Menuju konten utama

Teror Pembakaran Mobil Marak, Mendagri Minta Siskamling Dihidupkan

Mendagri Tjahjo Kumolo meminta Siskamling dihidupkan kembali untuk mengantisipasi kasus pembakaran mobil dan motor yang marak terjadi, terutama di Jawa Tengah. 

Teror Pembakaran Mobil Marak, Mendagri Minta Siskamling Dihidupkan
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kanan) bersama Kabareskrim Komjen Pol Arief Sulistyanto (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan saat mendatangi Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta, Kamis (3/1/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan rentetan pembakaran mobil dan motor misterius di Jawa Tengah perlu ditangani secara serius oleh kepolisian. Menurut Tjahjo, pembakaran sejumlah kendaraan bermotor di Jawa Tengah akhir-akhir ini merupakan teror.

Oleh karena itu, kata dia, kepolisian harus mengusut kasus ini dan menemukan pelakunya. Selain itu, kata dia, kasus ini perlu diantisipasi dengan memperkuat kerja sama antara kepolisian dengan warga.

“Perlu digalakkan kerja sama Polri dengan masyarakat dalam bentuk menghidupkan lagi Siskamling [Sistem Keamanan Lingkungan], khususnya di tiap RT dan RW,” kata Tjahjo dalam siaran tertulisnya pada Minggu (10/2/2019).

Dia menegaskan teror pembakaran mobil dan motor yang terjadi di Jawa Tengah harus dilawan, baik oleh aparat negara maupun masyarakat.

“Tidak boleh kesatuan dan kedaulatan negara Pancasila diacak acak pikiran terorisme dan tindakan teror. Perusakan dan Penakutan semacam itu harus dilawan,” ujar Tjahjo.

Dia menambahkan, pada beberapa hari lalu, Kemendagri menggelar rapat koordinasi nasional bersama Satpol PP dan Linmas se-Indonesia. Tjhajo menyatakan rapat koordinasi itu digelar untuk mendorong kerja sama Polri dengan perangkat RT/RW, Satpol PP, Limnas, Kodim dan Koramil serta ormas dalam mengatasi masalah gangguan keamanan.

“Kita harus berani menentukan sikap, siapa kawan dan siapa lawan, yang merusak ketenteraman masyarakat,” ujar Tjahjo.

Polda Jawa Tengah saat ini sedang memburu para pelaku pembakaran sejumlah mobil dan motor yang terjadi secara beruntun. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Syahar Diantono menyatakan Polda Jateng mengerahkan 1200 petugas untuk menangani kasus ini dan mencegah hal serupa terulang.

“Polisi tidak bisa kerja sendiri sebab cakupan wilayah yang luas,” kata Syahar di Mabes Polri pada Jumat lalu (8/2/2019).

Menurut dia, tingkat kewaspadaan polisi makin ditingkatkan saat memasuki jam rawan sekitar pukul 02.00-05.00 WIB dengan berpatroli terutama di daerah perbatasan. Menurut dia, sementara itu, rentetan pembakaran mobil dan motor diduga bermotif meresahkan warga dan terencana.

“Kami lakukan upaya preventif untuk mencegah terjadinya peristiwa itu, kami juga memberdayakan pengamanan swakarsa,” kata Syahar.

Sedangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menduga pelaku teror pembakaran mobil dan motor yang terjadi di sejumlah daerah di provinsinya dilakukan oleh orang terlatih.

"Kalau kita melihat motifnya sampai hari ini belum ada yang tahu, pola yang dilakukan oleh peneror cenderung acak dan tidak meninggalkan apa pun. Saya menduga orangnya ini cukup terlatih," kata dia di Semarang pada Rabu (6/2/2019) seperti dikutip Antara.

Kasus pembakaran kendaraan ini terjadi pada malam atau dini hari terhadap kendaraan yang diparkir di depan rumah atau tepi jalan. Pelaku diduga menggunakan kain yang diberi bensin lalu membakarnya yang kemduian diletakkan pada badan kendaraan. Jumlah mobil dan motor yang dibakar di Jawa Tengah sudah mencapai puluhan.

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBAKARAN atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Hukum
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Jay Akbar