Pandemi COVID-19

Sri Mulyani soal PSBB Jawa-Bali: Kalau Tidak, Ekonomi akan Memburuk

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 6 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Menkeu Sri Mulyani sebut tanpa PSBB Jawa-Bali, ekonomi justru akan memburuk karena peningkatan kasus tak terkendali.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemberlakuan pembatasan aktivitas atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak terhindarkan lagi. Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berkata, tanpa PSBB justru ekonomi tetap memburuk karena peningkatan kasus tak terkendali sama halnya seperti saat PSBB diterapkan untuk menekan penularan.

“Pasti ada dampak pada ekonomi. Kalau itu tidak dilakukan dan (COVID-19) getting worse, perekonomian juga akan memburuk. Jadi pilihannya tidak terlalu banyak,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Rabu (6/1/2021).

Sri Mulyani menjelaskan pembatasan ini bukan yang pertama kali. Selama hampir 1 tahun pandemi, Indonesia sudah menghadapi PSBB pada Maret hingga Mei 2020, ditambah PSBB ketat DKI di September 2020. Selama pembatasan berlangsung, perekonomian terutama konsumsi masyarakat mengalami perlambatan.

Ia bilang perlambatan serupa kini akan terjadi lagi pada pembatasan Januari 2021 yang rencananya bakal dilakukan selama 2 pekan mulai 11 Januari 2020. Meski tahu bakal menyebabkan perlambatan ekonomi, Sri Mulyani belum dapat memberitahu seberapa besar penurunan pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada Q1 2021.

“Konsekuensi pertumbuhan kami lihat di Q1. Kami lihat bagaimana dalam perkembangan 2 minggu seperti disampaikan,” ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan pembatasan yang saat ini terjadi merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan “gas dan rem” pemerintah. Ia bilang masyarakat tetap dapat beraktivitas, tetapi dengan disiplin yang lebih ketat dari bulan sebelumnya. Ia meminta agar protokol kesehatan benar dijalankan dengan baik

“Selalu pilihannya agar COVID-19 tetap terkendali dan dampak ekonomi tidak terlalu dalam,” ucap Sri Mulyani.



Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight