Tips Melahirkan Normal Tanpa Tindakan Episiotomi

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 31 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Persalinan cenderung berjalan lebih lancar untuk perempuan yang tidak kelebihan berat badan. Mereka biasanya memiliki komplikasi lebih sedikit dan memerlukan intervensi medis lebih sedikit.
tirto.id - Saat melakukan persalinan normal, area perineum (daerah di antara vagina dan anus) mampu meregang ketika bayi keluar. Meski demikian, perineum berisiko robek apabila regangan terlalu kuat atau perineum kurang elastis.

Oleh karena itu, terkadang dokter atau bidan yang membantu proses persalinan melakukan tindakan episiotomi atau pengguntingan perineum untuk memudahkan bayi lahir, serta untuk mencegah robekan yang berantakan pada perineum ke arah anus.

Dilansir dari NHS, episiotomi sering kali dilakukan ketika ibu mengalami persalinan posisi bayi sungsang atau ibu yang sudah kelelahan mendorong bayi untuk keluar padahal sudah dalam proses melahirkan selama beberapa jam.

Namun, tindakan episiotomi sering kali menimbulkan trauma pada perempuan. Setelah episiotomi, perempuan biasanya akan merasakan sakit di sekitar luka selama 2 hingga 3 minggu usai melahirkan. Terlebih ketika berjalan atau duduk.

Dilansir dari Pregnancy Birth Baby, ibu juga dapat merasakan perih ketika sedang buang air kecil. Prosedur ini harus lah didiskusikan dengan bidan atau dokter selama kehamilan sehingga saat persalinan Anda bisa nyaman dan tidak meninggalkan trauma.

Lalu, bagaimana jika ingin melahirkan normal tanpa episiotomi? Parents memaparkan tips untuk dapat melahirkan normal tanpa melakukan episiotomi sebagai berikut:

1. Berdayakan diri saat kontraksi mulai tiba.

Anda bisa bergerak, masuk bak mandi dengan berendam air hangat, makan dan minum, serta berjalan-jalan saat kontraksi mulai terasa.

Ketika kontraksi Anda secara konsisten berjarak kurang dari lima menit dan semakin kuat, maka barulah Anda dapat mendatangi bidan atau rumah sakit.

2. Jangan menambah berat badan terlalu banyak

Persalinan cenderung berjalan lebih lancar untuk perempuan yang tidak kelebihan berat badan. Mereka biasanya memiliki komplikasi lebih sedikit dan memerlukan intervensi medis lebih sedikit.

3. Berendam di air hangat

Shower, bathtub, kolam bersalin, dan berendam air hangat adalah cara alami untuk mengurangi rasa sakit dan membantu Anda rileks. Luangkan waktu sebanyak mungkin dalam air.

4. Persiapkan secara fisik dan mental

Perempuan telah melahirkan sejak awal manusia ada. Tetapi Anda benar-benar harus melakukan persiapan mental untuk peristiwa ini.

Georgia Ragonetti-Zebell, seorang dokter kandungan yang menulis blog di Momma Docs, mengatakan, "Saya melihat beberapa pasien yang mengatakan, 'Saya akan mencobanya.' Jika Anda benar-benar menginginkan persalinan tanpa pengobatan, pola pikir 'Saya akan coba' jarang berhasil. Ketika perempuan telah melakukannya selama berabad-abad, mereka tidak selalu memiliki pilihan epidural tepat di sebelah, jadi Anda perlu melakukan sesuatu untuk mempersiapkan jika Anda ingin menghindari pengobatan".

5. Pertahankan pola pikir positif

Sekarang bukan waktunya untuk mendengarkan cerita tentang operasi darurat. Pertahankan sikap bisa pada diri dengan kisah sukses kelahiran alami. Jangan memikirkan komentar negatif yang akan dilontarkan oleh orang lain terhadap pilihan yang dibuat.

6. Pastikan Anda menggunakan metode alternatif untuk mengatasi rasa sakit

Jika Anda benar-benar serius untuk menghindari obat penghilang rasa sakit, Anda harus mempelajari dan menjadi terbiasa dengan metode koping lainnya, seperti rebozo (sejenis kain besar yang biasanya digunakan dalam budaya Meksiko), visualisasi, dan bahkan pilihan yang kurang dikenal seperti air steril.

Cari tahu mana yang tersedia di tempat Anda melahirkan dan ajukan pertanyaan tentang kapan Anda bisa menggunakannya.

Bawa sendiri, jika mungkin. Pastikan Anda memiliki beberapa langkah kenyamanan yang akan Anda coba terlebih dahulu, tetapi memiliki banyak ide cadangan jika pilihan Anda tidak berhasil.


Baca juga artikel terkait IBU MELAHIRKAN atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight