Survei LSJ: Aktif di Medsos Buat Elektabilitas Anies & Ganjar Turun

Reporter: Irfan Amin - 19 Mei 2022 14:33 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Meski di sejumlah survei elektabilitas Anies & Ganjar tinggi, namun survei LSJ justru berbanding terbalik akibat ulah warganet yang tak bertanggung jawab.
tirto.id - Peneliti senior Lembaga Survei Jakarta (LSJ) Fetra Ardianto mengungkap tindakan provokatif yang dilakukan warganet untuk mengusung tokoh politik idola mereka ternyata memiliki pengaruh buruk. Hal tersebut berdampak pada tokoh politik yang cukup aktif berselancar di dunia maya.

Di antara tokoh politik yang kena dampak adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Meski di sejumlah survei keduanya cukup eksis dan sering menduduki peringkat tinggi, namun dari hasil survei LSJ hal itu berbanding terbalik akibat ulah warganet yang tak bertanggung jawab.

"Pendukung Ganjar dan Anies yang sangat 'provokatif' dan 'kontradiktif' di medsos justru dikhawatirkan oleh generasi digital natives membuat negeri ini akan terus terjebak dalam polarisasi 'cebong' versus 'kampret' yang tidak produktif," kata Fetra dalam konferensi pers hasil survei LSJ pada Kamis (19/5/2022).

Pernyataan tersebut juga sejalan dengan temuan elektabilitas Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo masih di bawah Prabowo Subianto, yang notabene tidak aktif di media sosial.

"Peringkat Anies Baswedan di nomor dua 20,6 persen dan Ganjar Pranowo 12,4 persen," jelasnya.

Fetra menerangkan para digital natives yang didominasi oleh anak muda banyak memilih Prabowo. Karena dianggap bisa mengentaskan sejumlah permasalahan dari ekonomi hingga lapangan kerja yang saat ini banyak dikeluhkan.

"Mereka memilih Prabowo karena pertimbangan rasional [bukan kedekatan emosional], di antaranya mereka mempersepsikan Prabowo sebagai seorang negarawan yang paham dan mampu mengatasi berbagai masalah ekonomi [termasuk masalah lapangan kerja yang paling menjadi perhatian dan dibutuhkan anak muda]," ujarnya.

Di sisi lain, Fetra menilai kelincahan Anies dan Ganjar di dunia maya membuat anak muda memandang kedua kepala daerah tersebut tidak memiliki visi dan misi yang jelas saat memimpin.

"Di lain pihak, Ganjar dan Anies yang aktif bersosialisasi di medsos kurang memiliki visi yang jelas mengenai kebutuhan anak muda akan lapangan kerja," imbuhnya.

Selain itu selama perayaan lebaran, LSJ melakukan analisis media dan menyebut sentimen negatif terhadap Ganjar dan Anies cukup tinggi.

"Sebaliknya pada saat yang sama, sentimen negatif terhadap Ganjar dan Anies cukup tinggi, yakni 18% dan 35,8%," ungkapnya.

Sedangkan Prabowo selama lebaran yang aktif melakukan safari politik dengan berkunjung ke presiden hingga tokoh politik menerima sentimen negatif cukup rendah yaitu hanya 5 persen.

"Sementara sentimen positifnya cukup tinggi (37,1%). Ini artinya, apa yang dilakukan Prabowo dalam dua minggu terakhir dengan melakukan safari idul fitri diapresiasi positif oleh warganet dan oleh generasi digital natives khususnya," pungkasnya.



Baca juga artikel terkait BURSA CAPRES 2024 atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin
(tirto.id - Politik)

Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto

DarkLight