Menuju konten utama

Stafsus Jokowi Minta Pejabat Positif COVID-19 Tidak Dihakimi Publik

Staf Khusus Presiden Jokowi Angkie Yudistia mengklaim pemerintah terbuka dalam menyampaikan informasi pejabat yang terpapar COVID-19.

Stafsus Jokowi Minta Pejabat Positif COVID-19 Tidak Dihakimi Publik
Ilustrasi Corona. foto/istockphoto.

tirto.id - Staf Khusus Presiden Jokowi Angkie Yudistia mengklaim pemerintah terbuka dalam menyampaikan informasi pejabat yang terpapar COVID-19. Akan tetapi, pemerintah berharap agar publik tidak menghakimi para pejabat yang positif.

"Pemerintah selalu memberikan informasi kepada masyarakat perihal pejabat yang terkonfirmasi positif, tapi diharapkan untuk masyarakat untuk tidak memberi stigma negatif kepada para pejabat yang konfirmasi positif," kata Angkie di kompleks Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Sebagai catatan, jumlah pejabat yang terpapar COVID-19 cukup banyak. Di tingkat bupati dan wali kota, setidaknya sudah 7 pejabat di tingkat bupati meninggal dunia yakni Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor, Walikota Tanjungpinang M Syahrul, Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nadjmi Adhani, Wakil Bupati Way Kanan, Edward Antony, Bupati Berau, Kalimantan Timur, Muharram, dan Bupati Situbondo Dadang Wigiarto.

Di tingkat provinsi sudah ada 5 gubernur/wagub terpapar COVID-19 yakni Gubernur Kepri Isdianto, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Gubernur Riau Syamsuar serta pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Riza Patria.

Di level nasional ada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agama Fachrul Razi, eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan terkini adalah Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Angkie menilai banyak pejabat yang terpapar COVID-19 menandakan semua pihak bisa terpapar COVID-19. Virus ini menyasar tanpa memandang latar belakang, jenis kelamin dan usia. Alhasil, banyak klaster yang terjadi di masa pandemi.

"Kita tahu bahwa bagaimana klaster-klaster ini kita bisa menjadikan COVID-19 ini terkonfirmasi oleh siapa pun, maka yang kita butuhkan adalah bagaimana kita bisa menerapkan protokol kesehatan," kata Angkie.

Baca juga artikel terkait PEJABAT POSITIF CORONA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri