Tagar SundaTanpaPDIP Ramai di Twitter & Kritikan ke Arteria Dahlan

Penulis: - 20 Jan 2022 21:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Tagar #SundaTanpaPDIP ramai menjadi perbincangan warganet terkait pernyataan anggota fraksi PDIP DPR RI Arteria Dahlan.
tirto.id - Tagar #SundaTanpaPDIP ramai menjadi perbincangan warganet dan menjadi trending topik di Twitter hari ini, Kamis (20/1/2022) pukul 21.00 WIB. Kritikan warganet tertuju pada pernyataan anggota fraksi PDIP DPR RI Arteria Dahlan yang dinilai menyinggung masyarakat Sunda.

Arteria Dahlan dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Kejaksaan Agung pada Senin (17/1/2022) menyampaikan kritik kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin. Menurut dia, ada seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbicara menggunakan bahasa Sunda ketika rapat kerja.

Dia meminta Jaksa Agung untuk mengganti Kajati yang menggunakan bahasa Sunda tersebut. Namun, Arteria tidak mengungkapkan siapa Kajati yang berbicara menggunakan bahasa Sunda itu.

Pernyataan Arteria ini menuai kritikan dari berbagai pihak. Hingga hari ini, warganet juga turut mengeluarkan protes lewat media sosial hingga muncul tagar #SundaTanpaPDIP.

Menanggapi hal ini, DPP PDI Perjuangan telah memberikan sanksi terhadap Arteria Dahlan sebab dinilai melanggar etik dan disiplin partai.

"Surat sanksi peringatan ditandatangani Pak Sekjen Hasto Kristiyanto dan saya sebagai Ketua DPP Bidang Kehormatan," kata Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komaruddin Watubun, di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/1/2022).

DPP PDIP, kata Komaruddin, menerima berbagai laporan dan membaca pemberitaan di media, termasuk dari pendukung partai di Jawa Barat yang merasa terusik dan kurang nyaman dengan pernyataan Arteria Dahlan.

Dalam klarifikasi tersebut, Komaruddin menegaskan bahwa apa yang disampaikan Arteria Dahlan dari sisi organisasi di partai serta penilaian partai hal itu sudah melanggar etik dan disiplin organisasi.

"Dalam klarifikasi dengan DPP hari ini, Pak Arteria menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PDIP. Sebagai kader partai siap menerima sanksi yang diberikan partai. Jadi DPP PDIP memberikan sanksi peringatan kepadanya. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi Pak Arteria," jelas Komaruddin dalam siaran persnya.

Pada saat bersamaan, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan Arteria Dahlan bahwa Indonesia dibangun dengan semangat persatuan dan kebangsaan tanpa membeda-bedakan suku, agama, jenis kelamin, status sosial, dan berbagai pembeda lainnya.

"Semangat Indonesia untuk semua. Indonesia dengan jiwa bangsa Pancasila itulah yang dikobarkan Bung Karno. Bahkan Bung Karno melakukan kontemplasi ideologisnya diformulasikan di Bumi Parahyangan ketika bertemu dengan Pak Marhaen dan kemudian mematangkan konsepsi Pancasilanya setelah dibuang ke Ende dan Bengkulu," tegas Hasto.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari berharap kasus Arteria Dahlan yang sempat menyinggung perasaan masyarakat Sunda tidak terulang kembali sehingga bisa menjadi pelajaran semua pihak untuk menghargai perbedaan dan keberagaman masyarakat di Indonesia.

"Jadi hari ini Bung Arteria sudah menyatakan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat dan Sunda. Saya berharap ini menjadi pembelajaran bersama bahwa dalam melakukan komunikasi harus betul-betul dipikirkan bahasa dan pernyataannya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," kata Ineu Purwadewi Sundari ketika dihubungi melalui telepon, Kamis.

Politisi perempuan dari Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat ini mengatakan kasus Arteria ini harus menjadi pembelajaran bagi yang bersangkutan agar tidak melakukan hal serupa di kemudian hari.

"I​​ni jadi pembelajaran penting untuk Bung Arteria agar tidak mengulangi lagi. Semoga seluruh lapisan masyarakat Jabar bisa memaafkan. Ini pernyataan Bung Arteria, bukan dari partai atau mewakili lembaga," katanya.

Menurut dia, kasus tersebut menjadi cerminan bahwa menjadi seorang wakil rakyat harus lebih bijak dalam berkomunikasi, baik dalam rapat, di tengah publik, dan bersama mitra kerja dewan.


DPD PDIP Jabar Minta Arteria Dahlan Dipecat


DPD PDI Perjuangan Jawa Barat juga meminta kepada DPP PDI Perjuangan agar memecat Arteria Dahlan sebagai kader PDI Perjuangan buntut pernyataannya yang mempermasalahkan Bahasa Sunda.


Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengatakan permintaan tersebut telah dilayangkan ke DPP PDI Perjuangan melalui surat permohonan pemberian sanksi. Menurut dia, PDI Perjuangan meminta DPP memberi sanksi terberat kepada Arteria.

"Tadi (rekomendasi) sanksi yang paling berat. Sanksi ada beberapa dari mulai teguran, peringatan, sampai dengan pemecatan," kata Ono di Bandung, Jawa Barat, Kamis.

Meski begitu, menurut dia, pemecatan itu merupakan keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Permintaan pemecatan itu, kata dia, dilakukan sebagai peringatan keras bagi Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Menurut dia, hal yang dilakukan Arteria Dahlan sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang kader PDI Perjuangan. Dari kemarin pun, katanya, banyak kader PDI Perjuangan di Jabar yang menyampaikan hal serupa.

Ia mengatakan ideologi Pancasila bagi PDI Perjuangan bukan hanya dalam tekstual, tapi diwajibkan untuk membumikan Pancasila. Salah satunya, kata dia, harus mengagungkan seluruh suku, budaya, agama, dan ras yang ada di Indonesia.

“Karena itu merupakan sebuah perwujudan bagaimana Pancasila itu bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya, dengan Pancasila yang intisarinya gotong royong,” kata dia.




Baca juga artikel terkait ARTERIA DAHLAN atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Editor: Maya Saputri

DarkLight