Tips Bagi Orang Tua Agar Anak Betah #dirumahaja selama Pandemi

Oleh: Yulaika Ramadhani - 15 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Bagaimana menciptakan suasana normal di rumah selama pandemi?
tirto.id - Dalam rangka memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 atau corona penyebab COVID-19, pemerintah mengampanyekan gerakan #dirumahaja.

Kampanye ini ditujukan untuk masyarakat termasuk anak-anak untuk belajar di rumah menimbulkan sejumlah tantangan karena rutinitas orang tua menjadi berubah.Rasa stres maupun tertekan tidak hanya dirasakan oleh orang tua saja, anak-anak juga bisa merasakannya.

Infografik dirumahaja
Infografik Ngak Kemana-Mana #dirumahaja. tirto.id/Quita


Orang tua merasa stres atas pekerjaannya karena pandemi ini, anak-anak stres dikarenakan dia merasa “terpenjara” di rumahnya akibat karantina mandiri karena dia tidak bisa bermain lagi dengan teman-teman sebayanya.

Psikolog ahli dalam remaja serta kolumnis di New York Times, Dr. Lisa Damour memberi sedikit tips tentang bagaimana Anda dapat menciptakan suasana normal di rumah, sebagaimana dikutip Unicef.org.

Dr. Damour menyarankan orang tua harus tetap tenang dan proaktif kepada anak-anak terkait dampak yang ditimbulkan dari virus corona. Peran penting lainnya yaitu memastikan bahwa anak-anak tetap sehat dan terjaga.

Peraturan jaga jarak atau physical distancing membuat semua sekolah meliburkan para muridnya. Anak pun dapat merasa stres karena menghilangkan kebiasaan, seperti bertemu teman sebayanya, bermain di sekolah, menonton pertandingan olahraga dan beberapa kegiatan lain.

Dr. Damoun menyatakan biarkan mereka merasakan kesedihannya. Mendukung, mengharapkan, maupun membuat dia merasa normal kembali saat frustasi adalah kebutuhan utamanya saat ini.

Saat ini banyak informasi yang salah kaprah mengenai pandemi COVID-19 ini, anak pasti akan mudah menyerap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. Maka, sebagai orang tua, kita harus memberi tahu fakta-fakta yang akurat mengenai pandemi COVID-19.


Tidak sedikit orang tua yang merasa bahwa hal tersebut membuat pekerjaan di rumah menjadi bertambah lantaran harus bekerja sembari mengasuh serta menjadi guru serba bisa bagi anak-anaknya di rumah.

Terkait hal ini, Child Protection Specialist Unicef Indonesia Astrid Gonzaga Dionisio membagi sejumlah kiat yang bisa dicoba untuk diaplikasikan para orang tua kepada anak-anak yang harus belajar di rumah, seperti misalnya;

Lakukan kegiatan bersama selama bekerja terkadang membuat hubungan anak-orang tua menjadi jauh. Melalui kampanye #Dirumahaja, Astrid berpendapat, hal ini menjadi kesempatan bagus bagi orang tua untuk melakukan kegiatan bersama anak di rumah.

“Ini adalah kesempatan bagi keluarga untuk melakukan kegiatan bersama, makan bersama, beribadah bersama, yang selama ini sulit utk kita lakukan, terutama bagi mereka di perkotaan yang orang tua harus berangkat pagi, pulang malam,” ungkap Astrid, dikutip dari laman resmi #SatgasCovid.

Siap menjadi “Guru” di rumah dengan belajar di rumah. “Selain itu, orang tua jua harus siapkan fasilitas untuk bisa online secara lancar untuk menunjang kegiatan belajar di rumah,” jelas Astrid.

Orang tua juga diharapkan bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga anak tidak merasa bosan, namun merasa senang dan betah untuk belajar sendiri didampingi ibu atau ayahnya.

Perluas Akses Pengetahuan Parenting Selama Pandemi Kiat yang tak kalah penting yang dibagi oleh Unicef Indonesia, adalah orang tua juga harus memperluas akses pengetahuan tentang pengasuhan (parenting) selama pandemi berlangsung.

Astrid menyatakan, pengasuhan bisa menjadi cukup melelahkan bagi orang tua karena juga harus mendampingi anak dan siap menggunakan gawai dan internet.

“Tentu itu bisa bikin stressful, apalagi tidak ada yang membantu. Siapa yang bisa membantu kita sebagai orang tua dalam saat ini?” kata Astrid.



_____________

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH
DarkLight