Studi: Punya Hubungan yang Bahagia Dapat Membuat Panjang Umur

Oleh: Febriansyah - 24 April 2019
Memiliki pasangan yang bahagia mengarah ke pernikahan yang lebih lama, dan umur panjang.
tirto.id - Penelitian menunjukkan bahwa memiliki pasangan yang bahagia mengarah ke pernikahan yang lebih lama, dan menjadikan panjang umur.

Studi yang dipublikasikan dalam Psychological Science ini menjelaskan, peserta yang memiliki pasangan bahagia di awal penelitian cenderung meninggal pada 8 tahun ke depan dibandingkan dengan peserta yang memiliki pasangan kurang bahagia.

"Temuan ini menggarisbawahi peran lingkungan sosial terhadap kesehatan individu. Yang paling penting, ini memiliki potensi untuk memperluas pemahaman kita tentang apa yang membentuk lingkungan sosial individu dengan memasukkan kepribadian dan kesejahteraan orang yang dekat dengan mereka (pasangan),” kata penulis studi Olga Stavrova, seorang peneliti di Tilburg University di Belanda.

Kepuasan hidup sangat memengaruhi kesehatan. Orang yang memiliki pasangan yang aktif dan bahagia, misalnya, cenderung memiliki gaya hidup yang aktif.

Stavrova memeriksa data dari survei nasional terhadap sekitar 4.400 pasangan di Amerika Serikat yang berusia di atas 50 tahun.

Survei yang didanai oleh National Institute on Aging ini, mengumpulkan data tentang peserta yang memiliki pasangan heteroseksual sebanyak 99 persen.

Hingga 8 tahun, peserta dan pasangannya melaporkan kepuasan hidup dan berbagai faktor yang diduga terkait dengan kematian, termasuk persepsi dukungan pasangan dan frekuensi aktivitas fisik seperti olahraga dan diet sehat bersama.

Hasilnya menunjukkan bahwa kepuasan hidup pasangan yang lebih besar pada awal penelitian dikaitkan dengan risiko kematian peserta yang lebih rendah.

Secara khusus, risiko kematian bagi peserta dengan pasangan bahagia lebih lambat daripada risiko kematian bagi peserta dengan pasangan yang tidak bahagia.

Stavrova mengatakan, kepuasan hidup pasangan mungkin memiliki konsekuensi penting bagi kesehatan dan umur panjang. Meskipun partisipan dalam penelitian ini adalah orang Amerika, Stavrova percaya bahwa hasilnya kemungkinan juga berlaku untuk pasangan di luar Amerika Serikat.

"Penelitian ini mungkin memiliki implikasi untuk pertanyaan seperti apa yang harus kita perhatikan ketika memilih pasangan," kata Stavrova.


Baca juga artikel terkait PERNIKAHAN atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Febriansyah
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight