Superliga 2019: Susahnya Mencari Venue Bulu Tangkis di Bandung

Oleh: Oryza Aditama - 18 Februari 2019
"Kami mencari tempat di Bandung sulit sekali, beberapa lokasi kurang layak atau berada cukup jauh dari pusat kota Bandung,” terang Achmad Budiharto, Sekjen PP PBSI.
tirto.id - Sekjen PP PBSI, Achmad Budiharto mengaku cukup kesulitan dalam mencari venue bulu tangkis yang cukup layak untuk gelaran Djarum Superliga Badminton 2019 di Bandung. Akhirnya mereka memutuskan ‘menyulap’ GOR Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) menjadi arena bulu tangkis yang bakal digunakan mulai 18-24 Februari 2019.

"Kami mencari tempat di Bandung sulit sekali, beberapa lokasi kurang layak atau berada cukup jauh dari pusat kota Bandung. Di Sabuga juga harus kami 'sulap' agar bisa jadi lapangan bulu tangkis," terang Budiharto, seperti dikutip dari Antara, Minggu (17/2/2019).

Minimnya keberadaan infrastruktur yang layak untuk kejuaraan bulu tangkis, disayangkan oleh Budiharto. Padahal cabang olahraga inilah yang sudah terbukti kerap kali membawa kebanggaan bagi Indonesia di tingkat dunia. Oleh karena itulah, ia berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian khusus bagi bulu tangkis khususnya dari segi infrastruktur.

"Memang ini jadi kritik atau masukan untuk pemerintah, karena kalau bicara prestasi, bulu tangkis selalu memberikan prestasi terbaik untuk bangsa di tingkat dunia," tambahnya.



Hal senada turut diungkapkan oleh Umar Djaidi selaku Manajer Tim Mutiara Cardinal yang notabene adalah klub asal ‘Kota Kembang’. Ia melihat meski cukup banyak atlet bulu tangkis nasional yang berasal dari Jawa Barat, namun fasilitas latihan maupun venue untuk kejuaraan bulu tangkis di Bandung cukup sulit ditemukan.

"Di Bandung belum ada tempat latihan yang memadai, bahkan untuk menggelar kejuaraan saja sangat sulit. Padahal banyak atlet nasional berasal dari Jawa Barat, tapi untuk pelatihannya jadi sulit karena tidak ada tempat," terang Umar.

Baca juga artikel terkait SUPERLIGA BADMINTON 2019 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Oryza Aditama
DarkLight