Sri Mulyani: Pemulihan Konsumsi Rumah Tangga di Q3 2020 Cukup Berat

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 26 Agustus 2020
Sri Mulyani mengatakan memulihkan konsumsi rumah tangga dari minus 5,51 persen di Q2 menjadi positif di Q3 2020 cukup menantang.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pemulihan komponen konsumsi rumah tangga untuk menjaga pertumbuhan kuartal 3 (Q3) 2020 positif cukup berat. Ia bilang saat ini komponen yang menyumbang struktur Produk Domestik Bruto (PDB) 57,9 persen belum menunjukan tanda perbaikan seperti yang diinginkan pemerintah.

“Ini satu yang cukup berat di Q3 konsumsi belum menunjukan pemulihan seperti kami harapkan. Kami masih memiliki waktu 1,5 bulan untuk Q3,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (25/8/2020).

Sri Mulyani mengatakan jika konsumsi rumah tangga tidak bisa mencapai titik positif di Q3, maka pertumbuhan negatif semakin tidak terhindarkan. Ia mengakui memulihkan konsumsi rumah tangga dari minus 5,51 persen di Q2 menjadi positif di Q3 cukup menantang.

Salah satu indikatornya terlihat dari memburuknya penerimaan pajak PPh pasal 21 yang mengukur penghasilan karyawan. Pada Juni 2020 sempat membaik dengan tumbuh positif 12,28 persen dari Mei 2020 minus 28,30 persen. Namun pada Juli 2020 nilainya berbalik menjadi minus 20,38 persen.

Penerimaan pajak perdagangan di Juli 2020 juga sama. Juni 2020 sempat membaik menjadi minus 19,94 persen dari pertumbuhan Mei 2020 minus 40,66 persen. Juli 2020 malah berbalik menjadi minus 27,34 persen lagi.

“Perlu kita waspadai. Ini menggambarkan pembalikan konsumsi masyarakat,” ucap Sri Mulyani.

Demi pertumbuhan Q3 nanti bisa mencapai titik positif dalam rentang perkiraan saat ini minus 2 sampai nol persen, ia menargetkan penggenjotan sisi konsumsi. Ia bilang anggaran perlindungan sosial tengah digenjot realisasinya termasuk mengevaluasi program yang dinilai kurang maksimal atau kerap terhambat.

Di sisi lain, Agustus ini pemerintah juga akan mencairkan bantuan gaji Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan. Terutama untuk mereka yang berpendapatan di bawah Rp5 juta.


Baca juga artikel terkait KONSUMSI RUMAH TANGGA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight