Tips Investasi Reksa Dana: Memilih Produk Hingga Mengenali Risiko

Oleh: Adrian Samudro - 20 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Masyarakat yang hendak berinvestasi di reksa dana perlu memperhatikan sejumlah hal, seperti faktor risiko, jangka waktu penanaman modal, hingga detail mengenai produk yang akan dibeli.
tirto.id - Perkembangan literasi keuangan di Indonesia telah menjadikan investasi sebagai sarana utama untuk mengerek nilai aset. Apalagi saat ini sudah banyak jenis instrumen investasi yang bisa diakses masyarakat dengan mudah.

Salah satu instrumen yang menarik minat banyak masyarakat dan dijajakan sejumlah perusahaan ialah reksa dana. Pada dasarnya, reksa dana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor).

Secara teknis, dana yang terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan kembali oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen lain, seperti saham, obligasi, atau deposito.

Dengan sistem demikian, reksa dana memungkinkan para investor cukup menaruh sejumlah modal yang dipercayakan tanpa memikirkan sejumlah aspek teknis lanjutan dalam berinvestasi.


Tentu, sebelum memulai investasi reksa dana, investor juga harus menentukan produk yang mau dibeli. Meski tahap selanjutnya dilakukan oleh profesional, tetapi ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan para investor agar apa yang diinvestasikan dapat membuahkan hasil maksimal.

Berikut sejumah tips berinvestasi di reksa dana yang dirangkum dari berbagai sumber.

Tentukan Tujuan Investasi

Sebelum memulai ada baiknya untuk selalu menetapkan tujuan di setiap kegiatan berinvestasi. Hal ini bisa menjadi patokan dan motivasi dalam menjalankannya. Dengan adanya tujuan, Anda pun dapat menentukan reksa dana yang cocok untuk dibeli.

Kenali Risiko Investasi

Dalam setiap melakukan apa pun pasti akan selalu dihadapkan dengan risiko, termasuk investasi. Risiko harus selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan hasil investasi.

Oleh karena itu, kenali profil risiko produk reksa dana yang akan Anda beli. Semakin besar modal yang ditanamkan dan untung yang akan diperoleh maka bertambah tinggi pula risikonya.

Tentukan Jangka Waktu Investasi

Jangka waktu investasi juga perlu diperhitungkan sesuai profil risiko yang Anda miliki. Pasalnya setiap investasi, termasuk reksa dana, membutuhkan jangka waktu yang berbeda-beda.

Ada yang kurang dari setahun, 1-3 tahun, dan lebih dari 5 tahun. Apabila jangka waktu investasi kurang dari setahun, ada baiknya untuk memilih produk dengan biaya lebih kecil tapi cenderung stabil.

Tips Memilih Reksa Dana

Reksa dana yang dijual di Indonesia sudah ada dalam ratusan produk. Dalam hal ini pastinya Anda dianjurkan untuk mencari tahu terlebih dahulu mengenai produk reksa dana yang akan dibeli.

Informasi terkait produk-produk tersebut dapat ditemukan pada prospektus reksa dana atau melalui dokumen Fund Factsheet yang umumnya diterbitkan setiap sebulan sekali oleh Manajer Investasi (MI).

Pelajari tata cara investasi pada reksa dana yang ingin dituju, termasuk sejumlah biaya transaksi jika ada. Kunjungi situs Manajer Investasi reksa dana tersebut guna menggali informasi lebih mengenai tata cara pembeliannya.

Biasanya ada beberapa produk reksa dana yang dapat dibeli langsung melalui MI. Namun, ada pula hanya bisa dibeli melalui agen penjualan reksa dana tersebut.

Pembelian reksa dana harus dilakukan secara konsisten agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Jangan lakukan jual beli reksa dana jika belum paham mengenai transaksi jual beli sepenuhnya.


Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan menarik lainnya Adrian Samudro
(tirto.id - Bisnis)

Kontributor: Adrian Samudro
Penulis: Adrian Samudro
Editor: Addi M Idhom
DarkLight