Menuju konten utama

Tangkuban Perahu Dibuka, PVMBG: Jarak 500 Meter Tak Boleh Aktivitas

Gunung Tangkuban Perahu kembali dibuka hari ini, tetapi PVMBG belum mencabut rekomendasi larangan beraktivitas radius 500 meter dari kawah.

Tangkuban Perahu Dibuka, PVMBG: Jarak 500 Meter Tak Boleh Aktivitas
Kawah Gunung Tangkuban Perahu. foto/wikipedia creative commons

tirto.id - Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Perahu mengatakan, lokasi wisata itu akan dibuka untuk umum pada Senin (29/7/2019).

Menurut PT Graha Rani Putra Persada, pihaknya memastikan para pedagang dapat kembali membuka kiosnya setelah area itu sudah bersih dari abu vulkanik.

Kabid Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika mengatakan, sampai Senin (29/7/2019) ini, sebenarnya rekomendasi lembaganya belum berubah.

Dalam hal ini masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekat dalam radius 500 meter. Sebab PVMBG, kata Gede, masih melakukan evaluasi dan pemantauan lebih lanjut mengenai kondisi Tangkuban Perahu.

“Rekomendasi PVMBG belum ada pembaharuan terakhir. Masih tidak boleh ada aktivitas dulu dalam 500 meter dari kawah,” ucap Gede saat dihubungi reporter Tirto pada Senin (29/7/2019).

“Rekomendasi kami belum berubah,” tambah Gede.

Ketika ditanya mengenai keputusan pengelola untuk membuka kembali, Gede mengatakan, lembaganya tidak dapat berbuat banyak. Sebab kewenangan untuk menutup bukan berada di otoritasnya.

PVMBG, lanjut Gede, hanya dapat memberi rekomendasi dan keputusan penutupan itu berada di ranah kepala daerah dan pengelola.

“Kami tidak ada otoritas untuk menutup. Kami hanya membuat rekomendasi,” ucap Gede.

Kendati demikian, Gede membenarkan bahwa kondisi terakhir Tangkuban Perahu terus menurun. Menurut pantauannya terakhir, gunung yang menjadi lokasi wisata itu sudah tidak lagi mengalami erupsi.

Sebelumnya, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Devy K Syahbana mengatakan, erupsi Gunung Tangkuban Perahu pada Jumat (26/7/2019) disebabkan uap magma yang berinteraksi dengan sistem hidrotermal Gunung Tangkuban Parahu.

Kemudian, ada perubahan di bawah permukaan sehingga terjadi erupsi. Ia mengatakan kondisi ini diawali dengan tanda yang kurang jelas sehingga bisa terjadi kapan pun,

"Ini biasanya tidak diawali dengan tanda jelas, dia bisa terjadi kapanpun. Jadi erupsi bisa terjadi kapan saja," kata Devy di Ruang Monitoring PVMBG Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (27/7/2019).

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat menyatakan, belum dapat mencabut status level I Gunung Tangkuban Perahu.

Meskipun sudah ada penurunan aktivitas, gunung yang menjadi objek wisata ini, BPBD menyatakan masih menunggu kepastian dari PVMBG bila status level I yang berarti gunung berada di level dasar dan tidak akan meletus pada waktu tertentu.

“Iya laporan dari petugas kami relatif menurun. Kami masih nunggu dari PVMBG. Status masih level satu,” ucap Kepala Seksi (Kasi) Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat Danan saat dihubungi reporter Tirto pada Sabtu (27/7/2019) lalu.

Baca juga artikel terkait GUNUNG TANGKUBAN PERAHU atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno