Tamatnya Era Marissa Mayer di Yahoo

Infografik HL Yahoo
Marissa Mayer, chief executive officer of Yahoo. GETTY IMAGES
Oleh: Nurul Qomariyah Pramisti - 10 Januari 2017
Dibaca Normal 3 menit
Marissa Mayer mundur dari Yahoo setelah transaksi penjualan bisnis utama Yahoo kepada Verizon tuntas. Inilah catatan kegagalan Mayer yang sebelumnya diharapkan bisa menyelamatkan nasib Yahoo di ujung tanduk.
tirto.id - Marissa Mayer akan segera pamit dari Yahoo begitu proses pembelian bisnis internet utama oleh Verizon Communications Inc lengkap. Ia meninggalkan Yahoo dalam kondisi karut-marut setelah didera kasus pembobolan data nasabah besar-besaran.

Yahoo telah sepakat menjual bisnis utamanya kepada Verizon dalam satu kesepakatan bernilai $4,8 miliar. Penjualan ini sempat tersendat karena kasus pembobolan besar-besaran yang terjadi setahun terakhir.

Yahoo tidak akan lagi menjadi operating company. Penjualan Verizon ini tidak termasuk saham di Alibaba, Yahoo Jepang, dan sejumlah aset non-inti lain. Sebuah perusahaan baru yang akan mengelola kepemilikan 15% saham di Alibaba Group Holding Inc dan 35,5 persen Yahoo Japan dibentuk dengan nama Altaba Inc. Jumlah dewan direksinya akan dipangkas menjadi lima saja.

Direktur yang tetap bertahan dengan Altaba setelah transaksi tuntas adalah Tor Braham, Eric Brandt, Catherine Friedman, Thomas McInerney, dan Jeffer Smith. Brandt ditunjuk sebagai chairman untuk membantu perusahaan melalui proses transisi ke perusahaan investasi, efektif 9 Januari.

Selain Mayer, lima direksi Yahoo lain yang ikut mundur setelah kesepakatan dengan Verizon tuntas adalah co-founder David Filo, Eddy Hartenstein, Richard Hill, Jane Shaw, and Maynard Webb.

Yahoo dalam pernyataannya menegaskan bahwa pengunduran diri anggota dewan direksi bukan karena ada ketidaksepakatan dengan perusahaan.

Kedatangan Mayer

Empat tahun silam, ketika didapuk menjadi CEO Yahoo, Marissa Mayer banjir pujian. Semua mengupas profilnya sebagai sosok wanita tangguh, cerdas, cantik. Nilainya nyaris sempurna sebagai seorang wanita. Di tangan Mayer, masa depan Yahoo dipertaruhkan. Ketika itu Yahoo memang menghadapi tantangan cukup besar. Kompetitor yang semakin banyak, pendapatan yang semakin sulit, dan pertumbuhan yang mulai stagnan.

Sebelum kedatangan Mayer, kondisi Yahoo memang sedang payah. Yahoo sempat menolak pinangan Microsoft yang hendak membeli saham senilai $31 per lembar pada 2008. Penawaran Microsoft itu sebenarnya sudah 63 persen lebih tinggi dari nilai saham Yahoo pada saat itu. Setelah penolakan itu, kondisi Yahoo malah semakin turun. Pada 2011, nilai kapitalisasi pasar Yahoo hanya tersisa $22,24 miliar.

Sentuhan Mayer diharapkan bisa membawa keajaiban pada Yahoo. Mayer memang melakukan berbagai perubahan besar. Empat tahun berlalu, kondisi Yahoo justru semakin kritis seiring terus turun trafik dan pendapatan iklan. Pada 2015, Yahoo mencetak rugi hingga 4,4 miliar dolar.

Mayer sendiri sosok wanita langka di dunia teknologi. Langkah besarnya dimulai setelah ia bergabung dengan Google setamat dari jurusan ilmu komputer Universitas Standford. Jurusan itu begitu diincar sehingga Mayer mendapat banyak tawaran pekerjaan. Pilihan akhirnya jatuh ke Google. Ia menjadi karyawan wanita pertama di perusahaan yang dirintis Sergey Brin dan Larry Page itu.

Selama tiga tahun, Mayer membangun Google hingga menduduki jabatan tertinggi sebagai Wakil Presiden layanan lokal, maps, dan lokasi. Hingga pada 16 Juli 2012, Mayer memutuskan hengkang ke Yahoo.

Mayer terkenal sebagai pekerja keras; ia bekerja 130 jam dalam seminggu. Malam-malamnya sering dihabiskan di kantor. Ia bahkan bekerja dari ranjang rumah sakit sesaat setelah melahirkan bayi kembar. Ia dijuluki “CEO pekerja paling keras di Silicon Valley”.

Kerja keras merupakan bagian penting dari setiap bisnis. Ia menilai kerja keras akan membedakan satu bisnis rintisan (start-up) dengan yang lain. Dedikasinya memang tidak diragukan lagi. Sosoknya kemudian begitu moncer di tengah dominasi kaum pria di dunia teknologi. Pada 2016, Forbes menempatkannya dalam daftar Wanita Paling Berpengaruh di dunia.

Ia menjadi selebritas dunia teknologi semenjak memimpin Yahoo. Mayer termasuk CEO mahal. Yahoo memberinya tanda tangan bonus sebesar 30 juta dolar dan 14 juta untuk keseluruhan bonus dari Google yang seharusnya dia terima.

Bayaran itu bisa jadi setimpal dengan tanggung jawab besar Mayer untuk membalikkan kondisi Yahoo. Mayer memang melakukan serangkaian terobosan mulai dari mengubah budaya perusahaan, menaikkan gaji dan tunjangan untuk menarik bakat-bakat terbaik ke Yahoo. Ia juga membeli sejumlah perusahaan teknologi, termasuk platform Tumblr senilai 1 miliar dolar. Harapannya, kinerja perusahaan bisa segera terdongkrak.


Masalah Bertubi-tubi

Upaya Mayer menyembuhkan Yahoo tak membuahkan hasil signifikan. Tumblr misalnya, gagal berkompetisi dengan kompetitornya. Yahoo bahkan menghapusbukukan nilai Tumblr hingga setengahnya.

Fokus Mayer pada mobile, video, iklan native dan pencarian juga tidak berhasil. Itulah yang memicu desakan dari para investor agar menjual Yahoo. Para pemegang saham meyakini bahwa satu-satunya jalan paling masuk akal adalah penjualan.

Belum selesai masalah kinerja yang tidak kunjung membaik, Yahoo kembali diterpa masalah pembobolan akun. Pada 22 September lalu, Yahoo mengonfirmasi setidaknya 500 juta akun dibobol. Ini pembobolan keamanan internet terbesar dalam sejarah. Yahoo meyakini pembobolan ini dilakukan oleh “aktor yang disponsori oleh negara” untuk meretas data pada akun-akun personal di Yahoo.

Pembobolan ini terjadi pada 2014. Data-data yang diambil terkait data pribadi pengguna, mulai dari alamat surel, nama, nomor telepon, tanggal lahir, serta password. Untuk menjaga agar peretasan serupa tidak terjadi lagi dan melindungi pengguna lain, Yahoo menganjurkan para penggunanya mengganti password dan melakukan pengamatan apakah ada transaksi mencurigakan dari akun mereka.

Padahal saat ini masa-masa kritis bagi Yahoo setelah bertahun-tahun mencoba mendapatkan kenaikan penjualan. Para pengiklan mulai melirik kompetitor seperti Google Inc dan Facebook Inc. Yahoo masih memiliki 1 miliar pengguna bulanan, sebagian besar berasal dari sistem e-mail.

Cobaan kembali datang menjelang tuntasnya transaksi dengan Verizon. Pembobolan data pengguna besar-besaran kembali menerpa. Yahoo mengumumkannya pada November 2016. Jumlah akun yang terkena dampak meningkat dua kali lipat dibanding pembobolan pada 2014. Dua kali pembobolan data secara berturut-turut sempat memunculkan keraguan Verizon mengakuisisi bisnis inti Yahoo. Namun, transaksi akhirnya tetap berjalan dan akan segera dituntaskan.

Yahoo pada November lalu mengumumkan peretasan data pengguna secara besar-besaran, melibatkan sekitar 1 miliar akun. Tentang pembobolan data pengguna Yahoo ini dapat dibaca: Lagi-lagi Pembobolan Besar-besaran Akun Yahoo

Perpindahan tangan bisnis inti Yahoo ke Verizon berimplikasi pada mundurnya Mayer dan lima direksi lain. Kepergian Mayer dari Yahoo tentu saja akan disertai "pesangon yang besar". Saat ini, Mayer sudah dicatat salah satu CEO terkaya. Ibu tiga anak ini ditaksir memiliki kekayaan hingga 430 juta dolar. Kekayaan terbesar Mayer berasal dari 13 tahun kariernya di Google, karena dia salah satu karyawan pertama. Nilai saham Google yang melonjak membuat kekayaannya semakin berlipat-lipat.

Transaksi penjualan Yahoo kepada Verizon akan menambah pundi-pundi Mayer. Sekitar 57 juta dolar akan dikantonginya begitu transaksi tuntas. “Golden parachute” itu di luar gaji dan saham yang diterimanya selama di Yahoo senilai 162 juta dolar. Menurut CNN, ia akan mengantongi total 219 juta dolar setelah keluar dari Yahoo.

Baca juga artikel terkait YAHOO atau tulisan menarik lainnya Nurul Qomariyah Pramisti
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Nurul Qomariyah Pramisti
Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight