Tinjau RS Modular Pertamina, Jokowi Klaim Kasus Jawa-Bali Menurun

Oleh: Andrian Pratama Taher - 6 Agustus 2021
Dibaca Normal 1 menit
Klaim tersebut mengacu kepada analisa keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang sempat menyentuh 90 persen kini turun di 25 persen.
tirto.id - Presiden Jokowi meninjau pembangunan Rumah Sakit Modular Pertamina di Tanjung Duren, Jakarta, Jumat (6/8/2021). Dalam kunjungan tersebut, Jokowi didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Usai kunjungan, Jokowi mengatakan, pandemi COVID di Jawa dan Bali mulai menurun. Klaim tersebut mengacu kepada analisa keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio atau BOR).

"Kita patut bersyukur bahwa pada pagi hari ini ini angka-angka menunjukkan bahwa pandemi di Jawa dan di Bali mulai sedikit menurun," kata Jokowi usai peninjauan di RS Modular, Tanjung Duren, Jakarta, Jumat.

Jokowi mencontohkan, dirinya selalu melihat kondisi BOR Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dalam penanganan pandemi yang sempat pada angka 90 persen telah turun di angka 25 persen.

"Saya melihat selalu angka-angka BOR saya lihat setiap hari, setiap malam dan tadi pagi kalau mungkin 6 minggu atau 8 minggu yang lalu di Wisma Atlet bornya di sekitar 90-an persen. Pagi hari ini, saya mendapatkan informasi angkanya sudah berada di posisi 25 persen bornya," kata Jokowi.

Meski turun, Jokowi meminta semua pihak tidak lengah di masa pandemi. Oleh karena itu, mantan Walikota Solo itu berterima kasih kepada BUMN dan Pertamina yang menyiapkan rumah sakit modular dengan kapasitas 305 tempat tidur yang ada ICU dan NICU.

"Lebih bagus lagi ada juga ICU khusus untuk anak-anak dan bayi dan ibu-ibu sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Saya sangat mengapresiasi sekali lagi semoga ini bisa bermanfaat bagi rakyat," kata Jokowi.




Baca juga artikel terkait KASUS COVID-19 DI JAWA DAN BALI atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight