Menuju konten utama

Sudah Jauh Hari Prabowo Mengunci Sikap Ijtima Ulama GNPF

Prabowo-Sandiaga butuh dukungan dari kelompok tertentu yang anti-Jokowi.

Sudah Jauh Hari Prabowo Mengunci Sikap Ijtima Ulama GNPF
(Kiri-kanan) Ketua Pengarah Panitia Ijtima Ulama Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Presiden PKS Sohibul Imam, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, dan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra berfoto bersama saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat (27/7).ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

tirto.id - Ijtima ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) jilid II akan digelar Minggu (16/9/2018). Mereka akan kembali menentukan sikapnya yang bersifat politik praktis pada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk Pilpres 2019.

"Ijtima ulama II akan mengukuhkan [dukungan untuk Prabowo-Sandiaga] sambil menyepakati tim sukses nasional para ulama," kata Pengurus GNPF Ulama Dani Anwar kepada reporter Tirto, Jumat (14/9/2018).

Sebelumnya ijtima ulama I GNPF digelar 27-29 Juli 2018, menghasilkan keputusan politik mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres dalam Pemilu 2019. Selain itu mereka juga memunculkan Salim Segaf Al-Jufri dan Abdul Somad Batubara untuk menjadi bakal cawapres Prabowo, tapi gagal.

Saat ijtima ulama I GNPF, ada 4 komisi yang dibentuk peserta acara. Keempatnya yakni komisi politik, dakwah, ekonomi, dan lembaga. Masing-masing komisi menyampaikan hasil rapatnya di penutupan ijtima saat itu.

Komisi dakwah menghasilkan tiga program yakni gerakan salat subuh berjamaah, anti-pemurtadan, dan pemberantasan aliran sesat. Kemudian komisi lembaga memutuskan akan membentuk Badan Pekerja MPUI-I (Majelis Permusyawaratan Umat Islam Indonesia). Komisi ekonomi menghasilkan delapan keputusan terkait pengembangan ekonomi umat.

Menurut Dani, saat ini implementasi hasil pembahasan komisi dakwah dan ekonomi di Ijtima ulama I GNPF sedang dan terus dijalankan. Akan tetapi, hasil rapat dua komisi lainnya belum berjalan maksimal.

Ijtima ulama II GNPF rencananya menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Dani berkata, acara itu nantinya meminta Prabowo-Sandiaga sebagai kandidat yang didukung GNPF Ulama, menandatangani pakta integritas. Mereka juga akan membentuk Badan Pekerja serta Tim Sukses Nasional Para Ulama.

"Pakta integritas dan program politik itu sudah disahkan di ijtima I. Kami hanya akan meminta tanda tangan paslon itu untuk pakta integritas saja. Isi pakta integritas nanti 17 poin yang terdiri dari inti-inti program politik hasil ijtima I," ujar Dani.

Campur Tangan Prabowo

Menurut Dani Anwar, tanggal penyelenggaraan ijtima ulama II GNPF ditentukan langsung oleh Prabowo. Keputusan itu diambil saat Prabowo menerima kunjungan pengurus GNPF, 16 Agustus lalu. Dalam pertemuan itu Prabowo meneken kontrak politik dan pakta integritas dengan GNPF.

"Akhirnya sudah selesai dan beliau mau tanda tangan, beliau yang tentukan tanggalnya 16 September," kata Dani.

Kemudian ijtima ulama II GNPF berisi acara inti, penandatanganan kembali kontrak politik dan pakta integritas, serta deklarasi dukungan politik pada Prabowo-Sandiaga untuk Pilpres 2019.

"Konsekuensi dari penandatanganan adalah dukungan sepenuhnya dari para alim ulama untuk paslon tersebut," ujar Dani.

Ijtima ulama II GNPF rencananya "dimeriahkan" ceramah Rizieq Shihab dari Mekkah. Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama itu dijadwalkan memberi ceramah melalui sambungan telepon atau rekaman suara. Dani juga menjelaskan, meski saat ini sudah ada sosok pemuka agama yang menjadi kandidat di Pilpres 2019 yakni Ma'ruf Amin, itu tidak mempengaruhi sikap politik GNPF.

"Ya kalau kami di GNPF, ulama enggak terpengaruh karena kan memang gerakan ulama yang tergabung ini kan gerakan kultural yang sangat panjang, dari aksi 411, 212, 313," kata Dani.

Infografik CI Apa Kabar Ijtimak Ulama

Beban Politik bagi Prabowo?

Ijtima ulama II GNPF dianggap tak membebani Prabowo. Sebab menurut Wakil Sekjen Gerindra Andre Rosiade, pakta integritas dengan GNPF tak berseberangan dengan sikap politik Prabowo.

"Pak Prabowo adalah pemimpin yang tidak akan mempersekusi ulama, sehingga ijtima ulama mendukung Pak Prabowo," ujar Andre kepada reporter Tirto.

Acara ijtima ulama II GNPF juga mendapat tanggapan dari tim Jokowi-Ma'ruf. Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Arsul Sani menganggap acara itu harus dihormati karena merupakan wujud hak warga negara berkumpul dan berekspresi. Ia menganggap wajar ulama yang berkumpul dan menyampaikan dukungan untuk kandidat tertentu di Pemilu.

"Toh kalau kami bicara ulama kan tidak dengan arti tunggal. Bahwa ada sekelompok ulama berkumpul dan memberi dukungan ke paslon tertentu ya boleh saja," ujar Arsul di Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Jakarta.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, ijtima ulama II GNPF akan membawa dampak positif bagi Prabowo. Bakal capres itu disebut akan mendapat tambahan dukungan dari kelompok tertentu yang anti-Jokowi.

"Ceruk pemilih ini sengaja ingin disasar oleh ijtima ulama. Karena di kubu Jokowi sudah mengunci ceruk pemilih [lain]," ujar Adi kepada reporter Tirto.

Baca juga artikel terkait IJTIMA ULAMA atau tulisan lainnya dari Lalu Rahadian

tirto.id - Politik
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Dieqy Hasbi Widhana