Tanggapi DPRD DKI, Wagub: Tak Mungkin Formula E Digelar di Rawa

Reporter: Riyan Setiawan - 31 Des 2021 18:26 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Wagub Riza menegaskan bahwa sirkuit balapan mobil listrik itu tidak mungkin digelar di atas tanah rawa-rawa, sebab bukan mobil off road.
tirto.id -
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria menegaskan sirkuit balapan Formula E tidak mungkin digelar di tanah bekas rawa-rawa.

Hal itu menanggapi pernyataan Sekretaris Komisi B DPRD DKI, Pandapotan Sinaga yang mengatakan Sirkuit Formula E Jakarta 2022 dibangun di atas tanah rawa dan tempat pembuangan lumpur yang masih lunak.

"Tidak mungkin Formula E dilakukan di rawa-rawa. Ya itu informasi dari mana," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (31/12/2021).

Kendati demikian, Riza menuturkan akan mengecek tudingan tersebut. Namun, dia kembali menegaskan bahwa sirkuit balapan mobil listrik itu tidak mungkin digelar di atas tanah rawa-rawa, sebab bukan mobil off road.

"Jadi tolong dicek dulu, ditanyakan lagi di Formula E ke Jakpro tempat yang pastinya," pungkasnya.

Sekretaris Komisi B DPRD DKI, Pandapotan Sinaga mengatakan Sirkuit Formula E Jakarta 2022 dibangun di atas tanah rawa. Lintasan Formula E, kata dia, merupakan tempat pembuangan lumpur yang tanahnya masih lunak.

Pandapotan menyatakan itu saat melakukan peninjauan sirkuit Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

"Waktu pengerukan kali jaman Pak Jokowi, ke sini buang lumpurnya," kata Pandapotan, Rabu (29/12/2021).

"Jadi ini dulu rawa pak, rawa ini semua. Buang lumpur pembangunan MRT ke sini semua, sama lumpur-lumpur kali jaman Jokowi," lanjutnya.

Politikus Partai PDI-P itu mengatakan, lokasi yang kini menjadi bagian sirkuit Formula E ini dikenal dengan rawa tempat parkir air kawasan Ancol. Rawa tersebut kemudian ditimbun untuk tempat pembuangan proyek pengerukan yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta.

Baca juga artikel terkait SIRKUIT FORMULA E atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight