Menuju konten utama

Tim Gabungan Estafet Gotong Jenazah Korban Gempa Cianjur

Tim gabungan K9 Polri, Basarnas, dan TNI berhasil mengevakuasi lima korban tertimbun tanah usai gempa di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022).

Tim Gabungan Estafet Gotong Jenazah Korban Gempa Cianjur
Petugas membawa kantung jenazah korban yang tertimbun akibat longsor di Mangunkerta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

tirto.id - Tim gabungan K9 Polri, Basarnas, dan TNI berhasil mengevakuasi lima korban tertimbun tanah usai gempa di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022).

"Medan pencariannya sangat perlu kehati-hatian karena licin. Begitu juga saat evakuasi jenazah setelah ditemukan, harus melewati gang sangat sempit dan anggota estafet kantong jenazah agar bisa sampai ke ambulans,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, dalam keterangan tertulis.

Hampir 3 jam pencarian atau sejak pukul 08.00-10.55 WIB, tim gabungan menemukan lima jenazah yakni empat pria dewasa dan satu balita perempuan.

"Selanjutnya, seluruh jenazah dibawa ke RSU Sayang untuk proses identifikasi oleh DVI," sambung Dedi.

Evakuasi korban masih akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama instansi lainnya. "Cuaca dan medan yang tak mudah masih menjadi tantangan bagi tim gabungan menemukan korban hilang akibat gempa," katanya.

Hingga Jumat (25/11/2022), Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan 310 orang tewas dan 24 orang masih dinyatakan hilang akibat gempa tersebut. Jumlah pengungsi mencapai 36.450 orang yang tersebar di 110 titik pengungsian.

Gempa terjadi pukul 13.21 WIB, Senin (21/11/2022). Pusat gempa berlokasi di darat dengan kedalaman 10 kilometer, dengan koordinat 6,84 lintang selatan dan 107,5 bujur timur. Gempa yang dirasakan di 10 kabupaten dan kota di Jawa Barat itu tidak berpotensi tsunami.

Baca juga artikel terkait KORBAN GEMPA CIANJUR atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Anggun P Situmorang