Terkendala Visa, Tim Investigasi COVID-19 WHO Ditolak Masuk Cina

Oleh: Restu Diantina Putri - 6 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Padahal penyelidikan yang telah lama ditunggu tersebut sudah disetujui oleh Beijing pada Desember 2020 setelah negoisasi berbulan-bulan dengan WHO.
tirto.id - Tim Investigasi WHO yang akan meneliti asal usul virus Corona di kota Wuhan ditolak masuk oleh otoritas Cina. Demikian dilaporkan BBC.

Terdapat dua anggota tim investigasi yang tidak diizinkan masuk ke Cina. Satu orang memutuskan kembali dan seorang lagi kini masih berada di negara transit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pangkal masalahnya lantaran perizinan visa yang belum terpenuhi.

Padahal penyelidikan yang telah lama ditunggu tersebut sudah disetujui oleh Beijing pada Desember 2020 setelah negoisasi berbulan-bulan dengan WHO.

Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pihaknya “sangat kecewa” Cina belum juga merampungkan izin untuk kedatangan timnya “mengingat dua anggota sudah memulai perjalanan mereka dan yang lainnya tidak dapat melakukan perjalanan pada menit terakhir”.

“Saya sudah diyakinkan bahwa Cina akan mempercepat prosedur perizinan di internalnya untuk penempatan sesegera mungkin,” katanya kepada wartawan di Jenewa, Selasa (5/1/2021). Ia juga menjelaskan pihaknya telah mengontak pejabat senior di Cina untuk menekankan bahwa “misi tersebut adalah prioritas WHO dan dunia internasional.”

WHO telah mengupayakan mengirim tim investigasi beranggotakan 10 orang ahli internasional selama berbulan-bulan dengan tujuan menyelidiki asal hewan yang menyebabkan pandemi dan bagaimana virus itu menulari manusia.

Pada bulan lalu, WHO mengumumkan investigasi itu akan dimulai Januari 2021. Dua anggota dari tim investigasi tersebut bertolak ke Cina pada Selasa (5/1/2021) waktu setempat. Melansir Reuters, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO Dokter Michael Ryan menyebut satu di antaranya sudah kembali, sementara satu orang lainnya masih berada di negara transit.

COVID-19 dilaporkan pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina pada akhir 2019. Virus diduga berasal dari salah satu pasar hewan di kota tersebut.

Namun hingga saat ini, muasal virus tersebut masih diperdebatkan. Beberapa ahli percaya pasar di Wuhan bukan tempat asal virus yang telah membunuh 1,8 juta orang di dunia itu. Pasar tersebut hanya episentrum pertama yang memperluas penyebaran virus.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan coronavirus sangat mungkin sudah ada pada kelelawar tanpa terdeteksi selama beberapa dekade. Namun belum diketahui inang hewan perantara yang menularkan virus dari kelelawar ke manusia.





Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Restu Diantina Putri
(tirto.id - Hard News)

Penulis: Restu Diantina Putri
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
DarkLight