Sumber Kebocoran Migas di Lapangan YY ONWJ Bakal Ditutup Permanen

Oleh: Hendra Friana - 26 Juli 2019
Pertamina akan menutup permanen sumber kebocoran migas di Lapangan YY ONWJ.
tirto.id - Direktur Hulu PT Pertamina (Per­sero) Dharmawan Samsu mengatakan, sumur YYA-1 lapangan YY di blok Offshore North West Java (ONWJ) bakal ditutup permanen setelah penanganan kebocoran yang menyebabkan gelembung gas dan tumpahan minyak berhasil dihentikan.

Ia memperkirakan, butuh waktu delapan hingga 10 minggu sejak pernyataan kondisi keadaan darurat diumumkan Pertamina pada 15 Juli mendatang.

Artinya, langkah untuk mematikan sumur YYA-1 di lapangan YY, lepas Pantai Utara Jawa itu diprediksi baru bisa rampung pada September 2019.

"Setelah dipermanenkan ditutup dan tidak dilakukan pengeboran kembali, untuk mengembangkan lapangan ini dibutuhkan sumur baru," kata Dharmawan dalam konfrensi pers di kantor pusat Pertamina, Kamis (25/7/2019).

Untuk menghentikan semburan gas dan tumpahan minyak, Pertamina bakal melakukan pengeboran relief well di dekat sumur YYA-1 menggunakan rig baru bernama Rig Suhana.

Pengeboran itu bakal melibatkan Boots and Coots, per­­­usahaan dari Amerika Serikat yang memiliki pengalaman dalam me­na­ngani kasus serupa di berbagai dunia. Salah satunya, insiden di Teluk Meksiko yang sempat digambarkan dalam film Deep Horizon.

"Dari relief well dilakukan pengeboran menggunakan rig suhana, yang baru sampai pada Sabtu nanti. Pengeboran secara horizontal hingga melintasi sumur YYA-1," jelas Dharmawan.

Setelah pengeboran horizontal dilakukan, semen akan diinjeksi ke dalam sumur YYA-1 bersumber dari relief well. Adapun, lokasi Rig Suhana ditempatkan saat ini masih disurvei.

Hingga saat ini, ada dua sumur lainnya di lapangan YY yang belum dibuka atau masih terisolasi.

Dalam mengembangkan La­pangan YY ke depan, nantinya Pertamina Hulu Energi (PHE) akan membangun plat­form 3 kaki dan pengeboran dua sumur, re-entry satu sumur eksplorasi, hing­ga membangun pipa penyalur bawah laut sepanjang 13,5 kilometer.


Baca juga artikel terkait PERTAMINA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight