Status Siaga di Gunung Bromo Masih Fluktuatif

Oleh: Yuliana Ratnasari - 10 Oktober 2016
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Bromo hingga saat ini masih ditetapkan berstatus siaga. Secara umum, aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut ini pun masih belum stabil.
tirto.id - Sejak kondisi terakhir yang tercatat berstatus siaga, hingga saat ini aktivitas Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut ini dilaporkan masih belum stabil. Hal itu diungkapkan Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Dr. Hendra Gunawan.

"Secara umum aktivitas Gunung Bromo belum stabil dan statusnya masih tetap siaga dengan radius aman diluar 2,5 kilometer dari kawah aktif," katanya Hendra dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (9/10/2016) malam, seperti dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, kegempaan Gunung Bromo dicirikan oleh gempa tremor yang energi tremornya cenderung naik perlahan sejak statusnya ditetapkan menjadi siaga pada 26 September 2016 lalu. Meski cenderug mengalami kenaikan, kondisi Gunung Bromo berfluktuasi hingga saat ini. "Deformasi atau kembang kempisnya tubuh Gunung Bromo masih berfluktuasi juga," tuturnya.

Aktivitas Gunung Bromo pada 9 September 2016 pukul 12.00-18.00 WIB tercatat secara visual terlihat cuaca mendung, angin tenang, suhu udara 14-16 derajat celcius, Gunung Bromo kabut, kemudian terpantau juga turun gerimis - hujan (10,5 milimeter).

"Secara visual, asap kawah Gunung Bromo juga tidak dapat teramati karena tertutup kabut dan secara seismik tercatat tremor Gunung Bromo terus menerus dengan amplitudo maksimum 0,5-10 milimeter, namun dominan ampitudonya 1 milimeter," katanya.

Sementara itu, pada 9 September 2016 pukul 00.00-06.00 WIB tercatat secara visual cuaca mendung, angin tenang hingga sedang, suhu udara 12-14 derajat celcius, Gunung Bromo jelas-kabut, kemudian asap kawah teramati putih sedang-tebal, tekanan lemah-sedang, tinggi asap berkisar 50-300 meter dari puncak kawah kearah barat.

"Dari pos pengamtan gunung api (PPGA) Bromo di Desa Ngadisari juga terdengar suara gemuruh lemah, sesekali teramati sinar api sama-samar dari kawah. Secara seismik terekam gempa tremor dengan amplitudo maksimum 0,5 - 7 milimeter dan dominan 1 milimeter," ujarnya.

Sebelumnya, PVMBG menaikkan status Gunung Bromo yang berada di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang dari waspada (Level II) menjadi siaga (Level III) terhitung sejak tanggal 26 September 2016 pukul 06.00 WIB.

Baca juga artikel terkait GUNUNG BROMO AKTIF atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari