Tepat 30 Tahun Lalu, NASA Berhasil Tangkap Foto Pertama Neptunus

Oleh: Rachma Dania - 23 Agustus 2019
Dibaca Normal 2 menit
NASA berhasil mendapatkan foto planet kedelapan, sekaligus planet terluar dari sistem tata surya, Neptunus tepat 30 tahun lalu.
tirto.id - Tepat pada 30 tahun yang lalu pada bulan Agustus, NASA berhasil mendapatkan foto planet kedelapan, sekaligus planet terluar dari sistem tata surya, Neptunus.

Pada 25 Agustus 1989 wahana antariksa Voyager 2 milik NASA membawakan hasil dari penerbangan jarak dekat Neptunus. Penerbangan ini membawa hasil yakni foto Neptunus pertama yang dapat dilihat oleh orang-orang di Bumi.

Hal ini juga menadai berakhirnya Tur Besar misi Voyager, demikian sebagaimana dilansir situs web misi Voyager. Voyager merupakan misi perjalanan ruang angkasa oleh pesawat nirawak Voyager 1 dan 2 untuk melintasi tata surya.

Tur Besar ini melibatkan pesawat Voyager yang sudah menjelajahi empat planet raksasa tata surya yakni Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Sejak saat itu tidak ada pesawat ruang angkasa lain yang pernah mengunjungi Neptunus.

"Program planet Voyager benar-benar merupakan kesempatan untuk menunjukkan kepada publik tentang apa sains itu," kata Ed Stone, seorang profesor fisika di Caltech dan ilmuwan proyek Voyager sejak 1975. "Setiap hari kami belajar sesuatu yang baru," ungkapnya seperti dikutip NASA.

Para teknisi juga mengemukakan pada pertemuan itu mereka berhati-hati mengubah arah dan kecepatan penyelidikan sehingga bisa melakukan penerbangan jarak dekat dengan satelit Planet Neptunus, yakni Triton. Dari penyelidikan ini juga ditemukan, Triton merupakan satelit yang tidak hanya terbuat dari bola es padat, pada triton ditemukan permukaan muda secara geologis dan geiser aktif yang memuntahkan material ke angkasa.

Pada saat Voyager 2 mencapai Neptunus, sebenarnya tim misi Voyager telah menyelesaikan lima pertemuan planet. Namun, planet yang terjauh dari Matahari ini tentunya memiliki tantangan tersendiri.

Planet ini memiliki jarak 30 kali lebih jauh dari jarak Bumi ke Matahari. Neptunus hanya menerima sekitar 0,001 kali jumlah sinar Matahari bila dibandingkan dengan Bumi, hal tersebut menjadikannya menjadi raksasa es. Dalam cahaya redup seperti itu, kamera Voyager 2 membutuhkan eksposur yang lebih lama untuk mendapatkan gambar berkualitas.

Kesulitan tersebut ditambah dengan kecepatan pesawat ruang angkasa yang mencapai batas maksimum sekitar 60.000 mph (90.000 kph) relatif terhadap Bumi. Kecepatan pesawat dan ekspoksur yang lambat mengakibatkan foto Neptunus menjadi sulit didapat, hal ini sama seperti saat kita berusaha untuk memfoto rambu-rambu lalu lintas dalam mobil yang memiliki kecepatan maksimal pada saat malam hari.

Jadi tim memogram Voyager memutar pesawat ruang angkasa untuk menjaga kamera fokus pada targetnya tanpa mengganggu kecepatan dan arah keseluruhan pesawat ruang angkasa.

Pada saat itu jarak yang sangat jauh juga membuat penelitian ini semakin sulit. Sinyal radio Voyager 2 mencapai Bumi dengan lemah dibandingkan dengan flyby lainnya. Akan tetapi pesawat ruang angkasa nirawak ini memiliki keuntungan yakni Voyager bisa berkomunikasi dengan Bumi melalui Deep Space Network (DSN) yang menggunakan antena radio yang berlokasi di Madrid, Spanyol; Canberra, Australia; dan Goldstone, California.

Pada saat foto dikirim banyak orang yang mengelilingi monitor pada Jet Propulsion Laboratory NASA, laboratorium yang mengelola misi tersebut yang berlokasi di Pasadenia, California.

"Salah satu hal yang membuat perjumpaan planet Voyager berbeda dari misi hari ini adalah tidak ada internet yang memungkinkan seluruh tim dan seluruh dunia untuk melihat gambar pada saat yang sama," kata Stone. "Gambar-gambar itu tersedia secara real time di sejumlah lokasi terbatas."

Namun tim berkomitmen untuk memberikan pembaruan kepada publik secepat mungkin sehingga dari 21 hingga 29 Agustus, mereka akan membagikan penemuan mereka dengan dunia selama konferensi pers harian. Pada 24 Agustus, sebuah program yang disebut Voyager All Night menyiarkan pembaruan reguler dari pertemuan terdekat penyelidikan dengan planet ini, program ini berlangsung pukul 04.00 pagi GMT.

Pagi berikutnya, Wakil Presiden Dan Quayle mengunjungi Lab untuk memuji tim Voyager. Malam itu, Chuck Berry, yang lagunya "Johnny B. Goode" dimasukkan dalam Golden Record yang terbang bersama kedua Voyagers, diputar di perayaan prestasi JPL.

Voyager hingga kini masih berada di tata surya. Tepat hari ini Voyager 1 sudah menelusuri tata surya selama 42 tahun sedangkan Voyager 2 sudah menelusuri selama 41 tahun.

Voyager 2 kini berjarak sekitar 2,9 miliar mil (4,7 miliar kilometer) dari Bumi, atau mencapai 11 miliar mil (18 miliar kilometer), sedangkan Voyager 1, pesawat tersebut bergerak lebih cepat dan berjarak 13 miliar mil (21 miliar kilometer) dari Bumi.

Baik Voyager 1 dan Voyager 2 kini telah mencapai "ruang antarbintang" atau Intersellar space dan masing-masing pesawat sedang melanjutkan perjalanan mereka di alam semesta. Di aplikasi NASA Eyes on the Solar System, manusia dapat melihat lintasan pesawat ruang angkasa nyata dari Voyagers, yang diperbarui setiap lima menit. Jarak dan kecepatan tersebut akan diperbarui secara berkala.


Baca juga artikel terkait NASA atau tulisan menarik lainnya Rachma Dania
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Rachma Dania
Penulis: Rachma Dania
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight