Survei Populi: Ganjar Unggul, Puan Minim Dukungan Jadi Capres 2024

Reporter: Alfian Putra Abdi - 20 Des 2021 16:33 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat dukungan jadi capres 2024 sebanyak 58,3 persen, sementara Puan Maharani hanya 17,5 persen.
tirto.id - Lembaga Populi Center merilis hasil survei elektabilitas calon presiden 2024. Mereka mengajukan lima tokoh kepada para responden.

Nama pertama yang lebih banyak mendapat dukungan responden ialah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebanyak 58,3 persen mendukungnya menjadi presiden dan 29,1 persen tidak mendukung. Nama kedua Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sebanyak 47,3 persen mendukung dan 41,4 persen tidak mendukung.

Ketua Umum Partai Gerindra cum Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berada di urutan ketiga, sebanyak 46,6 persen mendukung ia menjadi presiden dan 44,1 persen tidak mendukung.

Jumlah dukungan kecil diperoleh Menteri BUMN Erick Thohir, hanya 27,5 persen dan lebih banyak yang tidak mendukung Erick menjadi presiden yakni 55,8 persen.

Nama terakhir, Ketua DPR RI Puan Maharani. Jumlah responden yang mendukung Puan dalam survei ini relatif lebih rendah dari semua nama, hanya 17,5 persen dan 71 persen responden tidak mendukung Puan menjadi presiden.

"Hasil survei hanya menunjukkan mengenai potensi tingkat dukungan pada saat ini, dan bukan tingkat elektabilitas dari kelima tokoh tersebut," ujar Peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan dalam konferensi pers daring, Senin (20/12/2021).

Dalam hasil survei lain. Nama Prabowo dan Ganjar kerap bersaing. Semisal dalam survei yang dilakukan lembaga KedaiKOPI.

Dalam laporan bertajuk Survei Opini Publik Menuju 2024, nama Prabowo Subianto menjadi figur paling terkenal dengan perolehan 93 persen.

Sementara Anies Baswedan berada di posisi kedua dengan 87,7 persen; Sandiaga Uno posisi ketiga dengan 79,7 persen; Ganjar Pranowo posisi keempat dengan 72,2 persen; dan Agus Harimurti Yudhoyono posisi kelima dengan 67,1 persen.

Lima posisi terbawah ditempati oleh Salim Segaf Al-Jufri dengan 10,4 persen; Zulkifli Hasan dengan 14,4 persen; Airlangga Hartarto dengan 25,9 persen; Muhaimin Iskandar dengan 26,4 persen; dan Andika Perkasa 28,7 persen.

Peneliti Politik Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengingatkan para pemilih untuk tidak terpaku pada tingkat popularitas dan elektabilitas calon saat menggunakan haknya pada pemilihan umum (pemilu) 2024.

Menurut dia, para pemilih harus menjadikan visi, misi, kualifikasi dan karakter pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sebagai pertimbangan saat memilih.

“Kita jangan terpesona hanya urusan popularitas. Itu menyesatkan karena kualitas yang kita inginkan bukan popularitas,” kata Siti Zuhro saat menjadi penanggap pada acara peluncuran survei KedaiKOPI di Jakarta, Minggu (20/12/2021) dilansir dari Antara.

Siti Zuhro mengatakan pemimpin yang diharapkan ke depan bukan sosok yang populer, melainkan mereka yang visioner dan mampu membuat terobosan-terobosan untuk memecahkan masalah bangsa yang kompleks.

“Kita masuk era disrupsi digital dan sebagainya, tidak mungkin Indonesia tidak dipimpin orang (yang) cerdas,” kata Siti Zuhro.


Baca juga artikel terkait SURVEI CAPRES 2024 atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Politik)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Bayu Septianto

DarkLight