Periksa Fakta

Tidak Benar Ratusan Minyak Goreng Kemasan Dibuang ke Laut

Penulis: Fina Nailur Rohmah, tirto.id - 11 Agu 2022 15:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Video memperlihatkan proses evakuasi minyak goreng yang jatuh akibat kecelakaan kapal Kargo Aneka Maju.
tirto.id - Informasi yang beredar terkait minyak goreng ramai dibicarakan sejak terjadinya kelangkaan komoditas ini pada bulan Februari lalu. Tak jarang, informasi yang tersebar justru menyesatkan. Dalam rentang Februari-April, Tirto telah menemukan beberapa hoaks mengenai minyak goreng, seperti pembagian minyak gratis di setiap desa/kelurahan di seluruh Indonesia dan cara mendeteksi minyak goreng palsu.

Sementara pada awal Agustus ini, minyak goreng kembali menjadi perbincangan di media sosial. Sebuah akun Facebook bernama Zhee Bee (tautan) mengunggah video berdurasi 30 detik yang menampilkan sejumlah minyak goreng kemasan dinaikkan ke atas kapal. Video itu diiringi keterangan “kemarin beras bansos dikubur, eh sekarang minyak goreng ditemukan di lautan. Ancor ancor.”

Akun Zhee Bee juga menghubungkan video dengan peristiwa sabotase Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1965, yang ia klaim terjadi ketika beras dan bahan pokok lainnya dibuang ke laut pada periode tersebut. Akun tersebut juga menyatakan bahwa saat itu rakyat makan bulgur, yakni makanan kuda yang dimasak menggunakan gula jawa.

“Waspadalah dengan NEO PKI!!!,” tulis akun Zhee Bee.

Bersamaan dengan video, akun itu juga menyertakan berita Wartakotalive.com. Judulnya, “Ibu-ibu Pasti Nangis, Ribuan Minyak Goreng Kemasan Tercecer di Laut Lepas.” Artikel tersebut dipublikasikan pada 2 Agustus 2022.

Periksa Fakta Minyak Goreng
Minyak Goreng di Laut. foto/fb/Zhee Bee/ hotline periksa fakta tirto


Unggahan yang tersebar telah disaksikan sebanyak 43 kali dan mendapatkan 6 likes dari pengguna Facebook lainnya. Walau reaksi unggahan akun Zhee Bee tidak banyak, postingan ini berpotensi disalahartikan pembaca sebagai minyak goreng yang sengaja dibuang ke laut. Oleh karenanya informasi ini penting untuk diperiksa.

Lantas, apa peristiwa sebenarnya di balik video yang tersebar? Apakah video tersebut menunjukkan pembuangan minyak goreng ke laut?

Penelusuran Fakta

Tirto mencoba mencermati video berdurasi 30 detik yang beredar. Dalam video itu terdengar suara laki-laki yang berkata, "Dapat minyak goreng di tengah laut, berserakan, sampai kapal miring. Nah, itu baru dinaikkan lagi. Nampaknya ada kapal tenggelam, muatan tumpah semua.”

Video ini memang identik dengan video ratusan kemasan minyak goreng mengambang di lautan yang berseliweran di Instagram, termasuk di sini, sini, dan sini pada 1 Agustus 2022. Dalam video tersebut tampak sebuah kapal dan beberapa orang berusaha mengumpulkan ratusan minyak goreng yang terombang-ambing di laut. Seorang kru kapal tampak berusaha berenang menggunakan pelampung agar bisa mengambil minyak goreng. Terlihat juga ratusan minyak goreng di atas kapal yang sudah berhasil diambil dan dikumpulkan.
Dalam video tersebut tampak sebuah kapal dan beberapa orang berusaha mengumpulkan ratusan minyak goreng yang terombang-ambing di laut. Seorang kru kapal tampak berusaha berenang menggunakan pelampung agar bisa mengambil minyak goreng. Terlihat juga ratusan minyak goreng di atas kapal yang sudah berhasil diambil dan dikumpulkan. Dalam akun undercover.id menjelaskan ratusan minyak goreng kemasan tumpah ruah di tengah laut, tetapi belum diketahui apa penyebabnya.

Baca selengkapnya di artikel "Video Viral Minyak Goreng Mengambang di Laut, Ini Kata Kemendag", https://tirto.id/gu1D

Kemiripan antara video yang beredar di Facebook dengan video yang beredar di Instagram dapat dikenali dari keberadaan laki-laki berpelampung yang menaikkan minyak goreng ke kapal serta bagian samping kapal, di mana terlihat banyak kemasan minyak goreng berserakan. Anak tangga pada kapal pun nampak sama-sama berwarna kuning.

Suara pria dalam video menyebut bahwa kejadian itu merupakan proses evakuasi minyak goreng. Perlu digarisbawahi, tidak ada keterangan video yang menyatakan terkait pembuangan tumpukan minyak-minyak tersebut ke laut.

Akun majeliskopi08.id (tautan) misalnya, menulis deskripsi seperti "ribuan minyak goreng kemasan pouch tumpah ke laut, tampak beberapa orang awak kapal sedang berusaha memungut dan memindahkannya ke atas kapal."

Sementara itu, video yang tersebar di Instagram juga disematkan dalam artikel Wartakotalive.com tanggal 2 Agustus 2022 yang diunggah akun Zhee Bee.

Menurut artikel tersebut, insiden itu terjadi di Selat Malaka pada Minggu (31/7/2022). Kapal Kargo Aneka Maju yang bermuatan sembako dan bahan pokok dikabarkan tenggelam. Kapal tersebut berlayar dari Tanjung Balai menuju Tanjung Pinang.

Akibat dari kejadian ini, bahan pokok dan sembako yang dibawa tumpah ke laut. Sehingga para anak buah kapal harus mengevakuasi dan menaikkan barang-barang ke kapal lain.

Isi artikel tersebut tidak menyinggung adanya pembuangan minyak goreng kemasan ke laut.

Tirto juga meminta klarifikasi terkait informasi ini pada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syailendra. Senada, Syailendra juga menyatakan video tersebut menunjukkan kecelakaan kapal, bukan pembuangan minyak goreng.

Itu kecelakaan kapal kok, enggak hanya angkut minyak goreng saja. Dia angkut yang lain juga. Udah selesai ya,” katanya pada Rabu (10/8/2022).

Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, video yang beredar memperlihatkan proses evakuasi minyak goreng yang jatuh akibat kecelakaan kapal Kargo Aneka Maju, bukan pembuangan minyak-minyak tersebut ke laut.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra menyebut kapal itu tidak hanya mengangkut minyak goreng kemasan tetapi juga berbagai bahan pokok lainnya. Kasus dalam video pun disebut Syailendra sudah terselesaikan dan minyak goreng yang berceceran telah terkumpul kembali.

Dengan begitu, narasi yang menyebut bahwa video menunjukkan pembuangan minyak goreng ke laut besifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Fina Nailur Rohmah
(tirto.id - Bisnis)

Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Farida Susanty

DarkLight