Soal Situasi Merapi, Menteri ESDM: Belum Ada Potensi Erupsi Besar

Oleh: Irwan Syambudi - 12 Desember 2018
Menurut Jonan, pertumbuhan lava per hari mencapai sekitar 3.400 meter kubik, sedangkan volume kubah lava mencapai 357.000 meter kubik.
tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut hingga awal Januari 2019 diperkirakan tidak ada erupsi yang besar pada Gunung Merapi. Namun, erupsi-erupsi kecil diperkirakan masih tetap akan terjadi.

"Potensi mungkin sampai awal Januari 2019 untuk adanya erupsi besar itu sepertinya enggak. Kalau toh ada itu hanya guguran lava. Jadi muntah saja, muntah dari kawah yang agak penuh," kata Jonan saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang Yogyakarta, Rabu (12/12) malam.

Hingga saat ini, menurut Jonan, pertumbuhan lava perhari mencapai sekitar 3.400 meter kubik, sedangkan volume kubah lava mencapai 357.000 meter kubik.

"Jadi suatu saat [lava] ya tumpah. Karena ada sudetan, tumpahannya itu ke arah tenggara, ke arah Kali Gendol [...] Kalau untuk meletus besar, dari analisa kami, dari sejarah letusan sebelumnya, mestinya enggak," ujarnya.

Untuk itu, Jonan mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, status saat ini masih level waspada dengan radius aman sejauh 3 kilometer dari puncak.

Dengan demikian, pada libur Natal dan Tahun Baru ini, ia meminta wisatawan yang ingin berlibur tidak khawatir untuk datang ke Yogyakarta.

Dalam rangka operasi Natal dan Tahun Baru, Kementerian ESDM melakukan pengamatan intensif terhadap sejumlah gunung api. Setelah meninjau Pos PGM Kaliurang, petugas dari Kementerian ESDM, kata Jonan, juga akan melakukan peninjauan gunung api aktif lainnya dari Sulawesi Utara sampai Maluku.

Dengan peninjauan dan pengamatan intensif ini, diharapkan dapat mengetahui potensi bahaya sejak dini, sehingga dapat meminimalisir risiko.


Baca juga artikel terkait STATUS GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Alexander Haryanto