"Sejumlah menteri yang berlatar belakang profesional peluangnya lebih besar dilantik lagi. Menteri-menteri dari kalangan profesional lebih nampak kinerjanya," ucap Yasin seperti dilansir Antara, Selasa (15/10/2019).

Yasin mencontohkan sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menurut dia, meski Susi sempat membuat kebijakan kontroversial seperti melarang nelayan menggunakan cantrang, tetapi hal itu demi menjaga sumber daya laut.

"Apalagi berdasarkan studi yang pernah dilakukan, penggunaan cantrang dianggap merusak sumber daya laut dan ekosistem karang," ucap Yasin.

Selain itu, Yasin menilai Susi layak dipertahankan karena kebijakannya dalam melawan illegal fishing.

"Dalam konteks penenggelaman, Susi paling tinggi. Prestasinya dalam law enforcement atau perang melawan illegal fishing patut diapresiasi," ucap Yasin.

Selain Menteri Susi, kata dia, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga dinilai akan dipertahankan Jokowi. Meski kebijakan-kebijakannya tidak ada yang revolusioner, tetapi Sri Mulyani terbukti mampu menyeimbangkan neraca keuangan negara.

"Kunci keuangan negara itu ada di Sri Mulyani. Pola yang dimainkan adalah kebijakan ekonomi liberal. Membuka lebar-lebar akses investasi dari luar. Investasi ini dibuka dalam rangka menyeimbangkan neraca keuangan. Tidak ada kebijakan monumental tetapi di politik, Sri Mulyani berpotensi di Pilpres 2024," ujarnya.

Selain dua srikandi itu, menurut Yasin, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga layak dipertahankan.

Ia menyatakan sejak awal penunjukan Retno sebagai Menlu justru banyak yang menyangsikan, namun kerja kerasnya dalam berkomunikasi dengan negara-negara luar telah membuahkan hasil yang nyata.

"Pada awal-awal penunjukan Retno diragukan kemampuannya, termasuk komunikasinya dengan beberapa negara lain banyak diragukan tetapi belakangan dia bisa menunjukkan seperti masuknya Indonesia sebagai Dewan Kehormatan di PBB," ungkap Yasin.

Namun, lanjut dia, Retno saat ini masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, misalnya persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).