Dampak Pandemi Corona

Sri Mulyani Sebut Pendapatan Negara dari Sektor Migas Anjlok 45,3%

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 12 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Menkeu Sri Mulyani mencatat penerimaan pajak penghasilan minyak dan gas pada Januari-September 2020 anjlok 45,3 persen.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas pada Januari-September 2020 anjlok 45,3 persen. Jika tahun lalu penerimaan PPh dari sektor ini bisa mencapai Rp43,2 triliun, pada 2020 ini penerimaannya hanya Rp23,6 triliun.

“Tampaknya sektor migas terus mengalami negatif growth dua tahun berturut-turut, yang menunjukkan sektor ini dari sisi harga dan produksi menghadapi tantangan sulit,” kata dia dalam rapat kerja dngan Komisi XI DPR RI, Kamis (12/11/2020).

Sri Mulyani sebelumnya juga mengungkap turunnya penerimaan pajak dari migas menjadi salah satu dari banyak sektor yang berdampak pada penurunan penerimaan pajak secara keseluruhan. Per September 2020 penerimaan pajak mengalami penurunan 16,9 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Realisasinya hanya mencapai Rp750,6 triliun atau setara 62,6 persen dari target Rp1.198,8 triliun.

Selain itu, ia menjelaskan, PPh non-migas juga turun 16,9 persen. Realisasinya hanya Rp418,2 triliun dari target Rp638,5 triliun pada September 2020. Angka itu lebih rendah dari periode yang sama di 2019 sebesar Rp503,3 triliun.

Pajak pertambahan nilai (PPN) turun 13,6 persen. Realisasinya September 2020 Rp290,3 triliun dari target Rp507,5 triliun. Realisasi ini lebih rendah dari capaian September 2019 Rp336,1 triliun. Sejumlah pos pajak yang turun sepanjang Januari-September 2020 yoy, antara lain PPh Badan turun 30,40 persen seiring pemberlakuan penurunan tarif PPh dari 25 persen ke 23 persen.

Di samping penerimaan pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor sumber daya alam turun 33,5 persen yoy. Realisasinya hanya Rp72,9 triliun padahal per September 2019 lalu sempat mencapai Rp109,5 triliun.

Penurunan terjadi baik di SDA Migas maupun SDA non-migas. Keduanya turun 37,4 persen dan 19,6 persen yoy seiring rendahnya harga komoditas rata-rata yaitu minyak mentah Indonesia (ICP) dan Harga Batu bara Acuan (HBA).



Baca juga artikel terkait PENERIMAAN NEGARA atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Abdul Aziz
DarkLight