Spekulasi di Balik Pembacokan Terhadap Hermansyah

Oleh: Jay Akbar - 11 Juli 2017
Dibaca Normal 4 menit
Komnas HAM melihat luka pada tubuh Hermansyah menunjukkan pelaku bukan orang sembarangan. Berbagai spekulasi mengemuka soal latar dari peristiwa ini.
tirto.id - Apes menimpa Hermansyah pada Minggu (9/7) dini hari. Pakar telematika ITB ini menjadi korban pembacokan oleh sejumlah orang di Tol Jagorawi KM 6 Jakarta Timur, usai merayakan ulang tahun sang istri. Polisi mengatakan penganiayaan terhadap Herman bermula dari senggolan kendaraan.

“Sekitar KM 6 Tol Jagorawi mobil korban disuruh menepi oleh pelaku kemudian korban oleh pelaku disuruh membuka pintu. Akibat kejadian tersebut korban terluka di bagian kepala, leher dan tangan, lalu korban menyender di jok mobil dan sempat ditolong oleh petugas Jasa Marga kemudian korban dibawa ke RS Hermina Depok,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho, seperti dilansir Antara.

Namun tak semua orang lekas percaya pada kronologis versi polisi itu. Komisioner Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution menduga penyerang terhadap pria yang dipanggil Herman ini bukan orang biasa. Dugaan ini didasarkan pada titik-titik luka yang ada di tubuh Herman: bagian atas telinga, leher, dan tangan korban.

“Siapa pun tahu ini titik-titik yang mematikan. Tidak dilakukan oleh orang biasa,” kata Maneger usai menjenguk Herman di RSPAD Gatot Soebroto.

Maneger mengatakan Herman masih menjalani perawatan intensif. Ia sempat bertemu dengan adik dan ibu Herman. Namun, keduanya masih trauma dan belum bisa memberikan banyak keterangan “Kami tak sempat bertemu Hermansyah tetapi dengan adik dan ibunya. Keluarga masih trauma. Kita harus memahami,” ujar Maneger.

Maneger mendesak polisi transparan mengungkap penganiayaan terhadap Herman. Menurutnya polisi tidak cukup hanya menangkap pelaku, tapi juga mesti mendalami motif sebenarnya di balik penyerangan sadis tersebut. Apalagi kasus ini telah menjadi perhatian publik.

“Meminta kepolisian mengusut tuntas, tidak berhenti pada siapa pelakunya, tetapi motifnya. Karena ini sudah menjadi konsumsi publik, maka mestinya kasus ini bisa dibawa ke ruang publik, tidak boleh ada di ruang gelap,” katanya.

Ketua Ikatan Alumni ITB Jakarta Abdi Munif punya suara yang nyaris senada dengan Maneger. Ia meminta polisi mengusut tuntas penyerangan terhadap Hermansyah. “Yang pertama kasus ini harus segera diusut tuntas, cepat, dan diungkap pelakunya sekaligus motifnya apa supaya tidak berkembang yang macam-macam,” ujarnya usai menjenguk Herman saat masih dirawat di RS Hermina Depok.

Di lingkungan alumni ITB Herman dikenal cukup aktif dan enak diajak bergaul. Ia kerap memberikan masukan, terutama mengenai isu-isu terkini yang berkaitan dengan informasi teknologi (IT). “Saya liat pergaulan dia bagus. Secara pribadi juga orangnya enak. Hari Jumat kemarin masih telepon sama saya malam-malam dan janjian ketemuan Senin,” jelasnya.

Dari dalam rumah sakit, Abdi sempat berbincang dengan istri Herman yang menjadi saksi penyerangan. Menurut sang istri Herman diserang lima orang dari dua mobil berbeda. Sang istri tidak mengalami luka sementara Herman mengalami luka serius hingga membutuhkan perawatan intensif. “Kondisinya sekarang sudah selesai operasi sedang dibersihkan luka-lukanya,” katanya.

Abdi enggan berspekulasi mengenai motif di balik penyerangan terhadap Herman. “Kita tak mau ngarang-ngarang ya,” katanya.

Abdi meminta polisi melindungi Herman selama menjalani masa perawatan. Betapa pun Herman adalah aktivis yang cukup kritis terhadap beberapa hal yang berkembang belakangan ini. Selain itu, ia juga berharap polisi meningkatkan perlindungan kepada warga. Agar kekerasan terhadap masyarakat tidak terjadi lagi.

Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman meminta polisi bergerak cepat menangkap penyerang Herman. Berkaca pada kasus yang sebelumnya ditangani polisi, Habiburokhman mengatakan polisi selalu berhasil menangkap pelaku yang sulit dilacak sekalipun. “Kita ingat kasus bendera tauhid saja bisa dalam beberapa hari orang yang tidak dikenal bisa ditangkap. Apalagi ini di jalan tol yang punya teknologi CCTV,” ujarnya.

Habiburokman mengatakan menangkap penyerang Herman mestinya tidak sulit. Sebab bila mengacu pada keterangan polisi, serangan itu dilakukan secara spontan karena insiden kecelakaan jalan. Namun beda ceritanya bila serangan dilakukan secara terencana.

“Yang kita pertanyakan, kalau ini spontanitas, seharusnya tidak terlalu sulit bagi aparat kepolisian untuk menangkap pelakunya. Kecuali memang ini terencana, sehingga sudah ada rencana penghilangan alat bukti. Sehingga menjadi sulit,” kata Habiburokman.

Ragam Spekulasi

Penyerangan terhadap Herman memang memunculkan beragam spekulasi. Herman memang dilibatkan sebagai pakar dalam kasus chat berkonten porno yang menurut polisi dilakukan oleh Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Dalam tayangan YouTube tentang “Indonesia Lawyers Club” yang ditayangkan TVOne misalnya, Herman mengatakan bahwa konten chat yang mengatasnamakan Rizieq dan Firza asli tapi palsu. Menurutnya ada pihak yang melakukan intercept (mencegat) aplikasi Whatsapp milik Rizieq dan Firza. Intercept tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan salah satu alat buatan Israel.

Melalui pesan suara berdurasi 5 menit 11 detik, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab mengklaim serangan terhadap Hermansyah tidak lepas dari keterlibatan Herman dalam Aksi Bela Islam. Penyerangan itu menurutnya juga karena Herman memberikan pernyataan yang meragukan keaslian chat porno atas nama Rizieq dan dan Firza Husein.

Pengacara Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro saat dihubungi Tirto, membenarkan bahwa rekaman itu adalah suara Rizieq Shihab yang diambil dari Arab Saudi. Sugito juga mengatakan Herman sudah resmi jadi saksi ahli bagi Firza Husein yang sudah berstatus tersangka chat porno. Herman juga menjadi konsultan IT di GNPF-MUI.

“Musibah yang menimpa beliau sama sekali tidak bisa dipisahkan dari keterlibatan beliau dalam Aksi Bela Islam. Bahkan musibah yang menimpa beliau berupa serangan dari orang tak dikenal pengeroyokan, pembacokan, upaya pembunuhan hal ini tidak bisa dipisahkan dari kesaksian beliau bahwa chat fitnah yang ditujukan kepada saya merupakan chat palsu penuh rekayasa,” kata Rizieq.

Rizieq meminta aparat kepolisian menangkap penyerang Herman. Dia juga mengingatkan para ulama yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Bahkan secara khusus Rizieq meminta laskar FPI dan laskar di ormas Islam lain ikut siaga dan membantu polisi mengejar pelaku.

Sementara itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Bachtiar Nasir belum mau berspekulasi soal motif serangan terhadap Herman. Sebab menurutnya belum ada keterangan yang bisa menyimpulkan bahwa serangan terhadap Herman memiliki motif lain di luar insiden senggolan kendaraan di tol.

“Saya belum bisa berspekulasi karena kejadian di dalam tol dan ada senggol senggolan dengan mobil lain dan nggak ada keterangan yang bisa membuat saya memberikan kesimpulan,” kata Bactiar usai menjenguk Herman di Rumah Sakit Hermina Depok, Minggu.

Bachtiar mengaku terakhir kali berkonsultasi dengan Herman sebelum Idul Fitri. Ketika itu Herman meminta pendapat Bachtiar soal adanya permintaan untuk menjadi saksi ahli dalam kasus chat mesum antara Rizieq dan Firza.

“Saya diminta menjadi saksi ahli apa menurut pendapat Pak ustad,” tanya Herman dalam WA ke Bachtiar.

Pihak kepolisian hingga Senin kemarin mengaku belum menemukan korelasi antara penyerangan terhadap Herman dengan soal pernyataannya terkait dugaan percakapan dan foto palsu Rizieq dan Firza.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan polisi masih berupaya menangkap penyerang Herman. Argo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Jasa Marga, Polres Metro Jakarta Timur. Termasuk mendalami rekaman CCTV di jalan tol.

“Upaya pencarian pelaku, dari saksi yang melihat kita minta keterangan, kita analisa. Lalu kami mengerucutkan siapa yang menjadi pelaku. Tidak lepas dari koordinasi dengan Jasa Marga untuk melihat CCTV,” kata Argo.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jendral Polisi Rikwanto mengaku belum menemukan antara penganiayaan terhadap Herman dengan aktivitas Herman sebagai ahli telematika yang pernah berujar soal keaslian serta kebenaran chat berkonten porno.

"Hermansyah pernah menjadi pembicara dengan pendapatnya hanya itu saja perannya. Kalau masyarakat bilang ada hubungannya dengan HRS belum kami temukan kaitannya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin.

Rikwanto menjelaskan Hermansyah pernah menjadi pembicara yang menyebutkan percakapan dan foto berkonten porno Rizieq adalah asli tapi palsu pada acara diskusi pada salah satu televisi swasta nasional.

Berdasarkan keterangan istri Herman dan fakta lapangan yang dikumpulkan polisi, Rikwanto menyatakan Hermansyah terlibat senggolan kendaraan di Jalan Tol Jagorawi, Jakarta Timur, pada Minggu (9/10) pukul 04.00 WIB. Akibat senggolan itu terjadi pertengkaran dengan lima penumpang mobil itu yang berujung pembacokan terhadap Herman.

Sebelum Polri berhasil mengungkap kasus ini, maka kasus Herman masih di bawah bayang-bayang spekulasi yang tak jelas kebenarannya.

Baca juga artikel terkait HERMANSYAH GNPF MUI DIKEROYOK atau tulisan menarik lainnya Jay Akbar
(tirto.id - Current Issue)

Reporter: Jay Akbar
Penulis: Jay Akbar
Editor: Suhendra
DarkLight