Menuju konten utama

Soal Tunjangan Babinsa, Kapuspen TNI: Kondisi Keuangan Negara Cukup

Mohammad Sabrar Fadhilah mengatakan kondisi keuangan negara cukup untuk meningkatkan tunjangan Babinsa.

Soal Tunjangan Babinsa, Kapuspen TNI: Kondisi Keuangan Negara Cukup
Ribuan personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang hadir dalam Apel Besar Babinsa, menyanyikan mars Babinsa sebelum mendengarkan arahan dari Presiden Joko Widodo di Hanggar KFX PT DI di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/7/2018). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

tirto.id - Tunjangan Kinerja Bintara Pembina Desa (Babinsa) naik pada bulan ini. Presiden Jokowi menyatakan tunjangan kinerja Babinsa tipe A naik dari Rp104.000 per bulan menjadi Rp900.000 per bulan. Sedangkan Babinsa tipe B naik dari Rp440.000 per bulan menjadi Rp1,2 juta per bulan.

Terkait tunjangan Babinsa itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI, Mohammad Sabrar Fadhilah mengatakan kondisi keuangan negara cukup untuk meningkatkan tunjangan tersebut.

“Kita tidak menentukan anggaran, tapi Kementerian Keuangan yang menyanggupi. Jumlah itu ditentukan oleh yang membuat anggaran,” jelas dia di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Dia menyatakan para pimpinan menghimpun, menganalisis lalu melaporkan terkait ide peningkatan tunjangan kinerja Babinsa. Ternyata, lanjut dia, pemerintah menerima dan meloloskan keinginan tersebut.

"Mungkin saja karena kondisi keuangan negara yang cukup," ujar dia.

Fadhilah melanjutkan jumlah personel Babinsa di Indonesia masih kurang, saat ini ada 59 ribu hingga 60 ribu personel di seluruh wilayah NKRI.

Beban kerja Babinsa banyak, sehingga negara mengapresiasi kinerja mereka melalui peningkatan tunjangan kinerja.

“Dengan peningkatan ini, diharapkan mereka akan terus berkarya di semua bidang,” tutur Fadhilah.

Dia menyatakan tidak hanya tunjangan yang coba dipenuhi oleh pemerintah, pihaknya juga mencoba mengisi kebutuhan para Babinsa sesuai dengan daerah mereka.

Fadhilah mencontohkan jika ada Babinsa yang menjadi pengajar bagi warga, lantas dia membutuhkan genset, maka pihaknya mencoba untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ia juga meluruskan terkait omongan Jokowi isu PKI.

“Presiden menyampaikan secara umum tentang ideologi. Yaitu ideologi Pancasila,” terang dia.

Perlu sikap hati-hati dan waspada, lanjut dia, ketika menghadapi isu hoax. Kemudian, dia menirukan Jokowi, netralitas Babinsa harus dioptimalkan.

“Karena dengan netralitas itu bisa menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI-Polri,” ucap Fadhilah.

Jika TNI-Polri serta Babinsa tidak berpihak kepada ideologi Pancasila, akan timbul kekacauan. “Masyarakat bisa tidak percayakan kepada TNI-Polri,” tutur mantan Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro ini.

Presiden Jokowi memastikan pemerintah menaikkan tunjangan kinerja Babinsa sebesar 771% atau delapan kali lipat, dari Rp310.000 menjadi Rp2,7 juta per bulan.

Baca juga artikel terkait BABINSA atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Yantina Debora