Menuju konten utama

Soal Tarif LRT Jabodebek, Luhut: Yang Penting Tak Bebani Rakyat

Meski ada potensi membebani APBN, subsidi tarif LRT Jabodetabek diperlukan oleh masyarakat.

Soal Tarif LRT Jabodebek, Luhut: Yang Penting Tak Bebani Rakyat
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kanan), Menteri BUMN Erick Thohir (tengah), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan), dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto, bertumpu tangan bersama seusai pengecoran "closure" tengah Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di Kuningan, Jakarta, Senin (11/11/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama.

tirto.id - Pemerintah memastikan tarif Light Rail Transit (LRT) Jabodebek akan cukup terjangkau. Nilainya diperkirakan bisa di bawah Rp12.000 per penumpang jauh-dekat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan penetapan tarif itu semata-mata agar masyarakat tidak terbebani.

Menurutnya, nilai tarif itu cukup wajar. Ketika ditanya bilamana tarif itu nantinya dapat membebani APBN, Luhut berkilah.

“Yang penting tidak memberatkan rakyat,” ucap Luhut kepada wartawan saat ditemui di Kemenko Maritim, Senin (11/11/2019).

Mengenai kemungkinan tarif itu memang terlalu murah bagi skala investasi LRT yang memakan biaya besar, Luhut enggan menanggapinya. Ia mengaku masih akan mengecek masalah itu.

“Tarif LRT nanti kita lihatlah,” ucap Luhut.

Tarif LRT yang sementara baru akan melayani Cibubur-Cawang ini sebenarnya berada di angka Rp25.000 per penumpang.

Nilai ini kemudian disubsidi oleh pemerintah lebih dari separuhnya, sehingga mencapai angka sementara di kisaran Rp12.000 per penumpang.

Kemungkinan besar nilainya dipastikan akan tetap sama meskipun rute kereta diperpanjang Cibubur-Dukuh Atas.

Sebelumnya, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan tarif ini akan berlaku untuk semua jurusan.

Ia bilang ke depannya tidak menutup kemungkinan tarif ini bisa direvisi karena nilainya memang belum final apalagi pemerintah masih ingin menerima masukan dari berbagai pihak.

“Perkiraan Rp12 ribu, sudah disubsidi karena harga komersialnya Rp25.000,” ucap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada wartawan saat ditemui usai peresmian pengangkatan kereta LRT pertama di Stasiun LRT Harjamukti Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (13/10/2019).

“Bisa ada perubahan, tapi sementara itu [Rp12 ribu],” ucap Budi.

Baca juga artikel terkait PROYEK LRT atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali