Naskah Khotbah Jumat

Teks Khutbah Jumat Terbaru: Menjauhi Diri dari Sifat Korupsi

Penulis: Dhita Koesno, tirto.id - 9 Des 2022 04:30 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Naskah khotbah Jumat singkat pekan ini bertemakan tentang bagaimana menghindari sifat yang mendekati ke arah korupsi.
tirto.id - Contoh teks khutbah Jumat singkat terbaru mengambil tema tentang menjauhi diri dari sikap yang mendekati ke arah korupsi.

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh..


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ,
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ,
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللَّهِ وَاَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًا رَسٌؤلُ اللَّهِ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

Alhamdulillah..segala puji bagi Allah yang kembali dapat mempertemukan kita dalam majelis salat dan khotbah Jumat yang dirahmati-Nya pada pekan ini, 9 Desember 2022

Salawat dan salam juga selalu kita haturkan kepada junjungan kita Baginda Rasulullah SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam amal sampai hari kiamat. Amma ba'du.


Contoh Khutbah Jumat Singkat Pekan Ini


Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,


Tahukah Anda bahwa pada hari ini 9 Desember bertepatan dengan Hari Anti-Korupsi Sedunia, karena itulah seperti disampaikan di atas, tema yang diangkat juga seputar korupsi dan semoga ini bisa menjadi pengingat bagi khatib maupun jamaah yang hadir pada majelis ini, aamiin ya mujibassailiin.

Kampanye antikorupsi sudah banyak digaungkan dan kita mungkin sudah sering melihat atau mendengarnya di media-media, namun pada kenyataannya, berita soal pejabat atau public figure yang tertangkap KPK karena korupsi juga banyak diberitakan.

Mengapa ini bisa terjadi, apakah korupsi memang susah diberantas? Ini sebenarnya sama saja dengan memberantas judi, perzinahan dan perbuatan kriminal lainnya. Karena perbuatan-perbuatan tersebut berkaitan dengan nafsu manusia.

Pada praktiknya, seperti mengutip salah satu slogan antikorupsi "Berani Jujur Itu Baik" memang sangat susah untuk dilakukan, bukan? Sebab manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki nafsu dan memiliki keinginan.

Sebenarnya satu yang utama jika kita ingin menjauhi sifat atau keinginan untuk korupsi adalah fondasi agama, keyakinan kita bahwa setiap apa yang kita pikirkan serta apa yang akan dan sedang kita lakukan, Allah SWT selalu mengetahui, sebab kita senantiasa diawasi oleh Allah.

Oleh karenanya, jagalah setiap apa-apa yang akan kita kerjakan, manusia diciptakan Allah secara sempurna, salah satunya memiliki akal.

Kita tentu tahu perilaku mana yang baik dan perilaku mana yang buruk. manusia juga dapat menilai mana perilaku yang baik, mana pula perilaku yang buruk.

Korupsi jelas perbuatan yang tidak baik, ia termasuk kejahatan yang sangat luar biasa, karena menyengsarakan banyak orang. Setiap yang melakukan kejahatan, maka balasannya adalah api neraka.

Dalam surah At- Tahrim ayat 6, Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا قُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَاَهۡلِيۡكُمۡ نَارًا وَّقُوۡدُهَا النَّاسُ وَالۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعۡصُوۡنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُوۡنَ مَا يُؤۡمَرُوۡنَ

Yaaa ayyuhal laziina samanuu quuu anfusakum wa ahliikum naaranw waquudu han naasu wal hijaaratu 'alaihaa malaaa'ikatun ghilaazun shidaadul laa ya'suunal laaha maa amarahum wa yaf'aluuna maa yu'maruun

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim: 6)

Dalam ayat ini, jelas Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar menjaga dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, dengan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah.

Allah juga memerintahkan para orang-orang beriman untuk mengajarkan kepada keluarganya agar taat dan patuh kepada perintah Allah untuk menyelamatkan mereka dari api neraka. Keluarga merupakan amanat yang harus dipelihara kesejahteraannya baik jasmani maupun rohani.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Dari ayat ini kita juga dapat mengambil hikmah bahwa keluarga kita, utamanya anak cucu keturunan kita agar selalu diingatkan untuk menjauhi siksa api neraka, caranya dengan selalu mengingatkan untuk tunduk kepada Allah SWT dan menjauhi setiap larangan Allah.

Keturunan-keturunan kita hendaklah dididik dengan nilai-nilai kejujuran, sehingga misalnya mereka diamanahkan untuk menjadi seorang pimpinan atau menjadi pejabat negara, ia mampu menjaga integritasnya sebagai orang yang jujur, bersih dari sifat serakah dan korupsi.

Terkait korupsi, meski tidak tersirat langsung penyebutan korupsi, dalam surah Al-Baqarah ayat 188 disebutkan larangan itu.

Firman Allah SWT:

وَلَا تَاۡكُلُوۡٓا اَمۡوَالَـكُمۡ بَيۡنَكُمۡ بِالۡبَاطِلِ وَتُدۡلُوۡا بِهَآ اِلَى الۡحُـکَّامِ لِتَاۡکُلُوۡا فَرِيۡقًا مِّنۡ اَمۡوَالِ النَّاسِ بِالۡاِثۡمِ وَاَنۡـتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ

Wa laa taakuluu amwaalakum bainakum bilbaatili wa tudluu bihaaa ilal hukkaami litaakuluu fariiqam min amwaalin naasi bil ismi wa antum ta'lamuun

Artinya: "Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 188)

Pada bagian pertama dari ayat ini menjelaskan bahwa Allah melarang kita makan harta orang lain dengan jalan bathil.

"Makan" ialah "mempergunakan atau memanfaatkan", sebagaimana biasa dipergunakan dalam bahasa Arab dan bahasa lainnya. Batil ialah cara yang dilakukan tidak menurut hukum yang telah ditentukan Allah.

Seperti dikutip situs Kemenag, para ahli tafsir mengatakan banyak hal yang dilarang yang termasuk dalam lingkup bagian pertama ayat ini, antara lain:

  1. Makan uang riba.
  2. Menerima harta tanpa ada hak untuk itu.
  3. Makelar-makelar yang melaksanakan penipuan terhadap pembeli atau penjual.
Kemudian pada ayat bagian kedua atau bagian terakhir yang melarang menyuap hakim dengan maksud untuk mendapatkan sebagian harta orang lain dengan cara yang batil, dengan menyogok atau memberikan sumpah palsu atau saksi palsu.

Menyuap dan menerima suap adalah sifat yang dikategorikan korupsi, karenanya Allah jelas membenci perbuatan ini, kita sebagai makhluk ciptaan-Nya, marilah semampu kita untuk menjauhi sifat-sifat tercela seperti itu.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Demikianlah khotah Jumat pekan ini, semoga apa-apa yang disampaikan dapat diambil hikmahnya dan mudah-mudahkan kita semua merupakan orang-orang yang selalu bisa menjaga diri dan serta menjaga keturunan kita dari perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Wabilllaahi taufik walhidayah, wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.. Aamiin allahumma aamiin


Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT SINGKAT atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Addi M Idhom

DarkLight