Pandemi COVID-19

Sri Mulyani Bantah Isu Negara Sudah Tidak Punya Uang karena Corona

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 9 Mei 2020
Sri Mulyani menegaskan pemerintah masih memiliki anggaran yang cukup untuk menghadapi pandemi Corona atau COVID-19 maupun untuk menjalankan roda pemerintahan.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani menampik adanya anggapan atau kabar burung yang mengatakan pemerintah sedang mengarah pada kebangkrutan. Ia bilang pemerintah masih memiliki anggaran yang cukup untuk menghadapi pandemi Corona atau COVID-19 maupun untuk menjalankan roda pemerintahan.

“Ada yang mengatakan jangan-jangan pemerintah sudah tidak punya uang karena DID tidak turun. Saya sampaikan, salah besar Bapak. Dana pemerintah pusat ada dan kami punya itu,” ucap Sri Mulyani dalam rapat virtual bersama Komite IV DPD RI, Jumat (8/5/2020).

Pernyataan ini diucapkan Sri Mulyani menanggapi salah satu anggota Komite IV DPD RI yang memprotes lambannya pencairan Dana Insentif Daerah (DID). Gara-gara lambannya pencairan itu, Sri Mulyani mendapat prasangka kalau pemerintah diduga tidak lagi punya uang.

Ia bilang saat ini uang pemerintah masih ada. Jika ingin mengetahui berapa dan di mana, ia bilang hal itu bisa dicek langsung di Bank Indonesia.

“Jangan sampai ini sudah muncul rumor-rumor yang kadang-kadang sengaja tidak sengaja diperluas, disebarluaskan seolah-olah pemerintah sudah bangkrut tidak punya duit. Enggak bisa bayar guru atau apa,” ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani lantas mengklarifikasi kalau lambannya pencairan dana transfer daerah seperti DID tentu hanya sebatas kendala prosedural.

Ia bilang tidak menutup kemungkinan kalau operasional dan layanan yang ada terganggu apalagi saat pandemi. Ia bilang anggaran bagi guru, kesehatan maupun transfer daerah tetap ada dan pasti tersedia.

“Ini masalah prosedural berbagai hal yang belum dipenuhi sehingga belum bisa kita transfer,” ucap Sri Mulyani.




Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight