Studi: Seperti Obesitas, Kurus juga Karena Genetik dan Diwariskan

Oleh: Febriansyah - 28 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kurus, seperti halnya obesitas, adalah sifat yang diwariskan
tirto.id - Jika Anda melakukan program diet dan berolahraga secara teratur tetapi tidak melihat hasil yang Anda harapkan, itu mungkin disebabkan oleh gen Anda.

Dalam penelitian terbaru, orang yang memiliki tubuh kurus terbukti memiliki gen spesifik dalam DNA mereka mereka dalam menjaga tubuh tetap ramping. Sementara itu, orang-orang yang bertubuh kurus memiliki lebih sedikit varian gen yang dikaitkan dengan kelebihan berat badan.

Penelitian Sadaf Farooqi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Genetics ini menjelaskan bahwa varian genetik yang berbeda diantara orang kurus dan gemuk ditambahkan untuk membuat skor risiko genetik.

Hasilnya, orang kurus meiliki varian ‘gen-gemuk’ yang lebih rendah dibanding orang gemuk yang memilikinya cukup banyak.

"Sangat mudah untuk terburu-buru menilai dan mengkritik orang karena berat badan mereka, tetapi ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa segala sesuatunya jauh lebih kompleks. Kita memiliki jauh lebih sedikit kendali atas berat badan kita daripada yang mungkin ingin kita pikirkan," kata Sadaf Farooqi, profesor metabolisme dan kedokteran di Universitas Cambridge yang memimpin penelitian.

Sadaf Farooqi dan rekan-rekannya meneliti DNA sekitar 14.000 orang. Sebanyak 1.622 peserta kurus dengan indeks massa tubuh 18 atau kurang dari itu. Mereka dibandingkan dengan 1.985 orang yang sangat gemuk, dengan indeks massa tubuh lebih dari 40, dan 10.433 orang dengan berat normal, yang berkisar dalam indeks massa tubuh dari 19 hingga 25.


Sampel DNA dikumpulkan dari air liur atau darah peserta dan para peneliti mencari varian genetik yang sebelumnya diidentifikasi terkait dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Dengan menambahkan lebih dari 100 varian genetik yang berbeda, tim menghasilkan skor risiko genetik dan menemukan bahwa orang gemuk memiliki skor risiko genetik yang lebih besar daripada orang normal atau kurus.

Di sisi lain, skor risiko ini sangat rendah pada orang kurus, sehingga mereka memiliki lebih sedikit gen yang berkontribusi pada orang yang kelebihan berat badan, dibandingkan dengan seluruh populasi yang mereka teliti.

Farooqi juga menemukan daerah genetik baru yang terlibat pada orang-orang ramping yang sehat. Jadi orang kurus tidak hanya tetap langsing dengan tidak memiliki gen obesitas, tetapi mereka juga memiliki gen berbeda yang melindungi mereka dari kenaikan berat badan.

"Kurus, seperti halnya obesitas, adalah sifat yang diwariskan," jelas Farooqi

Dilansir CNN, Tim Spector, profesor epidemiologi genetik di King's College London, menjelaskan bahwa pengaruh genetika itu penting dalam kecenderungan kita untuk menjadi kurus atau gemuk. Menurut Spector, pada umumnya juga orang kurus lebih cenderung memiliki beberapa kerabat yang kurus dan begitu juga orang gemuk memiliki kerabat yang gemuk.

Spector juga menambahkan bahwa ada beberapa orang yang emang meskipun selalu makan banyak tetapi masih kurus juga.

"Sekitar sepertiga orang di sebagian besar negara berhasil tetap kurus meskipun terpapar dengan lingkungan makanan yang buruk. Beberapa di antaranya tergantung pada gen, tetapi faktor-faktor lain seperti perbedaan individu dalam gaya hidup atau mikroba usus kemungkinan juga bertanggung jawab," kata Spector.


Steve Mowle, bendahara kehormatan di Royal College of GPs di Inggris menjelaskan bahwa penelitian ini memang memberikan bukti baru. Tetapi ia mengatakan bahwa ada sejumlah faktor lain, selain genetika, yang berperan dalam menentukan berat pasien, seperti diet dan seberapa sering mereka berolahraga.

Dia memperingatkan bahwa meskipun penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak orang yang langsing secara genetik cenderung mengurangi risiko obesitas, faktor risiko dari gaya hidup yang tidak sehat juga berpengaruh besar.

"Dokter akan selalu merekomendasikan mempertahankan gaya hidup sehat untuk semua pasien mereka, terlepas dari berat badan atau kecenderungan genetik mereka, termasuk memastikan pasien makan diet seimbang, berolahraga teratur, minum alkohol dalam jumlah sedang, tidak merokok, dan tidur yang cukup,"kata Mowle.

Baca juga artikel terkait KURUS atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Febriansyah
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight