Menuju konten utama

Strategi Anthony Ginting vs Ng Ka Long Angus di 32 Besar BAC 2019

“Anthony harus lebih berani menerapkan strategi permainannya yang menyerang,” jelas Irwansyah, Asisten Pelatih Tunggal Putra PBSI.

Strategi Anthony Ginting vs Ng Ka Long Angus di 32 Besar BAC 2019
Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting menepuk raketnya seusai bertanding melawan pebulu tangkis Jepang Kento Momota pada final Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium, Singapura, Minggu (14/4/2019). ANTARA FOTO/Humas PP PBSI/hma/foc.

tirto.id - Irwansyah selaku Asisten Pelatih Tunggal Putra PBSI mengungkapkan bahwa Anthony Sinisuka Ginting harus berani tampil menyerang kala menghadapi wakil Hong Kong, Ng Ka Long Angus, pada babak pertama (32 besar) Badminton Asia Championships (BAC) 2019, di Wuhan, Cina.

Irwansyah juga menekankan jika Anthony jangan sampai terpancing dengan pola permainan Angus yang kerap menerapkan strategi reli-reli panjang.

"Untuk Anthony, yang penting jangan terbawa irama permainan lawan yang banyak reli. Anthony harus lebih berani menerapkan strategi permainannya yang menyerang,” terang Irwansyah, sebagaimana dikutip dari laman PBSI.

Ditinjau dari segi peringkat dunia, Anthony Ginting memiliki posisi yang lebih baik daripada Ng Ka Long Angus. Hingga pekan ke-16 BWF, tunggal putra Indonesia tersebut mantap bercokol di posisi 7 dunia, sementara wakil Hong Kong tercecer di peringkat ke-16 dunia.

Khusus untuk BAC 2019, Anthony juga memiliki status yang lebih mentereng ketimbang Ng Ka Long Angus. Dari delapan daftar pemain unggulan, Anthony sukses menempati urutan ke-6. Sementara Angus datang ke Wuhan, Cina, dengan menyandang status non-unggulan.

Kendati demikian, sejatinya Anthony Ginting masih kalah secara rekor head to head melawan calon rivalnya di babak 32 besar itu. Total terhitung dari 8 kali pertemuan antara mereka berdua, Anthony hanya sanggup merebut 3 kali kemenangan, sementara sisanya mutlak menjadi milik si pemain Hong Kong.

Kedua pemain ini pertama kali bertemu di ajang Indonesia Open 2013, di mana ketika itu Ng Ka Long Angus sukses menekuk Anthony lewat duel rubber game.

Kemenangan terakhir Anthony atas Angus didapat saat babak 32 besar Japan Open 2018, kala ia berhasil unggul dua set langsung 21-14, 21-15.

Namun sayangnya pada duel terkini di ajang All England 2019 bulan Maret lalu, Anthony terpaksa menelan kekalahan rubber game dengan skor 18-21, 21-13, 11-21, dalam tempo 58 menit.

"Lawan-lawan yang akan dihadapi pemain Indonesia di babak pertama ini bagus-bagus semua, peluangnya 50-50. Siapa yang lebih siap, yang lebih berani, dia yang akan menang,” tutup Irwansyah.

Seluruh wakil tunggal putra Indonesia baru akan melakoni laga babak pertama (32 besar) BAC 2019, pada hari Rabu (24/4/2019) besok.

Baca juga artikel terkait BADMINTON ASIA CHAMPIONSHIPS 2019 atau tulisan lainnya dari Oryza Aditama

tirto.id - Olahraga
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Fitra Firdaus