Tema Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2022 dan Sejarah Harkitnas

Penulis: Dipna Videlia Putsanra - 18 Mei 2022 13:50 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Tema Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan sejarah peringatannya.
tirto.id - Hari Kebangkitan Nasional 2022 diperingati pada tanggal 20 Mei. Tahun ini menandai peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengambil momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai tonggak Indonesia bangkit usai pandemi Covid-19.

"Kita dapat merasakan bahwa situasi saat ini sudah jauh membaik dibandingkan pada saat awal dunia diserang ganasnya Covid-19 hingga ditetapkan sebagai pandemi global," tulis Johhny dalam Surat edara Menkominfo soal Penyampaian Pedoman Penyelenggaran Harkitnas 2022.

Menurut Johnny, kebangkitan dari pandemi ini merupakan hasil usaha dari berbagai pihak yang semakin sigap dalam menangani setiap kasus Covid-19 dan kesadaran masyarakat yang terus meningkat untuk saling menjaga dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Tujuan peringatan 114 Tahun Kebangkitan Nasional Tahun 2022 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong-rotong kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, untuk mempercepat pulihnya bangsa kita dari pandemi Covid- 19 dalam “Ayo Bangkit Bersama”.


Tema Hari Kebangkitan Nasional 2022


Mengambil momentum bangkit dari pandemi ini, tema Hari Kebangkitan Nasional 2022 adalah “Ayo Bangkit Bersama". Tema ini dipilih agar Harkitnas ini dapat menjadi momentum bagi bangsa untuk bersama-sama mengobarkan semangat bangkit dari pandemi Covid-19 yang telah lebih dari 2 tahun menyerang.

Pada masanya, Dr Sutomo beserta para pelajar STOVIA mendirikan perhimpunan Budi Utomo untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari bangsa-bangsa lain. Menkominfo meminta kita untuk memiliki semangat juang yang sama membebaskan diri dari pandemi yang diakibatkan Covid-19.

"Kita harus mendukung pemerintah Indonesia agar mampu beradaptasi dengan cepat dan melewati masa-masa krisis. Jangan biarkan keadaan membelenggu kita dalam masa-masa sulit. Kita tidak akan pernah bergerak dan berubah bila hanya saling menunjuk," ujar Johnny.


Sejarah Hari Kebangkitan Nasional


Sejarah Hari Kebangkitan Nasional tak bisa lepas dari organisasi Budi Oetomo yang didirikan Dr Sutomo. Pada tanggal 20 Mei 1948, Presiden Pertama Indonesia, Sukarno menetapkan hari lahirnya perkumpulan Boedi Oetomo sebagai Hari Bangkitnya Nasionalisme Indonesia.

Pada masa itu, banyak ancaman perpecahan antargolongan dan ideologi di tengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda. Semangat persatuan yang digagas oleh Boedi Oetomo menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan bangsa.

Boedi Oetomo adalah organisasi pertama di Indonesia yang bersifat nasional dan modern dalam sejarah pergerakan kemerdekaan. Organisasi ini didirikan oleh Dr. Sutomo beserta para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) pada tahun 1908.

Boedi Oetomo lahir untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain. Organisasi inilah yang menyatukan pergerakan di Indonesia dari yang bersifat kedaerahan menjadi nasional dengan tujuan akhir kemerdekaan.

Tujuan didirikannya Boedi Oetomo yang tercetus dalam kongres pertamanya ialah untuk menjamin kehidupan sebagai bangsa yang terhormat dengan fokus pergerakan di bidang pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan.

Boedi Oetomo telah meletakkan tiga cita-cita bagi kebangkitan nasional yakni memerdekakan cita-cita kemanusiaan, memajukan nusa dan bangsa, serta mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat di mata dunia.

Lahirnya Boedi Oetomo mempelopori organisasi pergerakan di masa selanjutnya seperti Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, dan Muhammadiyah.


Baca juga artikel terkait HARI KEBANGKITAN NASIONAL atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight