Tips Memenuhi Asupan Cairan yang Dibutuhkan Ibu Hamil

Oleh: Febriansyah - 19 April 2020
Dibaca Normal 2 menit
Para ibu hamil perlu meningkatkan asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi. Namun, tidak semua jenis minuman layak dikonsumsi ibu hamil.
tirto.id - Selama masa kehamilan, para ibu rentan mengalami dehidrasi. Kekurangan asupan air pada masa kehamilan ini dapat menyebabkan sakit kepala, kelelahan, infeksi saluran kemih, bahkan kontraksi dini.

Pada akhir trimester kedua atau masa 27 pekan kehamilan, idealnya seorang ibu mendapatkan asupan sekitar 2 liter air setiap hari. Pada trimester ketiga, wanita hamil harus minum sedikit lebih banyak lagi untuk mendukung pertumbuhan bayinya.

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan The Journal of Perinatal Education, kebutuhan air pada ibu hamil dapat dihitung berdasarkan konsumsi makanan. Setiap individu umumnya membutuhkan 1 sampai 1,5 ml air untuk setiap kalori yang dikonsumsi.

Para perempuan dewasa biasa memerlukan konsumsi 1.500 hingga 2.500 kalori setiap hari. Akan tetapi, saat hamil, para ibu disarankan meningkatkan konsumsi setidaknya 300 kalori setiap hari atau 20-30 persen dari ukuran pada masa normal.

Oleh karena itu, seiring dengan peningkatan konsumsi kalori yang dibutuhkan ibu untuk menjaga asupan nutrisi bagi janin, mereka juga membutuhkan cairan tambahan.

Banyak minum air putih merupakan cara paling sehat untuk menjaga tubuh agar tidak mengalami dehidrasi. Makanya, ibu hamil disarankan meminum air putih secara rutin atau membawa botol air minum saat bepergian.

Selain air putih, asupan cairan harian bagi ibu hamil juga dapat berasal dari minuman lain. Dilansir Babycentre, sejumlah jenis minuman di bawah ini dapat membantu meningkatkan asupan cairan.

Selain mengonsumsi sejumlah minuman berikut, ibu hamil pun disarankan meningkatkan asupan cairan dengan mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung kadar air tinggi, seperti sup, salad, buah dan yoghurt.

Daftar minuman alternatif sumber cairan bagi ibu hamil ialah sebagai berikut:

1. Jus buah

Jus buah adalah sumber vitamin dan mineral yang sangat bagus untuk bayi. Namun, jus buah juga mengandung kadar gula dan asam yang tinggi. Ibu hamil sebaiknya tidak terlalu banyak meminum jus buah dan sebaiknya membuat jadwal untuk mengonsumsinya.

2. Susu

Selain dapat menambah asupan cairan, susu mengandung kalsium, yodium, dan vitamin B5, yang semuanya penting bagi kesehatan ibu hamil dan bayinya.

3. Smoothie

Smoothie berbahan dasar susu memiliki semua manfaat susu dan buah dalam satu gelas. Selain itu, smoothie yang berbahan dasar sayuran juga bagus untuk memperbanyak asupan vitamin dan mineral, sekaligus mengandung lebih sedikit gula dan kalori.

4. Air beraroma

Bagi ibu hamil yang kerap menderita mual di pagi hari serta tidak suka dengan rasa air tawar, bisa menambahkan irisan lemon, jeruk nipis, mentimun, melon, atau beberapa lembar daun mint ke dalam minuman agar ada aroma yang menyegarkan.

5. Minuman jahe

Minuman jahe bisa membantu mengatasi mual di pagi hari, berdasarkan pengalaman banyak ibu hamil. Mengonsumsi minuman jahe saat merasa mual bisa menjadi alternatif sumber cairan.

Meskipun memerlukan asupan cairan lebih banyak dibanding masa normal, para ibu hamil lebih baik menghindari sejumlah jenis minuman yang bisa berdampak buruk pada bayi.

Berikut daftar minuman yang perlu dihindari ibu hamil:

1. Squash

Squash atau sari buah tidak mengandung banyak vitamin dan mineral sebagaimana jus buah, dan seringkali kadar gulanya tinggi. Namun, beberapa jenis squash bisa dinikmati ibu hamil, yakni yang kadar gulanya rendah.

2. Minuman bersoda

Minuman soda rendah gula mungkin baik-baik saja, tetapi tetap tidak mengandung nutrisi yang ibu hamil dan bayi butuhkan. Periksa label minuman bersoda dengan hati-hati untuk melihat apakah mengandung kafein sebelum meminumnya. Jauhi minuman energi sama sekali, karena umumnya mengandung kadar kafein yang sangat tinggi, dan mungkin juga mengandung stimulan lainnya.

3. Teh dan kopi

Ibu hamil tidak boleh mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein sehari saat sedang hamil. Ini sekitar dua cangkir teh, dua cangkir kopi instan, atau satu cangkir kopi yang diseduh. Ingat, cokelat juga mengandung kafein.

4. Teh herbal

Teh herbal memang aman dikonsumsi selama kehamilan, tetapi hanya dalam jumlah sedang. Ibu hami sangat dianjurkan tidak minum lebih dari dua cangkir teh herbal setiap hari. Perlu diingat, teh hijau pun mengandung kafein meski lebih sedikit.

5. Alkohol

Ibu hamil sangat penting untuk menghindari minuman beralkohol, terutama di trimester pertama. Sebab, konsumsi minuman beralkohol di masa itu meningkatkan risiko keguguran.



Baca juga artikel terkait IBU HAMIL atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Addi M Idhom
DarkLight