Tingkat Peluang Perempuan untuk Hamil Berdasarkan Usia & Risikonya

Oleh: Endah Murniaseh - 28 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
Potensi kehamilan untuk perempuan berbeda-beda, bergantuang pada usia mereka. Perempuan yang memiliki potensi paling besar untuk hamil adalah yang berusia 20-24 tahun.
tirto.id - Kehamilan menjadi salah satu hal yang paling banyak dinantikan oleh setiap pasangan yang telah menikah. Sementara kehamilan sendiri tidak hanya bergantung pada proses pembuahan, tetapi juga berkaitan dengan sejumlah faktor yang mempengaruhinya.

Dikutip dari laman Mitra Inti, sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi terjadinya kehamilan ialah seperti fisik, psikologis, lingkungan sosial, bahkan hingga budaya dan ekonomi.

Selain itu, faktor usia juga dapat mempengaruhi terjadinya kehamilan. Sebab, potensi kehamilan pada perempuan bisa berbeda-beda, bergantung pada usia.

Berikut penjelasan tingkat potensi kehamilan berdasarkan usia perempuan, sebagaiamana dikutip dari laman Parent.

1. Usia 20-24 tahun

Menurut Dr. Copperman, kepala Asosiasi Kedokteran Reproduksi New York dan wakil direktur Divisi Endokrinologi dan Infertilitas Reproduksi di Rumah Sakit Mount Sinai New York, ketika perempuan berusia 21 tahun, 90 persen sel telur yang dihasilkan akan normal secara kromosom. Hal ini akan meningkatkan peluang mengandung janin yang sehat.

Sedangkan umur 24 tahun menjadi usia puncak kesuburan bagi perempuan. Oleh karena itu, bagi perempuan yang berusia di bawah 25 tahun akan memiliki kemungkinan hamil sebesar 96 persen dalam satu tahun jika aktif berhubungan seks setiap bulannya. Namun, bagi laki-laki saat mereka dibawah usia 25 tahun, potensi mereka bisa membuahi sel telur lebih rendah, yakni 92 persen.

2. Usia 25-29 tahun

Saat berusia 25 hingga 34 tahun, perempuan memiliki peluang hamil sekitar 86 persen setelah berhubungan seks rutin selama satu tahun. Namun, peluang kegugurannya sebesar 10 persen.

3. 30-34 tahun

Ketika memasuki kepala tiga, peluang perempuan untuk hamil masih cukup tinggi, dengan tingkat keberhasilan 86 persen jika ia aktif berhubungan badan selama satu tahun. Hanya saja, peluang keguguran meningkat menjadi 20 persen.

4. 35-39 tahun

Kelly Pagidas, MD, spesialis bidang kesuburan di Pusat Reproduksi dan Infertilitas Wanita dan Bayi di Providence sekaligus Associate Professor di Brown University Medical School, menyebut bahwa pada saat berusia 35 tahun, perempuan hanya memiliki peluang hamil sekitar 78 persen apabila aktif berhubungan badan dalam satu tahun, dengan risiko keguguran mencapai 20-25 persen.

Saat perempuan berusia 35 tahun, fase itu menjadi titik di mana kesuburan mulai menurun. Hal ini disebabkan penurunan kualitas sel telur. Saat kualitas sel telur menurun, kemungkinan keguguran akan meningkat. Potensi melahirkan anak down sindrom ataupun abnormal juga ada.

Dalam usia ini, juga menjadi kesempatan bagi para wanita untuk membekukan sel telur mereka yang akan digunakan untuk menjadi program kahamilan suatu saat nanti.

5. Usia 40-44 tahun

Saat memasuki usia 40-44 tahun, 90 persen sel telur yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang kurang baik. Oleh karena itu, perempuan yang berusia 40-44 tahun lebih sulit untuk hamil, serta akan memerlukan perawatan khusus jika mereka mengandung janin. Hal ini karena lapisan uterus yang menipis dan suplai darah yang berkurang seiring dengan bertambahnya usia, sehingga sel telur sulit untuk dibuahi.

Wanita dengan usia d iatas 40 tahun akan terbantu dengan perawatan In Vitro Fertilization (IVF). Jika wanita berusia 42 tahun memiliki embrio yang telah ditempatkan maka ia memiliki 10 hingga 20 persen peluang kehamilan.

Sedangkan bagi perempuan dengan ovarium yang rendah, menghasilkan beberapa embrio, serta berusia di atas 43 tahun, mendapatkan donasi sel telur merupakan salah satu cara agar tetap bisa hamil.

6. Usia lebih dari 45 tahun

Peluang kehamilan bagi perempuan berusia 45 tahun ke atas tidak lebih dari 3-4 persen. Meskipun begitu, dengan bantuan IVF, peluang kehamilan di usia ini masih mungkin diperbesar.

Bagi wanita dengan usia 20 hingga 30 tahun, peluang hamil dalam kurun waktu setahun masih cukup tinggi. Namun jika telah berusia 40-45 tahun atau lebih, maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat hamil, serta perlu bantuan medis.


Baca juga artikel terkait HAMIL atau tulisan menarik lainnya Endah Murniaseh
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Endah Murniaseh
Penulis: Endah Murniaseh

Fotografer:Addi M Idhom
DarkLight