Tiap Harga Minyak Turun 1 Dolar, Penerimaan Negara Susut Rp3,5 T

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 4 Mei 2020
Penurunan harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah memukul penerimaan negara.
tirto.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan setiap penurunan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sebesar 1 dolar, akan menyebabkan penerimaan negara berkurang hingga Rp3,5 triliun.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan penurunan sebesar itu menunjukkan pengaruhnya pada penerimaan negara tergolong sensitif. Dampaknya pun sangat terasa pada dua pos penerimaan migas di PPh dan Penerimaan negara Bukan Pajak (PNBP).

Jika ICP anjlok di angka 38 dolar AS per barel minyak dan kurs menyentuh Rp17.500 per dolar AS sesuai skenario dalam Perpres 54/2020 tentang perubahan postur APBN 2020, maka praktis penerimaan akan terpukul karena dalam APBN 2020 awal, ICP ditetapkan seharga 63 dolar AS per barel minyak dan kurs Rp14.400 per dolar AS.

Ia pun membuat simulasi bila harga ICP dan kurs benar seperti dalam Perpres 54/2020 maka PNBP Migas bakal turun menjadi Rp53,29 triliun dari target APBN 2020 Rp127,31 triliun. Lalu PPh migas turun dari target APBN 2020 semula senilai Rp57,43 triliun menjadi Rp43,75 triliun.

Jika ICP turun lebih dalam lagi sampai hanya 20 dolar as per barel minyak, maka PNBP Migas bisa hanya tersisa Rp9,93 triliun. Lalu PPh Migas hanya tersisa Rp25,8 triliun.

Di sisi lain, dampak pelemahan kurs menurutnya juga sangat terasa. Ia menyebutkan tiap pelemahan Rp100 per dolar AS saja, dampaknya bakal berpengaruh pada perubahan Rp700 miliar pada potensi penerimaan.

“Perubahan kurs 100 rupiah per dolar AS bisa berdampak Rp0,7 triliun ke penerimaan negara,” ucap Arifin dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR RI, Senin (4/5/2020).



Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight