Menuju konten utama

Tanah Longsor Terjadi di Wonosobo Akibat Curah Hujan Tinggi

"Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materiil diperkirakan kurang lebih Rp300.000.000," kata Sutopo

Tanah Longsor Terjadi di Wonosobo Akibat Curah Hujan Tinggi
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memberikan keterangan pers terkait update tanggap bencana Sulawesi Tengah, di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (4/10/2018). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc/18.

tirto.id - Tanah longsor kembali terjadi di dusun Jetis, Pacarmulyo, Wonosobo pada Jumat (14/12/2018) kemarin.

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis pers yang diterima Tirto pada Sabtu (15/12/2018).

"Kejadian bermula pada saat hujan lebat, kemudian pada saat itu saksi satu mendengar adanya peringatan kejadian bencana tanah longsor kecil dari musala setempat seketika itu saksi satu langsung keluar rumah untuk berusaha mengevakuasi Korban," tulisnya.

Saksi satu tersebut, lanjut Sutopo, adalah Malkan Kusni, seorang PNS berusia 36 tahun, yang tinggal di dekat tempat kejadian.

Menurut Sutopo, korban dari bencana alam ini di antaranya adalah Romelan (ketua RT), seorang wiraswasta berusia 48 tahun dan Edi Mulwantoro (berusia 50 tahun).

"Mereka tertimpa longsoran serta mengalami luka ringan dan telah dibawa ke RSUD Wonosobo," ujar Sutopo

Sutopo menjelaskan, kejadian tanah longsor terjadi karena curah Hujan yang tinggi, serta TKP tanah longsor yang berada tepat di bawah saluran irigasi yang tidak terawat, karena debit air yang tinggi sehingga tanah tidak mampu menahan debit air yg masuk di dalam tanah kemudian terjadilah tanah longsor.

"Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materiil diperkirakan kurang lebih Rp300.000.000," tulisnya.

Baca juga artikel terkait TANAH LONGSOR atau tulisan lainnya dari Yulaika Ramadhani

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani