Survei Charta Politika: Ma'ruf Hanya Unggul di Kategori Keagamaan

Oleh: Felix Nathaniel - 25 Maret 2019
Charta Politika menilai, meski dalam persepsi publik Ma'ruf Amin hanya unggul dari kandidat lain di kategori keagamaan, Jokowi tetap diuntungkan karena menggandeng Ketua MUI nonaktif tersebut.
tirto.id - Hasil Survei Charta Politika, yang digelar pada 1-9 Maret 2019, menyimpulkan publik menilai Calon Wakil Presiden (Cawapres) 01 Ma'ruf Amin hanya unggul dari kandidat lain dalam aspek keagamaan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya saat merilis hasil survei terbaru lembaganya tersebut di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (25/3/2019).

"Untuk Kiai Ma'ruf dinilai paling religius dan taat beragama," kata Yunarto.

Untuk kategori selain aspek keagamaan, survei Charta Politika menyimpulkan Ma'ruf mendapatkan penilaian sebaliknya dari responden.

Pada berbagai kategori lain, seperti tegas dan berwibawa, perhatian ke rakyat, toleran ke minoritas, mampu memimpin dan paling jujur serta bebas dari korupsi, Ma'ruf memiliki angka paling rendah.

Meskipun demikian, Yunarto tidak menilai hal ini suatu kerugian bagi pasangan calon (paslon) 01. Dia berpendapat, karena Joko Widodo kerap diserang isu anti-Islam, capres petahana itu terbantu oleh kehadiran Ma'ruf sebagai pasangannya di Pilpres 2019.

"Ada insentif besar yang berhasil ditunjukkan oleh Kiai Ma'ruf [untuk Jokowi]," kata Yunarto.

"Jadi [mengenai] hipotesa yang mengatakan Kiai Ma'ruf belum tentu bisa mendongkrak elektabilitas Jokowi, tetapi [kehadiran Ma'ruf] bisa meminimalisir serangan-serangan terkait isu primordial kepada Jokowi, minimal terbukti di data ini," dia menambahkan.

Kesimpulan ini sesuai dengan hasil survei dari LSI Denny JA beberapa waktu lalu. Di kategori yang tidak menyentuh keagamaan atau keislaman, Ma'ruf dinilai kalah dari ketiga kandidat lain.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Addi M Idhom