Sri Mulyani: Kebutuhan Pembiayaan Utang Semester II 2020 Rp797,4 T

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 10 Juli 2020
Pemerintah mencatat sampai semester I 2020 realisasi pembiayaan utang sudah mencapai Rp421,5 triliun atau 34,53 persen.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat kebutuhan pembiayaan utang pemerintah hingga semester II 2020 diperkirakan mencapai Rp797,4 triliun. Sementara itu, pemerintah mencatat sampai semester I 2020 realisasi pembiayaan utang sudah mencapai Rp421,5 triliun atau 34,53 persen.

Tambahan ini menghasilkan outlook realisasi Rp1.219 triliun sebagai nilai pembiayaan utang yang akan digunakan sampai akhir 2020. Realisasi sebesar ini setara 99,88 persen dari target pembiayaan utang Perpres 72/2020 senilai Rp1.220,5 triliun.

“Realisasi pembiayaan utang tetap dilakukan hati-hati,” ucap Sri Mulyani dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, Kamis (9/7/2020).

Apabila dirinci, sumber pembiayaan utang ini sebagian besar berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) netto senilai Rp742,7 triliun. Sebagai perbandingan hingga semester I 2020 pemerintah sudah merealisasikan penerbitan SBN sebanyak Rp430,4 triliun atau 36,67 persen dari target Perpres 72/2020.

Tambahan SBN yang diperlukan sampai akhir tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp742,7 triliun. Dengan demikian realisasi penerbitan SBN hingga akhir tahun 2020 bisa mencapai Rp1.173,1 triliun atau 99,95 persen dari target Perpres 72/2020.

Sementara itu pemenuhan kebutuhan pembiayaan utang 2020 dipastikan akan mengandalkan pinjaman entah luar negeri entah domestik. Hingga semester I 2020, pemerintah belum melakukan penambahan tetapi masih merealisasikan pembayaran utang senilai Rp8,9 triliun.

Akan tetapi pada semester 2 2020 nanti, bakal ada tambahan pinjaman (netto) sebesar Rp54,7 triliun. Pembayaran pinjaman semester I 2020 senilai Rp8,9 triliun maka pinjaman yang ditarik selama 2020 hanya Rp45,9 triliun atau setara 98,2 persen dari target Perpres 72/2020 senilai Rp46,7 triliun.


Baca juga artikel terkait PEMBIAYAAN UTANG DI APBN atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight