Film The Predator (2018) pada akhir pekan kemarin menduduki puncak box office dengan pendapatan kotor 24 juta dolar atau sekitar Rp355,3 miliar untuk pemutaran dari tanggal 14-16 September 2018 di Amerika Serikat dan Kanada.

Film yang diproduksi dengan biaya 88 juta dolar (Rp1,3 triliun) ini memuncaki Box Office pekan kemarin, dengan pemutaran di 4.037 bioskop.

Dibandingkan dengan Predators 2010 yang mampu menghasilkan 24,76 juta dolar untuk pemutaran hanya di 2.669 bioskop, The Predator (2018) pendapatan debutnya dinilai kurang memuaskan.

Namun begitu, dengan pencapaian akhir pekan kemarin, The Predator (2018) telah memimpin di Box Office dan menggeser pemuncak pekan sebelumnya The Nun yang mengumpulkan 18,2 juta dolar dalam sepekan terakhir ini, dilansir boxofficemojo.com.

Di bawah The Nun, pada peringkat tiga diisi A Simple Favor dengan 16,05 juta dolar, kemudian White Boy Rick di posisi keempat dengan hanya 8,8 juta dolar, dan Crazy Rich Asians di peringkat lima dengan 8,7 juta dolar.

Secara internasional, The Predator dalam debut di 72 pasar dengan estimasi pendapatan kotor dari penjualan tiket 30,7 juta dolar atau sekira Rp454,6 miliar.


The Predator (2018) digarap oleh Shane Black yang sebelumnya telah menyutradarai The Nice Guys, Doc Savage dan pernah ikut memainkan peran pembantu sebagai Rick Hawkins di The Predator (1987).

The Predator mengisahkan upaya seorang tentara elite sekaligus seorang ayah bernama Quinn McKenna (Boyd Holbrook) untuk menyelamatkan anaknya yang menyandang spektrum autisme dari tangan alien Predator.

Mulanya ia secara tidak sengaja mendapati keberadaan predator, orang tersebut bernama Quinn McKenna (Boyd Holbrook). Ketika ia mencoba untuk memberi tahu akan penemuannya tersebut tidak ada orang yang mempercayainya, termasuk peneliti yang bernama Casey Bracket (Olivia Munn). Casey Bracklet adalah seorang profesional di bidang biologi ditarik ke organisasi pemerintah untuk mengetahui apakah predator pernah bercinta dengan manusia.

Hingga kemudian sosok predator yang pernah dilihat oleh Quinn ternyata benar-benar hadir dan mulai memburu manusia.

Awalnya, kemunculan predator sendiri tidak mengganggu manusia, bahkan mereka juga sempat bersahabat. Manusia sering menyebut istilah Predator sebagai Yautja. Sementara Predator sering menyebut buruannya dengan sebuatan Xenomorph.

Predator ingin memburu Xenomorph yaitu supaya keturunannya memiliki keahlian dalam berburu. Xenomorph adalah sebagian makhluk luar angkasa yang memiliki sifat matematika, lincah dan cerdas. Sialnya, kesalahan sebagian Predator muda adalah mereka tidak hanya memburu Xenomorph, tetapi menjadikan para manusia juga sebagai buruannya dengan sengaja.

Yang dipertanyakan kemudian adalah kenapa predator muda memburu manusia?


Film yang banyak dihiasi adegan-adegan baku tembak, laga hingga perkelahian jarak dekat ini dijadikan sebagai film reboot dari film Predator pertama. Namun begitu, Shane Black menegaskan bahwa film ini adalah sekuel atau kelanjutan dari waralaba Predator. Berikut susunannya:

  • Predator (1987)
  • Predator 2 (1990)
  • Predators (2010)
  • The Predator (2018)
Crossover series
  • Alien vs Predator (2004)
  • Aliens vs Predator: Requiem (2007)
Film The Predator (2018) menghadirkan akting dari sejumlah bintang kenamaan, seperti Boyd Holbrook (Logan, Drop City), Jacob Tremblay (Room, Wonder, Good Boys), Trevante Rhodes (Burning Sands, 12 Strong), Olivia Munn (Ocean’s Eight, X-Men: Dark Phoenix), Sterling K. Brown (Black Panther, Marshall), dan Keegan-Michael Key (The Disaster Artist, The Lion King).

Film yang diproduksi 20th Century Fox, Davis Entertainment, Silver Pictures dan Lawrence Gordon Productions ini diproduseri oleh John Davis, Lawrence Gordon dan Blondel Aidoo.