Tata Cara Shalat Tarawih dan Witir 11 Rakaat 4-4-3, Bacaan Niat-Doa

Oleh: Abdul Hadi - 19 September 2021
Dibaca Normal 7 menit
Tata cara sholat tarawih dan witir 11 rakaat bisa dilaksanakan dengan beberapa opsi formasi rakaat. Berikut bacaan doa dan niatnya.
tirto.id - Tata cara sholat tarawih dan witir 11 rakaat bisa dilaksanakan dengan formasi rakaat 4-4-3, atau 2-2-2-2-2-1, atau 2-2-2-2-3.

Salat tarawih adalah ibadah sunah khusus yang hanya ada pada bulan Ramadhan. Sebagian umat Islam biasa melaksanakan tarawih dengan 8 rakaat yang kemudian diikuti dengan salat witir tiga rakaat, secara sendirian maupun berjamaah. Istilah lainnya, shalat tarawih dan witir 11 rakaat.

Hukum mengerjakan salat tarawih ialah sunah, yang artinya mendapatkan pahala jika dikerjakan, tetapi tidak mengakibatkan dosa jika ditinggalkan. Meski begitu, orang yang meninggalkan tarawih pada malam Ramadhan termasuk merugi karena menyia-nyiakan kesempatan beribadah di bulan suci yang banyak keutamaannya.

Kesunahan dan keutamaan shalat Tarawih dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barangsiapa ibadah [Tarawih] di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau,” (H.R. Bukhari).

Selain tarawih, salat sunnah lain yang juga sangat dianjurkan untuk dikerjakan di bulan Ramadhan adalah witir. Kesunahan salat witir didasarkan pada hadis dari Aisyah R.A, yang berkata:

"Dari setiap malam, Nabi Muhammad SAW pernah mengerjakan salat Witir di permulaan malam, tengah malam, akhiran malam, dan berakhir pada waktu subuh,
" (H.R. Bukhari dan Muslim).


Formasi 11 Rakaat Sholat Tarawih dan Witir

Dikutip dari pwmu.co, laman resmi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, ada 3 alternatif formasi rakaat dalam melaksanakan salat tarawih dan witir 11 rakaat, yakni:

  • formasi rakaat 4-4-3
  • formasi rakaat 2-2-2-2-2-1
  • formasi rakaat 2-2-2-2-3.

Untuk formasi pertama, yakni 4-4-3, tarawih dilakukan dengan melaksanakan salat 4 rakaat sekali salam sebanyak 2 kali. Kemudian, dilanjutkan salat witir tiga rakaat sekaligus dengan sekali salam dan tanpa tasyahud awal.

Adapun di formasi kedua, yaitu 2-2-2-2-2-1, tarawih dilaksanakan dengan sholat dua rakaat sekali salam sebanyak empat kali. Lalu, witir dilaksanakan dengan sholat dua rakaat sekali salam yang dilanjutkan sholat lagi satu rakaat sekali salam.

Sementara di formasi 2-2-2-2-3, tarawih tetap dilaksanakan dengan sholat dua rakaat sekali salam sebanyak empat kali, sebagaimana cara yang kedua. Namun, salat witir dilakukan dengan 3 rakaat sekaligus, seperti pada cara yang pertama.


Bacaan Niat Sholat Tarawih dan Witir 11 Rakaat

Bacaan niat sholat tarawih dan witir bisa dibedakan berdasarkan cara mengerjakannya, apa secara berjamaah atau sendirian. Berikut bacaan niat tarawih dan witir arab-latin, serta terjemahannya.

1. Niat Salat Tarawih 4 Rakaat Sendirian

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ َارْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan latin: "Ushalli sunnatat tarawiihi arba'ata rakaatin mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya berniat salat sunah Tarawih empat rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT."

2. Niat Salat Tarawih 2 Rakaat Sendirian

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: "Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adāan lillāhi ta‘ālā."

Artinya: “Aku berniat salat sunah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

3. Niat Salat Tarawih 4 Rakaat Bagi Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ َارْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: "Ushalli sunnatat tarawiihi arba'ata rakaatin mustaqbilal qiblati adaan makmuman lillahi ta'ala"

Artinya: "Saya berniat salat sunah Tarawih empat rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT."

4. Niat Salat Tarawih 2 Rakaat bagi Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: "Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā."

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

5. Niat Salat Tarawih 4 Rakaat bagi Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ َارْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: "Ushalli sunnatat Tarāwīhi arbaata rakaatin mustaqbilal qiblati adā’an imaman lillāhi ta‘ālā."

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih empat rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

6. Niat Salat Tarawih 2 Rakaat bagi Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: "Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā."

Artinya: “Aku berniat salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

7. Niat Salat Witir Sendiri 3 Rakaat 2 Salam Sendirian

Bacaan niat salat Witir sendiri untuk 2 rakaat di salam pertama adalah:

أصلى سنة من الوتر ركعتين لله تعالى

Bacaan latinnya: "Ushallii sunnatam minal witri rak'ataini lillaahhi ta'aalaa."

Artinya: "Aku berniat salat sunah Witir 2 rakaat karena Allah ta'ala."

Sementara bacaan niat salat witir sendiri untuk 1 rakaat di salam kedua ialah:

أصلى سنة من الوتر ركعة لله تعالى

Bacaan latinnya: "Ushallii sunnatam minal witri rak'atal lillaahhi ta'aalaa."

Artinya: "Aku berniat salat sunat Witir satu rakaat karena Allah ta'ala."

8. Niat Salat Witir Sendiri 3 Rakaat 1 Salam Sendirian

Bacaan niat salat witir sendiri untuk 3 rakaat sekaligus (satu salam) adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: "Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ."

Artinya: "Aku berniat salat sunah salat Witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala."

9. Niat Salat Witir Sendiri 3 Rakaat 2 Salam Bagi Makmum

Bacaan niat sholat witir dua rakaat pertama bagi makmum adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an makmuman lillahi ta’ala

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah bagian dari salat witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.”

Sementara bacaan niat sholat witir 1 rakaat bagi makmum adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Ushalli sunnatan minal witri rak’atan mustaqbilal qiblati ada’an makmuman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah bagian dari salat witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

10. Niat Salat Witir Sendiri 3 Rakaat 2 Salam Bagi Imam

Bacaan niat sholat witir dua rakaat pertama bagi imam adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah bagian dari salat Witir 2 rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam, karena Allah SWT."

Sedangkan untuk bacaan niat shalat witir satu rakaat untuk imam, adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Ushalli sunnatal Witri rak‘atan mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam, karena Allah SWT."

11. Niat Salat Witir 3 Rakaat dengan 1 Kali Salam Sebagai Imam

Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan imaaman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah witir tiga rakaat, dengan menghadap kiblat, sebagai imam, karena Allah Ta’ala.”

12. Niat Salat Witir Tiga Rakaat dengan 1 Kali Salam Sebagai Makmum

Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan ma’muuman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah witir 3 rakaat, dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Salat Tarawih 8 Rakaat Formasi 4-4

Untuk mendirikan salat Tarawih 8 rakaat dengan formasi 2 kali 4 rakaat, tata cara rincinya adalah sebagai berikut:

  1. Melafalkan niat salat Tarawih 4 rakaat.
  2. Mengucap takbir saat takbiratul ihram, sambil membaca niat dalam hati.
  3. Membaca surah Al-Fatihah.
  4. dilanjutkan dengan membaca salah satu surah dalam Al-Qur'an.
  5. Rukuk.
  6. Iktidal.
  7. Sujud pertama.
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Sujud kedua.
  10. Duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
  11. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua (sesuai dengan urutan gerakan di rakaat pertama, tapi tanpa baca niat).
  12. Mengerjakan rakaat ketiga sesuai urutan gerakan di rakaat kedua.
  13. Mengerjakan rakaat keempat sesuai urutan gerakan di rakaat kedua, dan ketiga.
  14. Setelah bangkit dari sujud kedua di rakaat keempat, duduk tasyahud, lalu salam.

Selanjutnya, kembali salat 4 rakaat sekali salam, sehingga tarawih genap 8 rakaat.

Tata Cara Salat Tarawih 8 Rakaat Formasi 2-2-2-2

Untuk mendirikan tarawih 8 rakaat dengan formasi masing-masing 2 rakaat, tata cara rinciannya adalah sebagai berikut:

  1. Melafalkan niat salat Tarawih 2 rakaat
  2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil membaca niat di dalam hati.
  3. Membaca surat Al-Fatihah
  4. Dilanjutkan membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an.
  5. Rukuk.
  6. Iktidal.
  7. Sujud pertama.
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Sujud kedua.
  10. Duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
  11. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan seperti di rakaat pertama (tapi tanpa baca niat).
  12. Setelah bangkit dari sujud kedua di rakaat kedua, duduk tasyahud, lalu salam.

Selanjutnya, kembali salat 2 rakaat sekali salam sebanyak 3 kali sehingga tarawih genap 8 rakaat.

Tata Cara Salat Witir 3 Rakaat 2 Salam

Urutan tata cara salat Witir 3 rakaat dengan 2 salam adalah sebagai berikut:

  1. Mengucap bacaan niat salat witir untuk 2 rakaat di salam pertama
  2. Mengucapkan takbir ketika takbiratul ihram sambil membaca niat di dalam hati
  3. Baca Surat Al-Fatihah
  4. Setelah itu membaca salah satu surat dalam Al-Quran
  5. Rukuk
  6. Itidal
  7. Sujud pertama
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Berdiri kembali pada rakaat kedua
  11. Baca surat Surat Al-Fatihah
  12. Kemudian, membaca salah satu surat dalam Al-Quran
  13. Rukuk
  14. Itidal
  15. Sujud pertama
  16. Duduk di antara dua sujud
  17. Sujud kedua
  18. Duduk tasyahud akhir di rakaat kedua
  19. Salam pada akhir rakaat kedua
  20. Kemudian, kembali sholat satu rakaat (dengan membaca niat sholat witir satu rakaat, serta melakukan urutan yang sama seperti di rakaat pertama, diakhiri tasyahud akhir dan salam).


Tata Cara Salat Witir 3 Rakaat 1 Salam

Urutan tata cara salat Witir 3 rakaat dengan 1 salam adalah sebagai berikut:

  1. Mengucapkan bacaan niat salat witir untuk 3 rakaat
  2. Mengucapkan takbir ketika takbiratul ihram sambil membaca niat di dalam hati
  3. Baca Surat Al-Fatihah
  4. Setelah itu, membaca salah satu surat dalam Al-Quran
  5. Rukuk
  6. Itidal
  7. Sujud pertama
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Berdiri kembali pada rakaat kedua
  11. Baca surat Surat Al-Fatihah
  12. Kemudian, membaca salah satu surat dalam Al-Quran
  13. Rukuk
  14. Itidal
  15. Sujud pertama
  16. Duduk di antara dua sujud
  17. Sujud kedua
  18. Berdiri kembali pada rakaat ketiga
  19. Baca surat Surat Al-Fatihah
  20. Kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Quran
  21. Rukuk
  22. Itidal
  23. Sujud pertama
  24. Duduk di antara dua sujud
  25. Sujud kedua
  26. Duduk tasyahud akhir
  27. Salam.


Bacaan Doa Kamilin setelah Tarawih

Dalam kitab Al-Adzkar (2012) yang ditulis Abu Zakaria Muhyuddin An-Nawawi, doa Kamilin lazim dibaca usai salat Tarawih. Lafal Arab-Latin doa Kamilin, sekaligus terjemahannya adalah sebagai berikut:

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bacaan latinnya: "Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn."

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qada-Mu [ketentuan-Mu], yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga [Nabi Muhammad], yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan [anugerah] dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Bacaan Zikir Usai Witir

Usai salat Witir, disunahkan membaca zikir sebagai berikut:

سُبحاَنَ المَلِكِ القُدُّوسِ

Bacaan latinnya: "Subhanal malikil quddus."

Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih.”

Zikir tersebut dibaca tiga kali, dengan suara nyaring dan panjang. Kemudian, pada bacaan yang ketiga, diiringi dengan bacaan doa berikut ini:

رَبِّ المَلإِكَةِ وَ الرُّوحِ

Bacaan latinnya: "Rabbul malaaikati war ruuh."

Artinya: “Yang Menguasai para malaikat dan Ruh/Jibril.”

Baca juga artikel terkait TARAWIH atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight