Menuju konten utama

Terhalang Presidential Threshold, Demokrat Sulit Ajukan Nama Capres

“Ini bukan masalah kesulitan memilih nama atau tidak tapi kalkulasi politik itu harus matang. Kedua, tidak mudah memenuhi suara PT 20 persen."

Terhalang Presidential Threshold, Demokrat Sulit Ajukan Nama Capres
Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) berfoto bersama sejumlah kader partai Demokrat usai menyampaikan orasi politik di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (9/6/2018). ANTARA FOTO/Galih Pradipta.

tirto.id - Partai Demokrat telah melaksanakan rapat majelis tinggi partai pada Senin (9/7/2018) dengan agenda membahas kemungkinan-kemungkinan skema menghadapi Pilpres 2019.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean kepada Tirto.

Ferdinand menyampaikan bahwa masalah pemilihan nama capres dan cawapres dari Partai Demokrat disebabkan belum adanya koalisi yang terjalin oleh Partai Demokrat dengan partai lain hingga saat ini.

“Ini bukan masalah kesulitan memilih nama atau tidak tapi kalkulasi politik itu harus matang. Kedua, tidak mudah memenuhi suara PT [presidential threshold] 20 persen. Percuma kita menyebut nama, tapi 20 persen belum ada. Kita kan bukan pelawak. Kita politisi. Kita ada nama-nama yang sudah dibicarakan. Belum mengerucut dan belum diumumkan karena 20 persen itu belum ada,” tegasnya, Selasa (10/7/2018).

Ferdinand mengatakan, nama-nama seperti Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebenarnya dibahas dalam rapat tersebut. Tapi Demokrat tidak bisa menyebutkan karena masih ada skema lain seperti membentuk poros ketiga. Oleh karena itu, nama-nama ini akan disebutkan akhir bulan mendatang.

“Belum dijadwalkan lagi [pertemuan majelis tinggi]. Tapi tentu dalam waktu-waktu dekat akan bersidang lagi. Sesuai jadwal sih, sekitar akhir Juli atau awal Agustus sudah akan kami umumkan. Jadi kami terus komunikasi dengan partai politik lain,” ujarnya lagi.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menyatakan bahwa keputusan Partai Demokrat bergantung kepada rekomendasi majelis tinggi. Sebagai salah satu anggotanya, Syarief mengaku tidak ada pembicaraan tentang nama dalam rapat di Partai Demokrat kemarin.

"Nama belum. Kita belum bahas tentang figur karena ini kan masalah bangsa nggak mungkin dalam rapat setengah hari langsung selesai. Masih ada tahapan yang harus kira lewati lagi," kata Syarief usai rapat sejak pukul 14.00 WIB di kediaman pribadi Presiden RI ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono, Kuningan, Jakarta.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Maya Saputri