun. Pastikan perusahaan memiliki underwriter yang berpengalaman dan ahli, yang dapat dilihat dari profil perusahaan.

Regulasi mensyaratkan perusahaan memiliki tenaga ahli di Kantor Pusat, ajun ahli di seluruh kantor cabang, dan juga tenaga aktuaris.

Perhatikan gambaran tentang kualitas jasa yang telah diberikan oleh perusahaan, seperti berapa lama proses penerbitan polis, pelayanan atau servis tambahan yang diberikan, kualitas rekanan yang ditunjuk (seperti rumah sakit, bengkel rekanan, dan lainnya).


Manfaat Asuransi Kesehatan bagi Anda

Pada umumnya, perusahaan asuransi kesehatan akan menjamin kesehatan Anda pada rentang usia 15 hari hingga 60 tahun. Untuk orang-orang yang telah diasuransikan dalam jaminan ini secara terus menerus sampai akhir tahun polis di mana tertanggung mencapai usia 70 tahun akan diperbolehkan asalkan tidak pernah terjadi pembatalan polis sebelumnya.

Mengetahui manfaat asuransi sama dengan mengetahui keuntungan yang akan Anda dapatkan. Berikut adalah manfaat memiliki asuransi kesehatan sebagai penjamin resiko masa depan kesehatan Anda dilansir dari laman OJK:

- Penggantian biaya rawat inap (In Patient)

Mengganti biaya pengobatan akibat musibah penyakit dan memerlukan perawatan atau menginap di RS sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada kondisi polis perusahaan Asuransi.

- Rawat Jalan (Out Patient)

Mengganti biaya pengobatan akibat penyakit yang tidak memerlukan perawatan di RS atau menginap namun hanya rawat jalan atau berobat jalan saja.

- Melahirkan (Maternity)

Mengganti biaya persalinan atau melahirkan sesuai dengan program yang diambil dan dijamin dalam polis.

- Kacamata (Glasses)

Mengganti biaya lensa kacamata dan bingkai atau frame dengan surat pengantar dari dokter mata.

- Gigi (Dental)

Mengganti biaya pengobatan akibat perawatan dasar, perawatan gusi, perawatan gigi kompleks, perbaikan gigi dan gigi palsu pada perawatan gigi.

- General chek up

Mengganti biaya pemeriksaan kesehatan sesuai dengan program yang diambil dan dijamin dalam polis.


Baca juga artikel terkait ASURANSI KESEHATAN atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight