Menuju konten utama

Tarif Ojek Online Baru, Garda Sebut Sebagian Pengemudi Belum Puas

Presidium Garda mengatakan pemberlakuan tarif ojek online sesuai Kepmenhub 348/2019 masih direspons dengan kurang puas bagi sebagian pengemudi.

Tarif Ojek Online Baru, Garda Sebut Sebagian Pengemudi Belum Puas
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di kawasan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/3/2019). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.

tirto.id - Presidium Gabungan Transportasi Roda Dua Indonesia (Garda) Igun Wicaksono mengatakan pemberlakuan tarif ojek online (ojol) sesuai Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) masih direspons dengan kurang puas bagi sebagian pengemudi.

Kendati demikian ia menyebutkan sebagian pengemudi lainnya tetap menyambut baik tarif baru ini. Sebab beberapa dari mereka mengalami peningkatan penghasilan 10-15 persen dari sebelum peraturan ini diberlakukan.

"Sebagian driver merasa lebih baik, sebagian lagi masih belum puas. Angka yang kami inginkan nett Rp 2.400 per km. Itu kan hasil kajian kami biaya operasional," ucap Igun saat dihubungi reporter Tirto pada Jumat (3/5/2019).

Igun mengatakan bahwa asosiasi menantikan evaluasi penerapan Kepmenhub 348/2019 yang telah diberlakukan per 1 Mei 2019 ini. Menurutnya, Garda menyambut baik tarif yang diberlakukan semakin mendekati nilai yang pernah diajukan pengemudi.

Dalam hal ini, ia merujuk pada usulan tarif berada di kisaran Rp 3.000 per km gross agar menghasilkan pendapatan nett bagi pengemudi Rp 2.400 per km. Igun mengatakan hal ini menjadi penting lantaran kisaran pendapatan yang dimiliki pengemudi masih di kisaran angka Rp 2.000 per km nett.

Namun, Igun menuturkan bahwa pengemudi tetap terbuka bagi masukan dan evaluasi terkait daya beli konsumen sebagai bagian dari evaluasi itu.

"Kami dari asosiasi menginginkan adanya evaluasi 3 bulan ke depan. Sebelumnya kami pernah mengajukan nilai tarif itu Rp 3.000 per km gross," ucap Igun.

"Kami menginginkan agar angka ideal kami bisa diberikan Rp 2.400 per km nett," tambah Igun.

Kendati menginginkan tarif yang lebih tinggi lagi, Igun mengklaim pemberlakuan tarif baru ojol tak banyak menyebabkan penurunan penumpang. Sebab ojek online, katanya, sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

Igun mengatakan tarif yang lebih tinggi dari sebelumnya tak banyak mengurangi minat penumpang menggunakan ojek online. Namun, ia mengaku sejumlah pengemudi mendapat keluhan konsumen mereka lantaran dinilai lebih mahal dari biasanya.

"Kami lihat tidak ada penurunan signifikan dari jumlah penumpang sebelumnya. Masih stabil," ujarnya.

"Memang beberapa penumpang mengeluhkan tapi ini kan kebutuhan jadi tetap menggunakan," tambah Igun.

Baca juga artikel terkait TARIF OJEK ONLINE atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri