10 Desember 2006

Tangan Besi Augusto Pinochet Ambruk Dihantam Gelombang Demokrasi

Kontributor: Tyson Tirta - 10 Des 2021 00:00 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Dalam ketegangan Perang Dingin, pemerintahan Salvador Allende di Chili yang berasal dari Partai Sosialis didongkel militer atas dukungan AS.
tirto.id - Pemerintahan yang dibangun Presiden Salvador Allende (menjabat 1970-1973) di Chili tak disukai Amerika Serikat. Alasannya, Allende politikus Partai Sosialis yang terpilih dengan dukungan Unidad Popular, sekelompok partai politik berhaluan kiri yang terdiri dari Partai Sosialis, Partai Komunis, Partai Sosialis Demokrat, golongan Kristen Kiri, dan lain-lain. Dengan dukungan itu, kebijakan Allende untuk Chili perlahan memperlihatkan hasil positif. Aspek-aspek ekonomi yang sebelumnya terlihat suram mulai membaik.

Namun, Allende tak berkutik dalam urusan pendapatan nasional yang sangat bergantung pada ekspor tembaga. Dalam hal ini, AS punya strategi dominan. Richard Nixon, Presiden AS kala itu, sigap memberlakukan embargo ekonomi pada Chili dan membanting jatuh harga tembaga dunia. Imbasnya, neraca ekonomi Chili kembali kalang kabut dan situasi politik dalam negeri kembali panas. Puncaknya, pada 11 September 1973, kelompok militer Chili yang dipimpin Augusto Pinochet mengudeta pemerintahan Allende.

Pinochet menggalang kekuatan dengan dukungan penuh dari AS. Serangan ini membuat Allende tak berdaya, ia ditemukan tewas dalam posisi memegang senapan seperti baru saja bunuh diri. Pinochet langsung mengambil alih kekuasaan. Ia kemudian menghabisi para pendukung Allende. Sekitar 5000 orang dikumpulkan di Stadion Santiago untuk diinterogasi. Banyak dari mereka yang langsung dieksekusi mati.

Beberapa bulan kemudian, sejarawan Gonzalo Vial bekerja sama dengan petinggi militer Patricio Carvajal, memublikasikan buku berjudul El Libro Blanco del cambio de gobierno en Chile. Mereka meneliti secara detail mengenai kudeta Pinochet dengan menjabarkan dugaan adanya kudeta terencana di dalam kubu Allende.

Terlepas dari berbagai kontroversi, bukti-bukti dokumen jelas menunjukkan peran AS dalam kudeta militer ini. Tim Weiner dalam Legacy of Ashes: The History of the CIA (2007:361) menyebutkan bahwa tindakan rahasia AS secara aktif menggoyahkan pemerintahan Allende dan menyiapkan panggung terbaik untuk kudeta Pinochet.


Tangan Besi dan Demokrasi

Kelompok pendukung Pinochet di militer merencanakan pemerintahan bergilir. Kursi presiden akan diduduki oleh para panglima dari empat cabang militer secara bergantian. Namun, Pinochet punya strategi lain. Ia mengonsolidasikan kekuatannya untuk mempertahankan kepemimpinan tunggal. Pada 27 Juni 1974, ia mengklaim dirinya sebagai pimpinan negara tertinggi, dan sebagai presiden pada 17 Desember tahun itu.

Langkah tersebut ditentang beberapa pihak di militer. Tapi Pinochet bergerak lebih cepat dengan mengorganisasi upaya meratifikasi konstitusi yang baru. Pada 11 September 1980, ia berhasil mengubah konstitusi lama yang telah berlaku sejak 1925. Konstitusi baru ini dirancang oleh Jaime Guzmán, teman dekat pinochet. Belakangan, Guzmán mendirikan Independent Democratic Union (UDI) yang mendukung penuh Pinochet.

Konstitusi baru itu pun melahirkan institusi baru dalam pemerintahan Chili seperti Constitutional Tribunal dan National Security Council (COSENA). Selain itu, ada juga kontroversi mengenai durasi jabatan presiden yang diperpanjang menjadi 8 tahun.

Pada tahap itu, Pinochet sudah menunjukkan gelagat pemerintahan diktator. Ia membekukan partai-partai oposisi dan melarang aktivitas mereka. Ribuan orang menjadi incaran kekejaman rezim Pinochet. Ribuan nama yang mengisi catatan orang hilang itu kemudian berkembang menjadi catatan kematian.

Suasana politik yang baru kemudian menggiring rezim Pinochet terpaksa melegalkan kembali aktivitas partai oposisi di masa akhir pemerintahannya. Menyusul konstitusi 1980, pada 5 Oktober 1988, sebuah referendum dijadwalkan untuk menentukan apakah ia akan kembali menjadi presiden untuk periode 8 tahun ke depan atau sebaliknya.

Menurut sejumlah sumber, kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada April 1987 menjadi salah satu penyebab luluhnya hati Pinochet untuk kembali mengizinkan demokrasi di Chili. Karena pertemuan dengan pimpinan otoritas agama Katolik itu juga Pinochet dikabarkan mulai menimbang rencana untuk turun dari kursi presiden.

Referendum itu akhirnya menghasilkan lebih dari 55 persen suara yang menginginkan Pinochet turun. Ia tak berdaya. Patricio Aylwin diplot menjadi calon presiden baru. Pada Desember 1989, Aylwin berhasil memenangkan pemilu presiden. Aylwin mengalahkan aristokrat Francisco Javier Errázuriz dan Hernán Büchi, Menteri Keuangan Pinochet.


Infografik Mozaik Augusto Pinochet
Infografik Mozaik Augusto Pinochet. tirto.id/Tino

Menghadapi Tuntutan Hukum

Dengan hasil itu, pada 11 Maret 1990 Pinochet lengser dan Chili menjadi negara demokratis. Meski demikina, wibawa Pinochet di militer Chili tidak langsung runtuh. Ia tetap memegang posisi tertinggi hingga Maret 1998. Ia juga mendapatkan perlindungan dan penghormatan militer sehingga terbebas dari tuntutan hukum dalam bentuk apapun.

Posisi Senator for Life yang diberikan kepadanya juga turut andil dalam melindungi Pinochet dari tuntutan pelanggaran hak asasi manusia selama menjabat sebagai presiden. Padahal, untuk masalah ini, tuduhan terhadap rezim Pinochet meluas dari pembunuhan, penyiksaan, hingga penculikan yang jumlahnya mencapai ribuan jiwa.

Bahkan, pada Oktober 1979, The New York Times menulis bahwa Amnesty International telah mengantongi dokumen penculikan sekitar 1500 orang Chili sejak 1973, yang 663 di antaranya adalah anggota Movimiento de Izquierda Revolucionaria (MIR), gerakan sayap kiri Chili (PDF).

Tekanan internasional akhirnya tak bisa dihindari. Pada Oktober 1998 Pinochet ditangkap di London dengan tuduhan genosida dan aksi teror yang melibatkan pembunuhan. Geoffrey Robertson dalam Crimes Against Humanity (2006:336) menyebutkan bahwa dakwaan dan penangkapan Pinochet tercatat untuk pertama kalinya seorang mantan kepala pemerintahan ditangkap berdasarkan prinsip yurisdiksi universal.

Akhirnya Pinochet menjalani hukuman tahanan rumah di Wentworth Club. Namun, ia dibebaskan pada Maret 2000 oleh Menteri Dalam Negeri Britania Raya Jack Straw atas alasan kesehatan. Menteri Straw juga menolak tuntutan House of Lords untuk mengekstradisi Pinochet agar bisa diadili di Spanyol.

Pada 3 Maret 2000 Pinochet diterbangkan ke Chili dari RAF Waddington, lapangan terbang milik angkatan udara Britania Raya, untuk menghindari segala potensi gangguan yang mungkin terjadi.

Di Chili, Pinochet merayakan ulang tahunnya yang ke-91 dengan meminta istrinya untuk membacakan pernyataan yang ia tulis kepada para pendukungnya yang hadir. Dalam surat itulah ia menyatakan akan memikul tanggung jawab politik atas semua yang telah ia lakukan. Dua hari kemudian ia dijatuhi hukuman tahanan rumah atas tuduhan penculikan dan pembunuhan dua pengawal Salvador Allende yang ditangkap pada hari kudeta 1973.

Pada 10 Desember 2006, tepat hari ini 15 tahun lalu, Pinochet meninggal dunia.

Baca juga artikel terkait KUDETA atau tulisan menarik lainnya Tyson Tirta
(tirto.id - Politik)

Kontributor: Tyson Tirta
Penulis: Tyson Tirta
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight