Tema Hari Penanggulangan Degradasi Lahan & Kekeringan Sedunia 2021

Oleh: Erika Erilia - 17 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Tanggal 17 Juni diperingati sebagai Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia atau The World Day to Combat Desertification and Drought.
tirto.id - Tanggal 17 Juni diperingati sebagai Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia atau The World Day to Combat Desertification and Drought. Apa tema peringatan tahun 2021 ini dan bagaimana sejarahnya?

Mengutip laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, peringatan ini dideklarasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1994 berdasarkan Resolusi Sidang Umum PBB No. A/RES/49/115.

Degradasi lahan dan kekeringan merupakan sebuah ancaman nyata yang bisa terjadi di mana saja. Dikutip dari laman UNCCD, 23 persen lahan di dunia sudah tidak produktif. Sementara itu, 75 persen lahan sudah berubah dan kebanyakan dimanfaatkan untuk pertanian.

Ironisnya, perubahan bentuk lahan ini terjadi dengan cepat dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Padahal, degradasi lahan dan kekeringan sangat berdampak pada kehidupan manusia.

Dengan latar belakang permasalahan tersebut, PBB kemudian menetapkan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia untuk diperingati setiap tahunnya. Tujuan peringatan ini adalah:

  • Meningkatkan kesadaran publik tentang masalah lahan kritis yang terjadi akibat kekeringan dan degradasi lahan.
  • Memberi informasi kepada masyarakat bahwa masalah lahan kritis bisa diatasi secara efektif dengan solusi tertentu. Faktor utama keberhasilan solusi ini terletak pada partisipasi dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat.
  • Memperkuat implementasi Konvensi PBB dalam memerangi desertifikasi (penggurunan) di beberapa negara yang mengalami kekeringan/desertifikasi serius, khususnya di Afrika.

Tema Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia Tahun 2021

Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia tahun 2021 mengambil tema restoration, land, recovery. Melansir laman UNCCD, peringatan kali ini difokuskan untuk mengembalikan lahan kritis menjadi lahan yang sehat dan produktif.

Pemulihan lahan kritis dapat memberikan dampak positif pada kehidupan. Dampaknya antara lain memberikan ketahanan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan.

Sedangkan di masa sekarang, pemulihan lahan secara tidak langsung ikut membantu memperbaiki kehidupan yang terdampak pandemi COVID-19.

Ibrahim Thiaw selaku Sekretaris Eksekutif UNCCD mengungkapkan bahwa pemulihan lahan dapat memberikan kontribusi yang luar biasa besar terhadap perbaikan ekonomi pasca COVID-19.



Saat ini ratusan mata pencaharian hilang akibat adanya pandemi. Maka itu, berinvestasi pada pemulihan lahan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan perekonomian.

Selain meningkatkan ekonomi, pemulihan lahan kritis berarti juga memperbaiki ekosistem alam. Saat ini hampir tiga per empat lahan bumi telah dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan, jalan raya, serta perumahan.

Memperbaiki ekosistem dapat mengurangi perubahan iklim sekaligus memperkuat pertahanan alam terhadap bencana dan cuaca ekstrem.

Pencegahan serta pemulihan lahan kritis menjadi agenda yang sangat penting dan mendesak untuk saat ini. Pasalnya, hal ini dapat mempercepat pemulihan akibat pandemi sekaligus menjamin kelangsungan hidup manusia jangka panjang.

Baca juga artikel terkait HARI PENANGGULANGAN DEGRADASI LAHAN DAN KEKERINGAN SEDUNIA atau tulisan menarik lainnya Erika Erilia
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight