Menuju konten utama

Tips Memilih Mainan Anak Sesuai Fase Perkembangan 0 Bulan-6 Tahun

Tips memilih permainan anak sesuai fase perkembangan dari usia 0 bulan-6 tahun.

Tips Memilih Mainan Anak Sesuai Fase Perkembangan 0 Bulan-6 Tahun
Perajin membuat alat permainan edukatif berbahan dasar kayu, di Sanggar Anakita Toyz, Kampung Depok, Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (21/2/2018). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

tirto.id - Bermain merupakan kegiatan yang sangat penting untuk menunjang perkembangan anak. Bermain juga turut memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kreativitas sembari mengembangkan imajinasi, ketangkasan, kekuatan fisik, kemampuan kognitif, dan emosional.

Menurut jurnal berjudul The Importance of Play in Promoting Healthy Child Development and Maintaining Strong Parent-Child Bonds yang ditulis oleh Kenneth R. Ginsburg, the Committee on Communications, dan the Committee on Psychosocial Aspects of Child and Family Health, menyebutkan, melalui permainan, anak-anak pada usia sangat dini dapat terlibat dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.

Bermain membebaskan anak-anak untuk dapat menciptakan dan menjelajahi dunia dalam imajinasinya serta dapat mengatasi perasaan ketakukannya dengan cara mempraktikkan peran sebagai orang dewasa. Saat diberikan kebebasan tersebut, permainan dapat membantu anak-anak mengembangkan rasa kepercayaan diri dan ketahanan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Maka dari itu, memilih mainan untuk anak pun juga menjadi penting. Menurut United States Consumer Product Safety Commission, memilih mainan untuk anak tak bisa sembarangan. Orang tua harus mengetahui beberapa kriteria mainan yang baik, seperti mainan seharusnya menarik bagi anak, cocok dengan kemampuan fisik anak, menunjang perkembangan mental dan sosial anak, tahan lama, aman, dan sesuai dengan usia anak.

Fase-fase perkembangan penting dalam usia anak juga perlu dijadikan sebagai bahan pertimbangan saat memilih mainan untuk anak. Berikut adalah rekomendasi mainan anak sesuai fase perkembangannya yang dikutip dari National Association for the Education of Young Children.

  • Anak usia 0 hingga 6 bulan
Bayi di usia 0 hingga 6 bulan cenderung suka melihat orang dan mengikutinya dengan mata. Biasanya, anak-anak di usia ini, lebih menyukai barang-barang dengan warna yang cerah. Pada usia ini, sebagian bayi juga sudah dapat meraih, mengangkat kepala, mengarahkan kepala ke arah suara, dan memasukkan benda ke mulut. Bayi dapat terpesona dengan apa yang bisa dilakukan tangan dan kakinya sendiri.

Mainan yang bagus untuk bayi berumur 0 hingga 6 bulan adalah mainan yang dapat dengan mudah diraih, dipegang, dihisap, dikocok, seperti kerincingan, bola bertektur, teether, dan lainnya, serta permainan yang mudah mengeluarkan suara. Selain itu, orang tua juga dapat memberikan bayi hal-hal yang dapat didengarkan, seperti rekaman buku-buku, dan rekaman lagu pengantar tidur, dan lagu-lagu sederhana

  • Anak usia 7 hingga 12 bulan
Bayi di usia 7 hingga 12 cenderung sudah lebih aktif bergerak. Biasanya, bayi akan mulai berguling, duduk, menaiki sesuatu, merayap, dan berdiri. Tak hanya itu, bayi di usia ini sudah mulai dapat memahami namanya sendiri dan kata-kata umum lainnya, dapat mengidentifikasi bagian tubuh, menemukan benda tersembunyi, dan memasukkan barang ke dalam dan ke luar wadah.

Mainan yang bagus untuk bayi usia 7 hingga 12 bulan adalah mainan yang dapat dimainkan dengan berpura-pura, seperti boneka bayi, kendaraan plastik atau kayu dengan roda, dan mainan di air. Mainan yang dapat dibangun, seperti lego atau balok-balok besar yang lunak dan kubus kayu.

  • Anak usia 1 Tahun
Anak yang berusia 1 tahun umumnya sudah dapat berjalan dan bahkan menaiki tangga. Di usia ini, anak-anak sudah dapat menikmati cerita, mengucapkan kata-kata pertama mereka, bermain di sebelah anak-anak lain, dan senang bereksperimen.

Mainan yang cocok untuk anak berusia 1 tahun adalah buku dengan ilustrasi sederhana atau foto-foto benda nyata, telepon mainan, tempat tidur boneka dan boneka, kereta bayi, aksesori berdandan, hewan plastik, puzzle, mainan berbentuk kendaraan, serta mainan yang dapat melatih otot anak.

  • Anak usia 2 Tahun
Pada usia 2 tahun, anak sudah responsif terhadap orang lain, sering merasa menyesal atau sedih ketika orang lain seusianya kesal, serta sering melakukan kebalikan dari apa yang orang tuanya inginkan. Pada usia ini, anak juga sudah mulai merasa memiliki ketakutan, terutama pada suara, perpisahan, atau benda-benda yang lebih besar darinya.

Kemampuan fisik pun sudah jauh berkembang pada usia ini, anak sudah mulai dapat melompat dari ketinggian, memanjat, menggantung dengan lengan, dan berguling.

Mainan yang tepat untuk anak berusia 2 tahun adalah mainan-mainan yang bertujuan untuk memecahkan masalah, seperti teka-teki kayu, balok-balok yang saling menempel, benda untuk disortir berdasarkan ukuran, bentuk, warna, bau, dan benda-benda dengan kait.

Benda-benda yang dapat merangsang kreativitas anak, seperti krayon dan spidol besar yang tidak beracun dan bisa dicuci, kertas besar untuk menggambar dan melukis, kertas berwarna, gunting ukuran balita dengan ujung tumpul, serta papan tulis dan kapur.

  • Anak usia 3 hingga 6 Tahun
Biasanya, anak-anak pada usia 3 hingga 6 tahun sudah tak begitu butuh perhatian intensif dari orang tua seperti anak-anak di usia kurang dari 3 tahun. Pada usia ini, anak sudah banyak bicara, banyak bertanya dan suka bereksperimen dengan berbagai hal dan dengan keterampilan fisik mereka yang masih terbatas. Anak-anak di usia ini juga suka bermain dengan teman-temannya dan kadang tidak ingin kalah.

Mainan yang cocok untuk anak usia 3 hingga 6 tahun adalah teka-teki, koleksi dan benda kecil lainnya untuk disortir berdasarkan panjang, lebar, dan tinggi, mainan transportasi, perangkat konstruksi, furnitur berukuran anak, mainan menganti pakaian, boneka dengan aksesoris, teater boneka sederhana, mainan untuk menggambar dan melukis, playdough, permainan alat-alat musik, buku bergambar dengan lebih banyak kata dan gambar yang lebih rinci, pemutar CD dan DVD dengan beragam musik, mainan yang dapat ditendang atau dilempar, dan masih banyak lagi.

Meskipun orang tua telah mengerahkan usahanya untuk memberikan mainan terbaik untuk anak, orang tua juga tetap tak boleh lengah untuk mengawasi anak saat bermain.

Baca juga artikel terkait MAINAN ANAK-ANAK atau tulisan lainnya dari Budwining Anggraeni Tiyastuti

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Budwining Anggraeni Tiyastuti
Penulis: Budwining Anggraeni Tiyastuti
Editor: Dipna Videlia Putsanra