Tips Memilih Asuransi Rumah agar Mendapatkan Produk yang Tepat

Oleh: Ahmad Efendi - 2 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Memilih produk asuransi rumah juga perlu hati-hati. Sebab, tidak semua produk memiliki kualitas tinggi.
tirto.id - Pernahkah Anda membayangkan, suatu saat rumah Anda rusak akibat bencana atau kebakaran? Risiko tersebut selalu ada tanpa kenal waktu dan status sosial penghuninya. Untuk berjaga-jaga, pastikan Anda memiliki asuransi rumah.

Dikutip dari RAC, asuransi rumah merupakan investasi untuk melindungi aset properti. Tanpa ada asuransi, kecil kemungkinan Anda akan mampu memperbaiki kerusakan pada rumah dengan cepat jika terjadi musibah yang tidak diinginkan, seperti bencana gempa, banjir atau kebakaran.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki asuransi rumah. Saat ini, banyak produk asuransi rumah yang ditawarkan di Indonesia. Banyak perusahaan juga menawarkan produk asuransi rumah yang biaya preminya tidak terlampau mahal.

Namun, memilih produk asuransi rumah juga perlu hati-hati. Sebab, tidak semua produk memiliki kualitas tinggi. Dikutip dari laman ACA Asuransi, berikut sejumlah tips memilih asuransi rumah.

1. Pertimbangkan Rekam Jejak Perusahaan Asuransi


Kecanggihan teknologi digital membuat operasional banyak perusahaan asuransi mengandalkan internet. Kini, Anda bisa menemukan secara cepat, perusahaan asuransi hunian yang melakukan promosi melalui web maupun iklan internet.

Agar tidak terjebak perusahaan abal-abal, coba cek kembali rekam jejaknya. Banyak cara untuk mencari info rekam jejak sebuah perusahaan. Semisal, lewat teman yang pernah menggunakan jasa asuransi atau menelusuri testimoni para warganet.

Cara paling sederhana, periksa tanggal berdiri dan legalitas korporasi. Apabila sudah lama berdiri, biasanya perusahaan asuransi itu bisa dipercaya. Kemudian dari sisi legalitas, pastikan perusahaan asuransi tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk mengetahuinya, Anda bisa cek langsung di situs resmi OJK.

2. Memahami Isi Dokumen Polis

Membaca dokumen polis terkadang tidak dilakukan oleh pembeli produk asuransi. Padahal, polis berisi poin-poin penting terkait hak dan kewajiban Anda sebagai tertanggung.

Jadi, periksa secara detail setiap pasal polis. Bagian paling krusial terletak pada ikhtisar. Bentuknya berupa surat pernyataan berjumlah tiga hingga lima lembar.

Isi ikhtisar tersebut terdiri atas data pribadi tertanggung, data lengkap pemegang polis, jumlah uang pertanggungan, ruang lingkup jaminan, serta periode asuransi. Di situ juga tertulis jelas tentang biaya tambahan, dan premi.

3. Memiliki Prosedur Klaim yang Jelas

Anda tetap harus memahami prosedur klaim. Perusahaan asuransi yang profesional pasti memiliki prosedur klaim yang jelas dan terstruktur.

Umumnya, klaim dilakukan dengan pengisian formulir permohonan. Jika Anda dianggap memenuhi syarat, formulir akan mendapatkan persetujuan. Sebaliknya, jika tidak sesuai kriteria, Anda harus mengulangi pengajuan permohonan.

4. Bandingkan Nilai Pertanggungan dan Premi yang Dibayarkan

Nilai pertanggungan adalah nominal uang yang akan diterima setelah pengajuan klaim disetujui. Sementara premi merupakan jumlah setoran wajib tiap bulan dari tertanggung. Premi dijadikan sebagai bukti keikutsertaan seseorang dalam program asuransi.

Saat memilih asuransi hunian, pastikan nilai pertanggungan yang Anda dapatkan seimbang dengan premi. Jangan sampai, jumlah premi besar, tetapi nilai uang pertanggungannya sedikit.

Mengapa harus demikian? Sebab, pembelian produk asuransi hunian bertujuan untuk memperbaiki rumah jika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Jika jumlah uang yang Anda terima tidak sesuai harapan, perbaikan bisa terhambat atau malah tak dapat diselesaikan dengan baik.

5. Pastikan Produk yang Ditawarkan Sesuai Kebutuhan Anda

Kira-kira, bentuk asuransi hunian seperti apa yang Anda inginkan? Pasalnya, setiap perusahaan menawarkan beragam produk yang berbeda. Ada perusahaan yang hanya menyediakan proteksi akibat bencana alam. Beberapa korporasi justru menambahkan perlindungan atas kebakaran dan kerusakan karena tindak kejahatan.

Selain fasilitas produk, Anda pun mesti memperhatikan kompensasinya. Coba cek lagi, bentuk kompensasi yang ditawarkan berupa uang tunai satu kali atau bertahap. Kalau bertahap, Anda harus cari tahu, nominal tiap pencairannya.


Baca juga artikel terkait ASURANSI atau tulisan menarik lainnya Ahmad Efendi
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight